Showing posts with label Serba-serbi Jokowi. Show all posts
Showing posts with label Serba-serbi Jokowi. Show all posts

Sunday, June 9, 2013

Jokowi Jadi Tuan Rumah di Kediaman Megawati


Di kediaman mantan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarno Putri, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bertindak menjadi tuan rumah dan menerima tamu-tamu yang tak hentinya datang. Anggota staf Humas DPP PDI Perjuangan, Giyanto, mengungkapkan, saat ini pria yang akrab disapa Jokowi tersebut tengah sibuk menerima para pelayat yang berdatangan untuk melayat mendiang suami Megawati, Taufiq Kiemas.

"Di dalam, Pak Jokowi sekaligus menjadi tuan rumah. Karena banyak orang dari kedutaan juga," kata Giyanto, di Jalan Teuku Umar 27, Minggu (9/6/2013).

Di sisi lain, Megawati Soekarnoputri beserta anaknya, Puan Maharani, tengah beristirahat karena kelelahan setelah menempuh perjalanan dari Singapura. Sesampainya di Tanah Air, Mega dan keluarga mengikuti prosesi pemakaman almarhum Taufiq Kiemas. "Bu Mega dan Bu Puan sedang istirahat. Mereka capek. Tamu-tamu juga beberapa yang balik dulu dan nanti datang lagi untuk tahlilan nanti malam," kata Giyanto.

Rumah duka almarhum Taufiq Kiemas di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, saat ini terpantau cukup ramai. Beberapa pelayat, baik kerabat keluarga maupun kolega di pemerintahan, satu per satu meninggalkan kediaman tersebut.

Taufiq Kiemas wafat pada Sabtu (8/6/2013) malam, di Singapura, karena penyakit komplikasi yang selama ini dideritanya. Ia menjalani perawatan di rumah sakit di Singapura sejak Senin (3/6/2013). Taufiq menjalani perawatan setelah mendampingi Wakil Presiden Boediono meresmikan Monumen Bung Karno dan Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (1/6/2013).

Ia meninggal dunia pada usia ke-70 tahun. Taufiq meninggalkan seorang istri, Dyah Permata Megawati Setyawati atau Megawati Soekarnoputri, dan tiga anak, yaitu Mohammad Rizki Pratama, Mohamad Prananda Prabowo, dan Puan Maharani Nakshatra Kusyala. Jenazahnya saat ini telah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.

Jokowi Hadiri Prosesi Pemakaman Taufiq Kiemas

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo bersama para pejabat negara lainnya tampak hadir di Bandara Halim Perdanakusuma menunggu kedatangan jenazah Ketua MPR RI, Taufiq Kiemas yang meninggal dunia di Singapura, Sabtu (8/6). Rencananya, setibanya di Bandara Halim Perdanakusuma, jenazah akan langsung diberangkatkan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata.

Jokowi berangkat dari rumah dinas di Jl Taman Suropati, Menteng sekitar pukul 07.20 menggunakan kendaraan Toyota Land Cruiser bernopol B 1 DKI. Setibanya di Halim Perdanakusuma, Jokowi langsung memasuki hanggar Skuadron Udara 17, tempat jenazah Almarhum Taufiq Kiemas disemayamkan.

Selain Jokowi, beberapa pejabat lainnya yang turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir yakni Gubernur DIY Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono X, Gubernur Jawa Tengah terpilih Ganjar Pranowo, Anggota DPR RI Dedi Gumelar alias Miing, adik ipar Taufiq Kiemas, Guruh Soekarno Putra dan Menteri Koordinator Perkonomian, Hatta Rajasa.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI-P, Dwi Rio Sambodo mengatakan, rencananya jenazah diberangkatkan dari rumah sakit menuju Bandara Changi pada pukul 07.30 waktu Singapura. Kemudian pada pukul 09.00 waktu Singapura pesawat khusus yang membawa jenazah terbang menuju Bandara Halim Perdanakusuma.

"Dijadwalkan pada pukul 09.30, pesawat khusus yang membawa jenazah Taufiq Kiemas tiba di Bandara Halim Perdanakusuma. Presiden SBY direncanakan akan menyambut langsung," ujar Dwi Rio, Minggu (9/6).

Setelah disemayamkan di VVIP Room Bandara Halim Perdanakusumah, jenazah langsung diberangkatkan ke TMP Kalibata untuk dimakamkan. Upacara kenegaraan pemakaman direncanakan dipimpin oleh Presiden SBY pada pukul 11.00.

Seperti diketahui, Taufiq Kiemas meninggal pada Sabtu (8/6) pukul 19.05 waktu Singapura. Ketua MPR RI tersebut meninggal karena penyakit jantung yang dideritanya. Keadaan Taufiq sempat membaik pada Sabtu siang, namun kembali memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.

Saturday, June 8, 2013

Satu Kalimat Taufiq Kiemas yang Terus Diingat Jokowi

Taufiq Kiemas, Megawati, Puan Maharani, dan Jokowi.Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tiba di Hanggar VVIP Skuadron 17 Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Minggu 9 Juni 2013, untuk menyambut kedatangan jenazah Ketua MPR RI Taufiq Kiemas yang wafat kemarin sore di Singapore General Hospital karena penyakit jantung.

Jokowi mengatakan dia tak bisa melupakan satu kalimat yang diucapkan Taufiq kepadanya usai pengumuman kemenangan dia dan Ahok menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta pada pertengahan tahun 2012.

Saat itu, kata Jokowi, ia selaku kader PDIP dipanggil oleh Taufiq ke rumahnya. “Di sana Pak Taufiq berkata, 'Jok, aku sekarang enggak sakit lagi. Aku sudah sehat. Aku dapat obat mujarab',” kata Jokowi menirukan ucapan Taufiq, seniornya di PDIP yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Pusat partai itu.

“Saya lalu bilang, 'Alhamdulillah, kalau begitu. Apa obatnya, Pak?' Dijawab Pak Taufiq, 'Obatnya kamu menang di pemilihan Gubernur Jakarta. Kamu obat paling mujarab buat saya',” Jokowi mengingat percakapannya dengan Taufiq ketika itu.

Jokowi mengatakan ia tak pernah menyangka bakal mendapat jawaban seperti itu. “Itu tak pernah terlupakan selama hidup saya. Saya sangat kaget. Ini akan saya ingat terus,” kata dia. (kd)(viva.co.id)

Taufiq Kiemas Anggap Jokowi Obat Penyakitnya


Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku terkejut atas berita duka wafatnya tokoh nasional Taufiq Kiemas. Baginya, Taufiq merupakan sosok yang tegas, dan layak untuk ditiru para juniornya.

Saat datang ke rumah duka di Jalan Teuku Umar Nomor 27 A, Menteng Jakarta Pusat, Sabtu (8/6/2013), Joko Widodo alias Jokowi sempat bercerita mengenai hal-hal yang membuatnya teringat akan sosok Ketua MPR RI itu.

Jokowi menyampaikan, Taufiq sempat menganggapnya sebagai obat dari penyakit yang dideritanya. Hal itu disampaikan Taufiq saat dirinya terpilih menjadi Gubernur di DKI.

"Mas saya kemarin sakit, tapi sekarang saya dapat obat," kata Jokowi menirukan kata-kata almarhum.

"Obatnya apa?" kata Jokowi. "Obatnya itu kamu, kamu terpilih di DKI dan saya sekarang sembuh dan tidak sakit lagi'," kata Jokowi mengenang kalimat Taufiq.

Mantan Wali Kota Surakarta ini melanjutkan, selama ini dirinya sangat dekat dengan suami Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri tersebut.

Ia berharap, Taufiq wafat dalam kondisi dan situasi yang baik.

"Saya rasa kita semua kaget, dan kita berdoa semoga arwah beliau diterima dan ditempatkan yang paling baik. Beliau kebapakan dan tegas, peninggalan besar beliau untuk bangsa dan negara ini adalah empat pilar kebangsaan," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, politisi senior PDI Perjuangan Taufiq Kiemas meninggal dunia di Singapura. Taufiq menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 19.01 waktu Singapura.

Pihak keluarga berencana membawa jenazah Taufiq pada pukul 09.00, waktu Singapura, Minggu (9/6/2013). Jenazah rencananya akan mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma dan dimakamkan di TMP Kalibata.

Datang ke Rumah Duka Taufiq Kiemas, Jokowi Bungkam


Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo datang ke rumah duka mendiang Taufiq Kiemas, Jl Teuku Umar 27 A Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (8/6/2013) malam.

Setibanya di rumah duka, Jokowi langsung masuk, tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Mantan Wali Kota Surakarta ini tiba sekitar pukul 22.30 menggunakan mobil dinasnya, Toyota Kijang Innova bernopol B 1124 BH.

Ia datang didampingi beberapa ajudan pribadinya, dengan berpakaian putih-hitam. Saat turun dari mobil dinasnya, beberapa wartawan sempat berusaha memintanya berbicara.

Namun dengan wajah datar, Jokowi memilih terus berjalan dengan langkah sedikit cepat menuju pintu rumah Taufiq Kiemas.

Selain Jokowi, beberapa tokoh lainnya telah lebih dulu hadir di rumah duka. Di antaranya Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohary dan Melani Lamina Suharli,

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo, Eva K Sundari, Trimedya Panjaitan, Sonny Tulung, AM Fatwa, Irman Gusman, dan lainnya juga terlihat di rumah duka.

Sebelumnya diberitakan, politisi senior PDI Perjuangan, Taufiq Kiemas meninggal dunia di General Hospital Singapura (sebelumnya ditulis National University Hospital).

Taufiq menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 19.01 waktu Singapura. Taufiq Kiemas tengah menjalani perawatan karena kelelahan di rumah sakit tersebut setelah mendampingi Wakil Presiden Boediono meresmikan Monumen Bung Karno dan Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (1/6/2013).

Pihak keluarga berencana membawa jenazah Taufiq pada pukul 09.00, waktu Singapura, Minggu (9/6/2013). Jenazah rencananya akan mendarat di Bandara Halim Perdana Kusuma dan disemayamkan di TMP Kalibata.

Friday, June 7, 2013

6 Cerita kedekatan Jokowi bersama band rock

[caption id="" align="alignleft" width="378"]6 Cerita kedekatan Jokowi bersama band rock 6 Cerita kedekatan Jokowi bersama band rock[/caption]

Mungkin ini pertama kalinya, Indonesia memiliki Gubernur yang sangat menggandrungi musik rock. Dia adalah Joko Widodo yang saat ini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Led Zeppelin, Metallica, Napalm Death, Fear Factory, Anthrax dan Lamb of God, adalah beberapa grup band papan atas dunia yang digemarinya sejak usia remaja.

Pria yang akrab disapa Jokowi ini, diketahui telah menyukai musik rock sejak duduk di bangku SMA. Malah saat SMA hingga kuliah, dia sempat memanjangkan rambutnya hingga sebahu, penanda bahwa dia sangat menggemari gaya-gaya musisi rock.

Saat masih menjabat sebagai wali kota Solo, Jokowi sempat naik ke atas panggung di tengah peluncuran album baru Power Slaves dan ditutup dengan digelarnya ajang musik rock se-Kota Solo bertajuk Rock in Solo.

Berikut sejumlah aksi Jokowi dengan musisi rock kelas dunia yang dirangkum merdeka.com:

1. 1. Nonton konser Lamb of God sampai ke Singapura




Lamb of God adalah salah satu band rock kesayangan Jokowi. Band rock yang khusus beraliran groove metal ini tampil di Singapura pada tanggal 20 Februari 2012. Demi menonton band kesayangannya Jokowi pun rela terbang ke Singapura.

"Saya membeli tiket yang harganya 140 Dolar Singapura (sekitar Rp 1 juta). Itu harga yang paling murah. Nontonnya di kelas lapangan kan enaknya menikmati musik rock memang seperti itu, kalau yang paling mahal untuk konser tersebut mencapai 250 dollar Singapura." terangnya.

Jokowi yang saat itu masih menjabat Wali Kota Solo mengatakan, kedatangannya ke Singapura juga untuk mempelajari bagaimana cara menyelenggarakan konser band papan atas tersebut.

"Ya, nanti kita belajar bagaimana manajemen penyelenggaraannya konser itu seperti apa. Siapa tahu nanti Lamb of God bisa ditarik ke Solo untuk menggelar konser," ujarnya.

2. 2. Naik panggung di launching album Power Slaves




Power Slaves termasuk band rock lawas yang sempat booming di era 90an. Namun hingga saat ini band tersebut masih menampakkan taringnya di kancah permusikan Indonesia.

Saat masih menjabat sebagai Wali Kota Solo, Jokowi sempat menghadiri launching album band rock Indonesia Power Slaves  bertajuk "100 persen Rock N Roll" pada 16 Juni 2012 lalu di Score Cafe, Cilandak Town Square, Jakarta Selatan.

Ketika Power Slaves tampil dengan hits andalannya, "Kereta Rock N Roll", dengan antusias Jokowi menikmati konser di tengah kerumunan fans Power Slaves. Vokalis Power Slaves, Heydi Ibrahim, meminta Wali Kota Solo itu untuk ikut naik ke atas panggung dan nyanyi bersama. "Selamat malam Slavers di seluruh Indonesia," seru Jokowi.

Karena tidak bisa menyanyi, Jokowi hanya bisa berbagi dengan menceritakan pengalamannya. Serta tak ketinggalan Jokowi menyebutkan satu persatu band favoritnya, termasuk Power Slaves.

"Saya terakhir nonton konser Judas Price di Singapura. Saya itu suka band rock zaman dulu kayak Megadeth, Scorpions, termasuk Power Slaves yang menurut saya sangat metal," urai Jokowi.

3. 3. Bikin event Rock in Solo




Rock in Solo ini disebut-sebut sebagai salah satu event rock/metal terbesar se-Asia Tenggara. Dari berbagai macam band dan genre rock didatangkan pada acara tersebut.

Dalam pertunjukan bertemakan Kingdom Metal Fest 2012 tersebut panitia akan menampilkan puluhan band-band cadas top dari dalam dan luar negeri. Salah satu yang spesial dan paling ditunggu adalah band death metal nomor satu di dunia, Cannibal Corpse. Sedangkan Band-band asal Indonesia diantaranya Jasad, Jeruji, Revenge, After Coma, Parau, Speedkill siap membuat getar tanah Solo.

Event ini berdekatan dengan momen-momen terpilihnya Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta. Pada saat itu, dirinya sempat mengaku akan menyaksikan pagelaran musik cadas Rock In Solo, sebelum menghadiri acara pelantikan dirinya di Jakarta.

"Ya nanti saya akan ke sana, liat dulu sebelum ke Jakarta. Saya senang liat music rock. Mumpung masih ada waktu," ucap Jokowi kepada merdeka.com di Solo Sabtu (13/10).

Menurut berbagai sumber, event yang diadakan di Alun-alun utara kota Solo ini berhasil diselenggarakan karena adanya campur tangan Jokowi sebagai pemberi izin keramaian. Dirinya optimis festival rock besar tersebut bisa berjalan dengan baik di kota asalnya itu.

Pagelaran musik cadas Rock In Solo merupakan event tahunan yang diadakan komunitas pecinta music rock di Solo. Selama 6 tahun digelar, Jokowi tak pernah melewatkannya. Jokowi berjanji, sekalipun sudah jadi Gubernur DKI, dirinya akan menyempatkan diri ke Solo.

"Tahun depan kalau ada waktu pasti saya akan nonton lagi," janjinya.

4. 4. Nonton konser Guns N'Roses


Mantan Wali Kota Solo ini menyempatkan menonton konser grup musik rock legendaris dunia, Guns N' Roses (GNR) di Ancol pada tanggal 16 Desember 2012. Namun pada saat itu Jokowi mengaku tidak bisa lagi loncat-loncat karena sudah merasa tua.

"Ya seneng lah saya tadi nyanyi bareng juga, tapi tidak pakai loncat-loncat. Saya juga nggak pakai jeans, sudah tidak muda lagi," ujar Jokowi usai di rumah dinasnya.

Jokowi mengaku puas dengan penampilan grup musik rock asal Amerika itu. Pada konser tersebut, Jokowi membeli tiket dan nonton di ruang VIP.

"Penataan panggung, lighting panggung, dan penataan penonton sudah bagus. Tadi saya nonton di VIP, Harganya sekitar Rp 700 ribuan, di kelas III" terangnya.

Meski suka lagu GNR, Jokowi mengaku tidak hafal semua lagu-lagunya. "Albumnya kan banyak apalagi saya bukan penyanyi," katanya.

Sementara mengomentari soal sempat tertundanya konser GNR pada saat itu, Jokowi mengaku tidak masalah. "Ya karena ini band internasional, ya ada standar-standar yang harus dipenuhi. Bisa standar mengenai power, panggung dan standar lightingnya," ujarnya.

5. 5. Nonton dan nyanyi bareng Arkarna


Band ber-genre electronic rock asal Inggris ini menyambangi Jakarta pada tanggal 31 Mei 2013 lalu. Ollie Jacobs selaku vokalis dari Arkarna menyempatkan datang ke Kantor Balai Kota Jakarta khusus untuk menemui Jokowi. Kedatangan Ollie untuk meminta Jokowi bernyanyi bareng dalam konser Arkarna.

"Kami membicarakan rencana mengajak Jokowi naik ke panggung bareng kami, mungkin nyanyi satu lagu bersama kami. Dia bilang akan memutuskan besok. Kami pengen nyanyi bareng satu lagu dari Benyamin. Mungkin akan sedikit sulit buat saya dari segi bahasa, saya bakal butuh bantuan kalian," ujar Ollie usai bertemu Jokowi di Balai Kota Jakarta, Rabu (29/5).

Saat itu Jokowi mengaku bahwa Ollie mengajak duet, tetapi dia meminta menyanyikan lagu Betawi karya Benjamin S, dengan judul 'Nonton Bioskop'. Namun, ia kaget dan beralasan suaranya jelek.

"Saya ngomong agar dia nyanyi satu lah yang apa itu yang lagu Betawi, Nananananana, ketemu malam minggu itu. Yang benjamin yang, 'malam minggu aye pergi ke bioskop' gitu lho," ucap Jokowi.

Saat pertunjukkan berlangsung, mantan Wali Kota Solo ini ternyata tidak ingkar janji. Dirinya benar-benar datang ke Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat untuk menyaksikan Arkarna.

Seperti perjanjiannya saat bertemu Ollie di Balai Kota DKI Jakarta, malam itu Jokowi naik ke panggung dengan ditemani musisi muda berbakat, Bondan Prakoso. Jokowi yang didaulat untuk menyanyi, ditemani oleh Bondan dengan iringan bassnya.

Meski malu-malu, Jokowi sedikit memperdengarkan suaranya. "Aduh emak asyiknya, nonton dua-duaan kaya nyonye dan tuan di gedongan....Mau beli minuman kantong kosong glondangan, malu sama tunangan kebingungan,"

6. 6. Ajak Slank kampanye lingkungan bersih di Jakarta




Politikus PDIP ini rupanya diam-diam menggandeng grup band Slank untuk mengatasi persoalan sampah. Dia mengajak Slank untuk turut membantu dan berpartisipasi dalam mengkampanyekan membuang sampah di tempatnya.

Pertemuan tersebut sengaja dilakukan Jokowi dengan mendatangi markas grup musik rock legendaris Indonesia tersebut. Dari perbincangan yang dilakukan, akhirnya terjadi kesepakatan Jokowi dan personil Slank.

"Kita juga bisik-bisik mau kampanyekan buang sampah di tempatnya," ujar Jokowi di Markas Besar Slank Jalan Potlot 111, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (7/6).

Sementara itu, para personil Slank mengaku sangat senang dan berjodoh dengan niat Jokowi untuk mengkampanyekan lingkungan bersih di Jakarta. Salah satunya adalah tidak membuang sampah sembarangan.

"Ada dua hal yang kita lakukan. Tadinya Slank ada rencana 30 tahun buat kegiatan. Kita minta Jokowi ada testimoni. Tadinya kita mau ke Balai Kota. Tapi dia saja yang ke lokasi," ujar salah satu personel Slank, Abdee Negara.

Senada dengan rekannya, Bim Bim mengaku jika pihaknya sudah lama memiliki rencana kegiatan untuk bersih-bersih sungai. Dan ternyata, rencana itu sejalan dengan Jokowi.

"Sudah lama Slank dan Slanker mau bersihin sungai, tapi Gubernur sendiri begitu. Ya jodoh," tandasnya.

dari merdeka.com

 

 




Kapok, Jokowi Ogah Prediksi Skor Indonesia Vs Belanda

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo enggan memprediksi hasil pertandingan persahabatan antara timnas Indonesia dan Belanda yang digelar pada Jumat (7/6/2013) malam nanti di Stadion Gelora Bung Karno (GBK).

"Enggak mau. Saya prediksi salah terus. Kapok," ujar Jokowi seusai mendampingi Presiden di acara peninjauan Kapal Rainbow Warrior di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat pagi.

Bulan lalu Jokowi memprediksi klub asal Spanyol, Barcelona, akan mengungguli Bayern Muenchen dengan skor 2-1 di laga semifinal leg kedua Liga Champions. Dia menjagokan Lionel Messi untuk menjebol gawang Manuel Neuer. Namun, Barca justru menelan kekalahan telak 0-3 dan total agregat 0-7.

Timnas Indonesia dan Belanda akan menjalani laga uji coba pada Jumat (7/6/2013) malam di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Selain disiarkan langsung di Indonesia dan Belanda, laga itu rencananya akan ditayangkan oleh lebih dari 12 negara di berbagai penjuru dunia.

Skuad Belanda akan diperkuat pemain-pemain berpengalaman, seperti Robin van Persie, Arjen Robben, dan Wesley Sneijder.

Kritikan Thdp Rencana Jokowi Alih Fungsi Rumah Dinas Camat & Lurah Yg Tidak Terpakai




 


Kritikan Thdp Rencana Jokowi Alih Fungsi Rumah Dinas Camat & Lurah Yg Tidak Terpakai




Dari channel Penguasaha youtube :)

Wednesday, June 5, 2013

Ikut "Blusukan", Dubes AS Ingin Belajar dari Jokowi


Rupanya ada alasan mengapa Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Scot Marciel ikut blusukan dengan Joko Widodo ke permukiman di Tanjung Priok. Scot ingin belajar dari Gubernur DKI Jakarta.

"Melihat bagaimana Gubernur Jakarta bekerja sangat menarik dan mungkin kami bisa belajar," ujar Scot kepada wartawan di sela blusukannya bersama Gubernur DKI Jakarta di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (5/6/2013).

Scot mengakui, baik program atau sosialisasi semacam itu baru ditemuinya di Indonesia. Di Amerika, kata Scot, belum pernah ada program Kampung Deret ini. Oleh sebab itu, kedatangannya kali ini, mungkin bisa sekaligus dijadikan pembelajaran pihaknya.

"Saya rasa kami bisa belajar apa yang sudah dilakukan di sini. Saya rasa hal itu pasti akan menguntungkan juga bagi kami," ujar Scot.

"Sangat menyenangkan juga bisa melihat jalannya proses demokrasi yang sesungguhnya di jalanan seperti ini, bagus ini," tuturnya lagi.

Saat ditanya apakah Amerika Serikat akan ikut kerjasama dalam program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Scot pun membenarkannya. Meski tak menjelaskan secara detil bentuk kerjasama dengan Pemprov DKI, Scot mengaku akan berbangga hati jika kerjasama tersebut terlaksana.

Warga Kampung Muara: Tangan Jokowi halus

Warga Kampung Muara: Tangan Jokowi halusGubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akan memberikan sosialisasi kampung deret terhadap warga Kampung Muara Bahari RT 2 RW 7 Kelurahan Tanjung Priok Jakarta Utara. Seperti biasa, kehadirannya membius warga di sana.

Ibu-ibu yang antusias berebut salaman terlihat senang setelah menjabat mantan wali kota Solo tersebut. Bahkan, ada yang menyeletuk bahwa tangan mantan wali kota tersebut halus.

"Tangannya halus sama kayak orangnya luwes," ujar Nuhayati warga RT 2 RW 7 yang bersalaman dengan Jokowi, Rabu (5/6).

Lain lagi dengan komentar warga RT 4 yang merasakan bersalaman dengan Jokowi. Salah satu ibu-ibu ada yang berkomentar jika tangan Jokowi halus yang dinilainya hanya bekerja berkutat dengan buku.

"Halus banget tangannya. Ya jelas kerjanya cuma pegang buku doang, bedalah sama kita," celetuk ibu-ibu berperawakan tinggi besar.

Mereka mengaku senang ada penataan kampung di tempat tinggalnya. Sebab, selama ini warga mengeluhkan banjir, sampah dan sering terjadi tawuran.

"Ya bagus. Kan selama ini, selalu banjir padahal sudah ada perbaikan tetapi tetap saja banjir. Belum sampah yang berserakan dan tawuran menjelang puasa," keluhnya.

Nurhayati beserta warga lainnya kompak mengaku kesusahan membuang sampah. Karena, tidak ada tempat pembuangan sampah dan terpaksa membuang sampah di sepanjang pinggir rel.

"Berserakan, enggak ada tempat sampah sudah lama dari dulu," tandasnya.

Tuesday, June 4, 2013

Dahlan: Jokowi jadi calon presiden, calon lain pikir-pikir lagi

Dahlan: Jokowi jadi calon presiden, calon lain pikir-pikir lagiJelang 2014, dukungan untuk Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk maju dalam bursa pencalonan presiden semakin kuat. Hampir semua survei yang dilakukan oleh lembaga survei menempatkan nama mantan Wali Kota Solo ini di puncak tertinggi daftar calon presiden paling populer dan paling dikehendaki masyarakat.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan yang namanya kerap disebut-sebut sebagai salah satu calon presiden 2014, tiba-tiba angkat suara menanggapi makin panasnya suhu politik di dalam negeri.

Dahlan yang ditemui di Gedung Arsip Nasional tiba-tiba saja mengungkapkan bahwa Joko Widodo akan dicalonkan menjadi Calon Presiden oleh PDI Perjuangan.

Dahlan ingin memberi sinyal kepada calon presiden lain yang berniat bersaing dengan Jokowi di 2014. Menurutnya, calon presiden 2014 hanya akan buang uang jika bersaing dengan Jokowi.

"Semua calon presiden dan yang pengen jadi presiden harus melihat fenomena baru bahwa Jokowi akan menjadi calon presiden dari Ibu Mega. Agar tidak menghabiskan duit," ucap Dahlan di Gedung Arsip Nasional, Jakarta, Selasa (4/6).

Wartawan sempat menanyakan maksud dari pernyataan itu. Namun, Dahlan memilih diam dan tidak menjelaskan lebih detail pernyataannya itu.

Ketika disinggung mengenai kemungkinan Dahlan akan maju dalam bursa calon presiden 2014, Dahlan tidak menjawab. "Kalau aku, mau kerja, kerja, kerja dan kerja," katanya.

Sunday, June 2, 2013

Ini penjelasan Jonathan soal 'giving back' di bass untuk Jokowi

[caption id="" align="alignleft" width="324"]Ini penjelasan Jonathan soal 'giving back' di bass untuk Jokowi Ini penjelasan Jonathan soal 'giving back' di bass untuk Jokowi[/caption]

Gitar bass yang diberikan kepada Jokowi oleh bassist Metallica Robert Trujillo disita oleh negara untuk dilelang. Menurut Direktur Gratifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Giri Supradiyono ada tulisan giving back yang bisa diartikan minta timbal jasa.

Di badan gitar bass itu tertulis, 'Giving back. Jokowi keep playing that cool and funky bass, Trujillo.'

"Kalau foto bukan material. Satu hal yang paling penting nanti kita sampaikan saja. Karena gitar itu, ada tulisan giving back, dalam bahasa Indonesia bisa diartikan minta timbal jasa. Dan tulisan itu berbeda dengan tulisan yang lain," jelas Giri.

Jonathan Liu yang memberikan gitar bass tersebut kepada Jokowi menjelaskan arti Giving Back yang tertulis dalam gitar bass tersebut. Dia merasa kecewa jika 'giving back' diartikan meminta balas jasa.

"Giving back bukan minta sesuatu seperti asumsi sementara ini, masa seperti zaman batu harus tulis giving back untuk mengingatkan beliau atas pemberian gitar tersebut? Wow really can't imagine, Please don't insult our intelligence. Meskipun kami orang kecil dan tidak berdaya menghadapi keputusan ini dan beliau juga kasih buku untuk kami dengan tanda tangan. Sekarang kami jadi takut dan khawatir nanti di-Amerika dianggap gratifikasi enggak yah?" ujarnya dalam e-mail yang diterima merdeka.com, Kamis (30/5). Jonathan Liu selama ini tinggal di Amerika Serikat.

Dia berharap kata giving back tidak diartikan sebagai upaya meminta imbalan kembali.

"Please see in English konteks giving back adalah pemberian biasanya untuk orang yang susah, tertindas, musibah alam ya bahasa Indonesia: sedekah dan amal. Nah kita semua tahu bahwa Pak Jokowi sangat care pada orang kecil dan full of giving back in his past, baik waktu sebagai pengusaha maupun wali kota. Itu yang kami ingin sampaikan sebagai artis message giving back pada beliau. We admire your giving heart through 'giving back'," papar Jonathan Liu.

Gara-gara semur jengkol, warga dapat sepeda dari Jokowi

Gara-gara semur jengkol, warga dapat sepeda dari Jokowi


Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mempersilakan istrinya, Iriana Jokowi untuk memberikan pertanyaan dan memberikan hadiah sepeda gunung dalam pencanangan HUT ke 486 DKI Jakarta.


Iriana memberikan pertanyaan ringan kepada salah seorang ibu Kelurahan Penggilingan, Cakung, yang sebelumnya dipanggil untuk naik ke panggung.

"Biar gantian bu Iriana yang memberikan pertanyaan," kata Jokowi dengan nada romantis di PIK, Cakung, Jakarta Timur, Minggu (2/6).

Iriana kemudian memberikan pertanyaan tentang bunga. "Sebutkan nama bunga," tanya Iriana. "Mawar, Melati dan Anggrek," jawab seorang ibu.

Hadiah sepeda gunung pun diberikan Iriana kepada warga. Bergantian, kemudian Jokowi dalam kesempatan itu juga memberikan pertanyaan.

Selama menjabat gubernur, Jokowi seringkali menggemborkan untuk diangkatnya budaya Betawi.

"Coba saya pengen tanya, warga Jakarta tahu tidak makanan Betawi, sebutkan tiga," tanya Jokowi ke salah satu ibu warga.

"Semur jengkol, kerak telur dan sayur asem," jawabnya.

Jokowi pun menanyakan kepada warga apakah jawaban ibu itu benar atau tidak. "Benar, itu makanan semur jengkol kesukaan Pak Jokowi ya," teriak warga.

Diketahui sebelumnya, pencanangan HUT ke 486 Jakarta telah dibuka. Pencanangan digelar di lapangan bola PIK Cakung Jakarta Timur dihadiri oleh Ketua DPRD DKI Jakarta Ferrial Sofyan, Ketua HUT DKI ke 486 Sylviana Murni, Plt Sekda Wiryatmoko, Wali Kota Jakarta Timur AR Krisdhiantoro dan sejumlah pejabat lainnya.

Ini Alasan Jokowi Gelar HUT Jakarta di Cakung

HUT Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memiliki alasan tersendiri mengapa HUT ke-486 DKI Jakarta dimulai di Lapangan Bola Pusat Industri Kecil Cakung, Jakarta Timur. Ia ingin HUT DKI dirasakan seluruh warga DKI, tak terkecuali.

"Supaya mendekati rakyat, ada kegembiraan rakyat, tidak elitis gitu," ujar Jokowi di sela-sela acara pencanangan, Minggu (2/6/2013).

Alasan lain, lanjut Jokowi, Jakarta Timur memiliki jumlah penduduk paling besar di DKI Jakarta. Ia ingin seluruh masyarakat mendapatkan hiburan. Mantan Wali Kota Surakarta tersebut berharap, pada HUT Jakarta yang jatuh pada tanggal 22 Juni 2013, Pemerintah Provinsi DKI berhasil membenahi Ibu Kota secara total. Kendati demikian, Jokowi mengatakan, penyelesaian masalah Ibu Kota memerlukan waktu.

"Sekarang ini dalam waktu yang bersamaan, kita disuruh menyelesaikan masalah bertumpuk. Saya ngomong apa adanya, beri saya waktu," ujarnya.

Acara pencanangan HUT DKI di Cakung memang tergolong murah meriah. Sekitar 3.000 warga, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa, memenuhi lokasi acara yang terdiri dari area lomba, berbagai stan produk serta panggung utama tersebut. Peresmian pencanangan HUT DKI ditandai oleh bunyi ratusan kentongan yang dipukul pengunjung, yang dipimpin oleh Gubernur DKI Jakarta.

Setelah pencanangan dibuka, pengunjung pun diperbolehkan mendatangi stan dan melihat beragam lomba yang diadakan di sana.

Saturday, June 1, 2013

Jokowi-Ahok vs DPRD, publik yang meluruskan

[caption id="" align="aligncenter" width="378"]Jokowi-Ahok vs DPRD, publik yang meluruskan Jokowi-Ahok[/caption]

Penulis : Didik Supriyanto (merdeka.com)

Dalam ilmu politik moderen terdapat konsep divided government, atau pemerintahan terbelah. Ini terjadi manakala eksekutif dikuasai partai politik atau koalisi partai politik yang tidak menguasai legislatif. Peta politik seperti itu membuat pemerintahan tidak berkembang. Sebab, setiap rancangan kebijakan yang diajukan oleh eksekutif selalu ditentang atau ditolak legislatif. Pemerintahan pun lumpuh, tidak efektif.

Divided government hanya terjadi di negara yang menggunakan sistem pemerintahan presidensial. Dalam sistem pemerintahan parlementer, tidak terjadi karena eksekutif selalu didukung legislatif. Mengapa? Ya karena partai politik atau koalisi partai politik yang menguasai mayoritas kursi parlemen-lah yang membentuk pemerintahan.

Maka dari itu disebut pemerintahan parlementer, karena pemerintah atau eksekutif berada di parlemen.

Perdana menteri dan anggota kabinet adalah anggota parlemen. Menyatunya eksekutif dalam parlemen inilah yang menyebabkan sistem pemerintahan parlementer paling stabil dan efektif di dunia dibandingkan jenis pemerintahan lain.

Indonesia menganut sistem pemerintahan presidensial, dan sistem pemerintahan daerah merupakan duplikasinya dalam ukuran yang lebih sempit. Presidensialisme di daerah itu, antara lain ditandai adanya pilkada untuk memilih eksekutif, dan pemilu legislatif untuk memilih anggota DPRD.

Terjadilah divided government di hampir semua daerah, karena pilkada diselenggarakan secara berbeda waktu dengan pemilu DPRD.

Dalam konteks inilah bisa kita pahami bagaimana hubungan Jokowi-Ahok dengan DPRD DKI Jakarta.

Jokowi-Ahok jelas menghadapi masalah yang lebih besar dan kompleks ketika memimpin Jakarta. Bukan karena Jakarta lebih besar dari Surakarta dan Belitung Timur, juga bukan karena Jakarta lebih beragam masalahnya, tetapi lebih karena peta politik yang beda jauh. Di Solo, DPRD dikuasai PDIP, partainya Jokowi. Sedangkan di Belitung Timur, Ahok yang dicalonkan dua partai kecil, PIB dan PNBK, punya pengalaman menghadapi DPRD yang dikuasai PBB dkk.

Tapi di Jakarta, lebih dari 2/3 kursi DPRD diduduki Partai Demokrat, PKS, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, dll, yang tidak mendukung pencalonan Jokowi-Ahok. Pasangan dari 'dusun' ini hanya didukung oleh PDIP dan Partai Gerindra, yang masing-masing memiliki hanya 11 kursi dan 6 kursi dari 94 kursi DPRD DKI Jakarta.

Dalam kondisi divided government seperti itu, secara politik pemerintahan Jokowi-Ahok takkan efektif. Perhatikan saja, pada saat pembahasan RAPBD, DPRD tampak enggan segera memberi persetujuan. Untuk meminta persetujuan wali kota Jakarta Barat, butuh waktu berbulan-bulan. Yang terakhir, DPRD berencana mengajukan hak interpelasi kepada Jokowi-Ahok atas masalah Kartu Jakarta Sehat (KJS).

Apa yang dialami Jokowi-Ahok sebetulnya juga terjadi di daerah lain. Sekali lagi, penyelenggaraan pilkada dan pemilu DPRD yang tidak berbarengan, hampir pasti menyebabkan divided government. Masalahnya adalah cara menghadapinya.

Di banyak daerah, divided government selalu menghasilkan politik transaksional. Ini memang jalan paling gampang agar pemerintahan jalan.

Eksekutif dan legislatif bagi-bagi anggaran, izin tambang, tender proyek, dan dana sosial. Bahkan jabatan di lingkungan pemda pun juga dijatah.

Akibatnya APBD banyak dikorupsi, jabatan publik diduduki orang tidak kompeten. Kinerja pemerintahan pun buruk, sebagian kepala daerah dan anggota DPRD masuk bui tertangkap korupsi.

Jokowi-Ahok bisa saja terjebak dengan politik transaksional itu, sebab peta politik DPRD sama sekali tidak mendukungnya. Bahkan dalam isu-isu sensitif, PDIP dan Partai Gerinda di DPRD pun diam saja. Namun pasangan ini punya dukungan publik yang kuat. Inilah yang membuat DPRD keder.

Mereka tak berani main-main dengan Jokowi-Ahok, karena akan menghadapi opini kuat kaum simpatisan dan pendukungnya. Mereka bergerak aktif di sosial media dan forum-forum terbuka.

Jangankan anggota DPRD yang asal jeplak, mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso pun tidak kuasa menghadapi tekanan mereka. Inilah kelebihan Jokowi-Ahok, dukungan publik yang kuat. Kesungguhan, kejujuran, dan keikhlasan adalah modal mereka dalam memimpin Jakarta. Hingga kini, sebagian besar rakyat Jakarta percaya, Jokowi-Ahok tidak punya pamrih apa-apa, kecuali membuat rakyat Jakarta lebih sejahtera.

Jokowi tak mempan diiming-imingi jabatan presiden, Ahok juga tak frustrasi oleh aksi-aksi diskriminasi. Keteguhan ini yang membuat simpati dan dukungan terus menguat, hingga mereka bisa mengatasi peta politik DPRD yang tidak menguntungkannya.

Kompasiana : Jokowi Dipuji, PKS Dimaki


Kompasiana

Jokowi sedang dipuja-puji, dan PKS sedang dicaci-maki di sini. Hal itulah yang saya ketahui setelah berinteraksi di rumah sehat ini. Lucu juga yah! Jadi ingat sewaktu pak JK dipuja-puji di sini, dan ibu Megawati dicaci-maki. Namun dalam pemilihan presiden, ternyata ibu Megawati lebih populer daripada pak JK.

Itulah dinamika politik. Kita tidak pernah tahu pasti apa yang terjadi. Sama halnya ketika Jokowi mencalonkan diri menjadi gubernur DKI. Banyak orang yang ragu bahkan meragukan kemampuannya. Kampanye hitampun dibuat. Seolah-olah Jokowi tak memiliki kehebatan apapun. Jokowi dianggap orang yang harus dihambat karirnya agar tak maju menjadi orang nomor satu di DKI Jakarta.

Tapi politik terus berubah. Jokowi ternyata disukai media. Bukan karena Jokowi memiliki tim media yang tangguh, tetapi ini dikarenakan kepribadian Jokowi yang sangat sederhana. Banyak orang menulis tentangnya tanpa dibayar. Saya pun termasuk blogger yang menuliskan tentang Jokowi dan tanpa bayaran satu senpun.

PKS sedang dicaci-maki saat ini. Bisa jadi kondisi itu akan berubah seiring dengan dinamika politik di tanah air. Teruslah berbuat kebaikan dan teruslah mengkampenyakan diri sebagai partai yang solid. Bila nanti di pengadilan ada kader atau mantan ketua PKS LHI tak bersalah, bisa jadi caci-maki itu menjadi pujian. PKS akan menjadi partai harapan. Partai yang diharapkan bangsa Indonesia dengan kejujurannya. Media pun lambat laun akan berpihak kepada partai ini.

Kita tentu tahu duit 4 milyar di dalam kardus yang menghebohkan. Duit itu diberikan kepada Nazarudin (mantan anggota DPR komisi III) atas perintah tersangka korupsi Djoko Susilo. Publik tentu marah besar ketika tahu bahwa masih ada korupsi di negeri ini, dan melibatkan partai besar di dalamnya. Kita ingin hukum ditegakkan seadil-adilnya. Koruptor harus dimiskinkan. Bukan semakin nyaman di penjara sana.

Namun, publik tiba-tiba diam ketika media tak mempersoalkannya. Publik justru malah bereaksi keras dengan PKS yang belum tentu bersalah. Inilah Indonesia, keadilan terkadang belum menyentuh semua kalangan. Apa yang dituliskan Yudhi Latif di koran kompas, 28 Mei 2013 tentang keadilan untuk PKS nampaknya hanya menjadi angin lalu buat KPK. Semoga ini menjadi pembelajaran berharga buat bangsa ini.

Jokowi dipuji, PKS dimaki. Itulah yang terjadi saat ini. Kita lihat saja apa yang sesungguhnya terjadi. Partai besar dengan jumawa asyik bersantai ria. Kader-kadernya yang terduga korupsi masih menghirup udara segar dengan fasilitas mewahnya. Inilah wajah Indonesia. Bahkan Susno Duaji yang sudah divonis bersalah oleh pengadilan dan mendekam dalam penjara, masih bisa menikmati nasi padang, dan sate madura yang lezat. Beliau masih bisa tertawa lepas dan tak merasa bersalah. Luar biasa! Masih ada hukum rimba di negeri ajaib ini. Tapi lihatlah apa yang terjadi, ketika ada orang yang maling ayam. Boro-boro bisa makan sate ayam, wajah hitam lebampun menjadi potretnya di koran-koran.

Salam blogger persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Friday, May 31, 2013

Vidio : Nyanyi lagu Benyamin Sueb, Jokowi ngerock bareng vokalis Arkarna

Gubernur Joko Widodo memang mencintai musik. Maka itu, di sela kesibukannya, pria yang akrab disapa Jokowi ini selalu menyempatkan diri hadir ke konser band musik yang dia gandrungi.

Genre musik favorit Jokowi adalah rock classic. Kaos hitam, jaket kulit dan sepatu kets jadi gaya andalan Jokowi setiap menonton konser.

Nah tadi malam, Jumat (31/5), Jokowi terlihat hadir di konser musik band asal Inggris, Arkarna yang digelar di Tennis Indoor Senayan. Tak sekadar jadi penonton, pria ramah itu juga menyempatkan diri naik panggung dan duet bersama sang vokalis, Ollie, didampingi artis Indonesia Bondan Prakoso.

"Ada tamu spesial yang bisa kalian lihat malam ini," kata Ollie kepada ratusan fansnya seperti dilihat dalam rekaman video Youtube yang diunggah pemilik akun Fetboy Slim.

Entah karena sudah tahu bahwa tamu spesial yang dimaksud Jokowi, semua penonton mendadak tepuk tangan. Terlebih saat Jokowi ditampilkan dalam layar besar di salah satu sudut panggung, penonton semakin histeris.

Jokowi tampak berjalan menuju panggung dari tengah kerumunan penonton. Pria kurus ini tampil kasual dengan paduan jaket kulit cokelat, kaos hitam, celana hitam dan sepatu kets.

"Hai Ollie," sapa Jokowi saat tiba di panggung. Riuh tepuk tangan kembali menyambut suami Iriana ini.

Seperti perjanjiannya saat bertemu Ollie di Balai Kota DKI Jakarta beberapa waktu lalu, malam itu Jokowi, Ollie dan Bondan membawakan lagu Betawi yang pernah laris manis di zamannya, yakni Malam Minggu. Lagu ini dipopulerkan almarhum seniman Betawi, Benyamin Sueb.

"Jadi gini, empat hari yang lalu Ollie datang ke kantor saya kemudian dia ngomong minta saya datang ke sini, saya sampaikan ke Ollie nyanyi dong nyanyian Betawi, dia bilang nggak apa-apa, saya nyanyikan satu. Tapi permintaan dia, duet sama saya," kata Jokowi menceritakan awal mula keberadaannya di konser itu.

Jokowi tampak grogi awalnya. Tapi setelah musik mulai menghentak, Jokowi tampak sumringah. Dia mulai menggoyang badannya mengikuti irama musik, menganggukkan kepala dan sesekali memetik jarinya.

"Saya pikir-pikir, sampai semedi dua hari. Tapi sekali lagi suara saya nggak baik," ucap Jokowi sambil memang stand mik.

Suasana malam itu semakin ceria. Apalagi, lagu itu mereka dibawakan ala musik rock. "Belum ada gubernur yang nyanyi kolaborasi dengan band asing, dadakan, seingat gue si belum baru Pak Jokowi," puji Bondan dan langsung disambut tepuk tangan penonton.

Meski malu-malu, Jokowi sedikit memperdengarkan suaranya. "Aduh emak asyiknya, nonton dua-duaan kaya nyonye dan tuan di gedongan....Mau beli minuman kantong kosong glondangan, malu sama tunangan kebingungan.

Meski hanya membawakan satu lagu, tapi kehadiran Jokowi mampu menghidupkan suasana konser itu.

"Terima kasih Bapak Jokowi. Beliau sangat cool sekali," puji Ollie setelah Jokowi turun dari Panggung.

Seorang pengunjung video Youtube tersebut juga memuji suara Jokowi, "Wah jiaan gubernur diplekotho....wakakakakakak. sip2. suaranya not bad kok."


 

Dampingi Mega, Jokowi Tampil dengan Atribut Satgas

Jokowi dampingi megawati

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo hadir dalam peringatan Hari Lahir Pancasila, yang digelar PDI Perjuangan di Tugu Proklamasi, Jakarta, Sabtu (1/6/2013). Dalam kesempatan ini, Joko Widodo mengenakan atribut Satgas Cakra Buana lengkap dengan baret merahnya.

Pria yang akrab disapa Jokowi ini tiba di lokasi sekitar pukul 09.45 bersamaan dengan datangnya Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Jokowi tampak mendampingi Mega dalam satu barisan dengan politisi Effendi Simbolon.

Penampilan Jokowi dengan atribut pakaian dinas lapangan (PDL) khas Satgas Cakra Buana terbilang langka. Karena dalam kesempatan, dirinya selalu muncul dengan pakaian "kebesarannya", baju putih, celana hitam, dan sepatu kets. Satgas Cakra Buana merupakan organisasi sayap dari PDI Perjuangan.

Secara bersamaan, dalam peringatan Hari Lahir Pancasila juga akan digelar apel siaga sekaligus pengukuhan Satgas tersebut secara langsung oleh Megawati.

Peringatan Hari Lahir Pancasila yang diselenggarakan oleh PDI Perjuangan ini diberi tajuk "Selamatkan Bangsa dengan Api Perjuangan Bung Karno".

Didampingi Jokowi, Megawati tak kuasa menahan tangis Pidato lahirnya Pancasila

Megawati dan jokowi

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memimpin acara peringatan Hari Kelahiran Pancasila yang digelar di Tugu Proklamasi, Jakarta, Sabtu (1/6/2013). Dalam acara ini, Megawati sempat berlinang air mata saat menyampaikan pidato tentang lahirnya Pancasila.

"Ingatlah wejangan Bung Karno dalam pidato Lahirnya Pancasila, 'De Mensch', manusia harus memperjuangkan Pancasila supaya menjadi kenyataan," kata Megawati lantang.

"Beliau dengan lantang berujar, 'Jikalau bangsa Indonesia ingin supaya Pancasila yang saya usulkan itu menjadi satu realiteit, yakni jikalau kita ingin hidup menjadi satu bangsa, satu nationaliteit yang merdeka, ingin hidup sebagai anggota dunia yang merdeka, yang penuh dengan perikemanusiaan, ingin hidup di atas dasar permusyawaratan, ingin hidup sempurna dengan sociale rechtvaardigheid, ingin hidup dengan sejahtera dan aman, janganlah lupa akan syarat untuk menyelenggarakannya, ialah perjuangan, perjuangan, dan sekali lagi perjuangan...," lanjut Megawati sambil menyeka air matanya.

Dari sejak awal berpidato, suara putri Presiden Soekarno ini sudah terdengar lirih. Namun, ia tampak masih sanggup menahan tangisnya. Saat di ujung pidato, Megawati yang didampingi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tak lagi kuasa menahan tangis. Pidatonya sempat terhenti hitungan detik, dan sesekali dirinya kembali menyeka air matanya.

Menyaksikan pemimpinnya terisak, ratusan Satgas Cakra Buana (Organisasi sayap PDI Perjuangan) sontak bertepuk tangan dan meneriakkan kata "Merdeka.... Merdeka," sampai akhirnya Mega menyelesaikan pidato yang kembali disambut dengan tepuk riuh ratusan kader dan simpatisan PDI Perjuangan yang hadir dalam acara tersebut.

Selain untuk memperingati Hari Lahir Pancasila yang ke-68, berkumpulnya ratusan kader dan simpatisan PDI Perjuangan juga dimaksudkan untuk mengonsolidasi kekuatan Satuan Tugas (Satgas) partai melalui apel siaga sebagai persiapan memasuki tahun-tahun politik ke depan. Sejumlah tokoh nasional tampak hadir, di antaranya mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

5 Vokalis Kebon Sirih ini doyan cibir kinerja Jokowi

[caption id="" align="alignleft" width="324"]5 Vokalis Kebon Sirih ini doyan cibir kinerja Jokowi Joko widodo[/caption]

Sebagai mitra kerja, legislator punya hubungan yang cukup dengan eksekutif yang berkuasa saat itu. Bukan sekadar membahas produk undang-undang dan anggaran, legislator dalam hal ini DPR/DPRD adalah teman pemerintahan untuk mendiskusikan segala sesuatunya seperti persoalan proyek.

Tapi pemandangan di DPRD DKI Jakarta dan Pemprov DKI justru tak terlihat demikian. Dua lembaga ini tampaknya sulit sekali menyamakan visi dan misi membangun Jakarta. Selalu bersitegang.

Kondisi demikian sebenarnya terlihat mencolok sejak posisi DKI 1 berganti kepemimpinan dari Fauzi Bowo ke Joko Widodo. Entah apa sebabnya, mereka menilai apa yang dilakukan Jokowi saat ini tak lebih dari pencitraan belaka.

Memang, di bawah kepemimpinan Jokowi kebekuan birokrasi yang kaku selama ini coba dia dobrak. Jokowi juga tak terima adanya tawar menawar dengan DPRD dalam menangani proyek. Kondisi inilah yang membuat politikus Kebon Sirih naik pitam.

Sebagai bentuk ketidaksenangan mereka pada Jokowi, ada saja tindak tanduk mantan wali kota Solo itu yang mereka kritik. Tak puas hanya sekali, tapi berkali-kali tergantung pada tema yang hangat diperbincangkan di publik.

Meski demikian, Jokowi tetap tenang dan terus berharap pemprov dan DPRD DKI bisa bermitra dengan baik. Berikut lima anggota DPRD DKI yang hobi mengkritik kinerja atau program kerja Jokowi:

1. Politikus Demokrat, Ahmad Husein Alaydrus




[caption id="" align="alignleft" width="324"]5 Vokalis Kebon Sirih ini doyan cibir kinerja Jokowi Ahmad Husein Alaydrus[/caption]

Politikus Demokrat yang satu ini memang terlihat tak simpatik sekali pada sosok Jokowi. Sejak awal Jokowi dilantik, ada saja yang dikritiknya.

Hal yang pertama dia protes dari Jokowi adalah kebiasaan mantan wali kota Solo itu blusukan dan bertatap muka langsung dengan warga. Menurutnya, blusukan terus menerus cuma pencitraan dan tak menyelesaikan masalah.

"Blusukan tidak benar, buktinya warga banyak kebanjiran. Blusukan apa itu, akal-akalan saja," kata Husein.

Tak hanya itu, pada program yang digagas Jokowi, dia menilai masih sangat prematur. Dia matanya, KJS dan beberapa pembangunan yang ingin Jokowi seriusi tak masuk di akal dan aneh.

"Itu asal bunyi (Asbun) saja, harus ada ahlinya yang meneliti, nanti evaluasinya seperti apa? Teknologinya bagaimana? Emang dia pikir kaya pat-pat gulipat tinggal lipat aja," kata Alaydrus saat mengomentari proyek deep tunnel (terowongan bawah tanah) multifungsi.

Tak tanggung-tanggung, Alaydrus juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa program KJS yang dicanangkan Jokowi. "Jokowi bilang KJS tak mau dihilangkan, takut kalah saing dengan SKTM, Gakin dan Jamkesda. Jokowi tetap memilih KJS, saya bilang, 3,5 juta data lagi, data ulang. Saya curiga sebanyak ini menggunakan KTP orang mampu, KTP palsu, KTP Jakarta," tambahnya.


2. Politikus Demokrat, Taufiqurrahman




[caption id="" align="alignleft" width="324"]5 Vokalis Kebon Sirih ini doyan cibir kinerja Jokowi Taufiqurrahman[/caption]

Meski masih muda, politikus Taufiqurrahman cukup vokal di komisinya, Komisi A (bidang pemerintahan) DPRD DKI. Uniknya pria plontos ini tak hanya memikirkan bidangnya, tapi juga peka terhadap berbagai masalah yang dialami warga Jakarta.

Mulai dari masalah kesehatan, penggusuran, pendanaan satu proyek hingga kinerja Satpol PP dia komentari. Taufiq beralasan, hal itu dilakukannya semata-mata karena panggilan sebagai wakil rakyat.

Selama kepemimpinan Jokowi, vokal itu semakin lantang dan sering terdengar. Menurutnya, Jokowi tak siap menggagas proyek-proyek yang diimpikan. Sebagai bentuk protesnya pada kinerja Jokowi dia membuat hak interpelasi sampai terus ke jalan, berdemo bersama masyarakat.

Untuk aksi demo, dia lakukan pada Kamis kemarin di depan Balai Kota DKI Jakarta. Di antara ratusan massa yang menolak KJS, terlihat keberadaan Taufiq.

"Saya terpanggil untuk ikut memberikan semangat pada masyarakat yang merasakan hari ini pelayanan kesehatan semakin mundur gara-gara Kartu Jakarta Sehat," klaimnya.

3. Politikus PKS, Igo Ilham




[caption id="" align="alignleft" width="324"]5 Vokalis Kebon Sirih ini doyan cibir kinerja Jokowi Igo Ilham[/caption]

Program KJS Jokowi memang proyek yang paling disoroti DPRD DKI. Apalagi setelah beberapa waktu lalu, seorang bayi atas nama Dera Nur Anggraini meninggal karena tak bisa dilayani dengan cepat oleh pihak rumah sakit. Padahal kedua orang tuanya sudah memegang KJS.

Belajar dari kasus ini, Komisi E DPRD DKI Jakarta sebagai komisi yang membidangi masalah kesehatan mendesak Jokowi segera memperbaiki sistem tersebut.

"Itu berawal dari sistem dulu, itu yang harus diperbaiki, gubernur jangan kelalang keliling mulu sama omong-omong,"ujar Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Igo Ilham di Gedung DPRD Jakarta.

Igo mengatakan ada beberapa sistem pelayanan yang harus diperbaiki, yakni pertama sistem yang mampu menjangkau orang miskin di jakarta. Sehingga, terdapat sistem penggolongan pasien dari jenjang sosialnya.

"Sistemnya harus ada, kategori orang miskin mau ditaruh di dinas pendudukan sipil. Siapapun orang kalau melihat fulan ke rumah sakit, tinggal search di kependudukan, dia miskin, oh sudah, harusnya gitu," ucapnya.

"Kalau keliling-keliling doang enggak menghasilkan sistem percuma," tegasnya.

4. Politikus Golkar, Asraf Ali




[caption id="" align="alignnone" width="324"]5 Vokalis Kebon Sirih ini doyan cibir kinerja Jokowi Asraf Ali[/caption]

Beberapa waktu lalu, program berobat gratis dengan Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang digagas Jokowi jadi perbincangan hangat di publik. Sistem baru yang diterapkan dalam program itu, membuat rumah sakit yang diajak bekerja sama, mundur sebagai peserta.

Sebagai anggota Komisi E (bidang kesra) DPRD DKI Jakarta, Asraf Ali angkat bicara. Dia menilai program ini masih sangat prematur dan membingungkan.

"Saya berpikir, persoalan ini (KJS) tidak akan selesai di tingkat komisi. Maka hak ini akan terus bergulir dan bisa berujung ke paripurna," ujar Asraf.

Lebih lanjut, Asraf menambahkan, hak interpelasi ini dapat membahayakan Jokowi jika benar-benar digunakan. "Ini akan menjadi preseden buruk bagi gubernur jika sampai hak interpelasi ini benar-benar dipakai," pungkas dia.

5. Politikus PAN, Wanda Hamidah




[caption id="" align="alignnone" width="324"]5 Vokalis Kebon Sirih ini doyan cibir kinerja Jokowi Wanda Hamidah[/caption]

Politikus cantik asal Partai Amanat Nasional (PAN) memang terkenal vokal dalam rapat-rapat DPRD DKI. Sehari-harinya, dia duduk sebagai anggota Komisi E (bidang kesejahteraan rakyat).

Sikap kritisnya sering dia tujukan pada beberapa kebijakan yang direncanakan Gubernur Joko Widodo. Seperti pada program Kartu Jakarta Sehat (KJS) dan rencana pembangunan Stadion Taman BMW di Kelurahan Papanggung, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Untuk persoalan KJS, mantan foto model itu menilai sistem klaim pada program yang digagas Jokowi itu tak jelas. Dia meminta pemprov jangan malas mensosialisasikan program ini.

"Gimana mau rumah sakit, kita aja belum (sosialisasi)," kritik Wanda dalam rapat di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (27/5).

Kemudian terkait pembangunan stadion BMW, dia menolak karena tanah itu masih sengketa. "Saya mewakili Fraksi PAN menolak pembangunan Taman BMW. Itu kan lahan sengketa, rawan digugat, nanti kan DKI malah rugi besar," ujar Wanda Hamidah.

Dia menjelaskan sering melakukan dengar pendapat warga yang memiliki tanah stadion BMW, selalu dikeluhkan mengenai tidak dapat uang ganti rugi.

"Sebelum ada bukti absah kepemilikan Pemprov DKI. Saya ini notaris, kalau katanya sudah sah, mana berikan saya surat-suratnya," katanya.