Showing posts with label HUT ke-486 Jakarta. Show all posts
Showing posts with label HUT ke-486 Jakarta. Show all posts

Thursday, June 6, 2013

Warga Betawi: Jokowi-Ahok Kembalikan PRJ ke Sejarah


Meski baru sebatas wacana, pemindahan Pekan Raya Jakarta (PRJ) dari Kemayoran ke area Monumen Nasional oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta disambut baik oleh warga, khusus masyarakat Betawi.

Adji Virdian (24), warga Betawi yang tinggal di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, mengatakan, dirinya setuju jika PRJ dipindahkan ke Monas. Menurut dia, jika hal itu terjadi, Gubernur DKI Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menghargai sejarah HUT Jakarta.

"Kan, memang sejarahnya pertama kali PRJ itu di Monas. Diadakan di sana karena Monas, kan, ikon Jakarta. Makanya setuju banget mau diadain di Monas lagi," ujar pria yang bekerja di perusahaan konstruksi ini, Kamis (6/6/2013) siang.

Adji mengakui gelaran PRJ pada tahun-tahun terakhir sangat jauh dari roh HUT Jakarta terdahulu. Produk-produk berbasis masyarakat serta kesenian Betawi bergeser ke pinggir dan diganti dengan beragam stan industri raksasa. Pasar rakyat akhirnya berubah menjadi pasar modern.

"Kalau di Monas, kan, lebih kelihatan PRJ-nya daripada di Kemayoran yang lebih kelihatan pameran hanya untuk kalangan high class-nya. Lihat saja tiket masuknya yang Rp 35.000," ujar Adji.

Tidak hanya Adji, hal senada diungkapkan warga Betawi lainnya, Asrul Hasanudin (28). Pria yang tinggal di kawasan Batuampar, Condet, itu mengaku pasti turut dalam kemeriahan PRJ jika diselenggarakan di Monas. Menurut Asrul, suasana PRJ bisa membawa dirinya ke masa kecilnya.

"Gua ke PRJ Kemayoran cuma dua kali, tapi dulu gua lebih sering ke PRJ Monas waktu kecil sama bokap gua. Pasti berasa nostalgialah. Apalagi kalau tiket masuknya gratis," ujarnya semringah.

Ia berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa menghidupkan kembali roh yang telah lama sirna dari HUT Jakarta. Karakter Betawi yang menjelma dalam PRJ di Monas itu, lanjut Asrul, menjadi semangat baru bagi warga Jakarta demi membangun Jakarta yang diidam-idamkan.

Wacana perpindahan PRJ dari area Kemayoran ke pelataran Monas diwacanakan Pemprov DKI, beberapa waktu lalu. Pemprov DKI melihat PRJ kehilangan roh karakter Betawi atas keberadaan stan-stan industri raksasa, menggeser produk kebudayaan Betawi. Pemprov DKI melihat perlu digelar HUT Jakarta yang memiliki ciri Betawi.

Monday, June 3, 2013

Basuki: Pesta Rakyat di Monas Bukan Tandingan PRJ

Ahok

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjajaki untuk menggelar pesta rakyat bersamaan dengan HUT ke-486 DKI Jakarta di pelataran Monumen Nasional (Monas). Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menampik bahwa pergelaran itu sebagai acara tandingan dari Pekan Raya Jakarta (PRJ).

"Enggak sampai ngomong cabut saham. Tidak ada mau mengubah JIExpo. Pameran silakan saja, tapi boleh dong ada juga yang berbasis budaya," ujar Basuki di kantornya, Senin (3/6/2013) siang.

Rencana pesta rakyat tersebut, lanjutnya, dimulai dari keprihatinan terhadap karakteristik budaya Betawi yang kian minim di PRJ. Padahal, PRJ digelar untuk memperingati HUT DKI Jakarta. Oleh karena itu, Pemprov DKI berencana untuk menyelaraskan PRJ dengan pesta rakyat.

"Mulai tahun ini kita susun ada festival rakyat, ada car free night. Jadi, kalau JIExpo pameran, silakan pameran saja. Kita punya konsep sendiri yang sifatnya lebih kerakyatan," ujar Basuki.

Jika masuk ke arena PRJ harus merogoh kocek, pria yang akrab disapa Ahok tersebut menegaskan bahwa di pesta rakyat nantinya pengunjung tak dipungut biaya alias gratis. Kebijakan itu dilakukan agar seluruh warga DKI bisa turut menikmati kemeriahan HUT kotanya.

"Kalau sekarang, yang bisa masuk Jakarta Fair kan hanya kalangan atas. Yang kalangan bawah kan tidak menikmati HUT DKI. Maka, kita ingin tak terlalu elite dan enggak bayar," ujarnya.

Menurut rencana, pesta rakyat tersebut akan digelar pada HUT DKI Jakarta tahun 2014. Pesta rakyat tersebut direncanakan menggunakan pelataran Monas. Jika di PRJ stan yang ada berasal dari perusahaan raksasa, di pesta rakyat ini stan yang digelar lebih berlandaskan budaya, misalnya pameran kesenian.

Meski demikian, Basuki yang merupakan mantan anggota DPR tersebut mengatakan, pihaknya masih akan melakukan kajian mendalam terkait rencana pergelaran pesta rakyat itu, mulai dari konsep acara hingga teknis pelaksanaan.

Sunday, June 2, 2013

Jokowi: HUT Jakarta Dibikin Tidak Elitis

[caption id="attachment_26131" align="alignleft" width="260"]Logo 486 Jakarta Logo 486 Jakarta[/caption]

Hari jadi Kota Jakarta segera tiba. Pencanangan HUT ke 468 Jakarta yang digelar di lapangan Perkampungan Industri Kecil (PIK) pun dihadiri Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi dengan penuh antusias.

Berbagai kegiatan juga diadakan untuk mengisi acara yang juga dihadiri istri Gubernur, Anna Iriana Widodo ini. Lomba panjat pinang, lomba adu cepat berjalan dengan bakiak, dan bazar tak cuma menyenangkan hati warga, tapi juga Jokowi. Acara seperti inilah yang pas untuk diadakan pada perayaan milad Ibukota nanti.

“Mendekatkan kegiatan-kegiatan HUT Jakarta ke-468 (seperti ini) supaya mendekati rakyat,” kata Jokowi di lokasi, Minggu (2/6/2013).

Hanya acara yang merakyatlah yang diinginkan Jokowi untuk mengisi perayaan ulang tahun Jakarta. Mantan Walikota Solo itu ingin agar seluruh warganya bisa turut larut dalam kegembiraan.

“Jadi ada kegembiraan rakyat dalam rangka menyambut HUT kotanya. Jadi tidak elitis,” ujarnya.

“Kami ingin memberikan hiburan dan kegembiraan pada masyarakat. Intinya ke sana. Saya rasa itu saja,” pungkas Jokowi.[Liputan6.com]

Gara-gara semur jengkol, warga dapat sepeda dari Jokowi

Gara-gara semur jengkol, warga dapat sepeda dari Jokowi


Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mempersilakan istrinya, Iriana Jokowi untuk memberikan pertanyaan dan memberikan hadiah sepeda gunung dalam pencanangan HUT ke 486 DKI Jakarta.


Iriana memberikan pertanyaan ringan kepada salah seorang ibu Kelurahan Penggilingan, Cakung, yang sebelumnya dipanggil untuk naik ke panggung.

"Biar gantian bu Iriana yang memberikan pertanyaan," kata Jokowi dengan nada romantis di PIK, Cakung, Jakarta Timur, Minggu (2/6).

Iriana kemudian memberikan pertanyaan tentang bunga. "Sebutkan nama bunga," tanya Iriana. "Mawar, Melati dan Anggrek," jawab seorang ibu.

Hadiah sepeda gunung pun diberikan Iriana kepada warga. Bergantian, kemudian Jokowi dalam kesempatan itu juga memberikan pertanyaan.

Selama menjabat gubernur, Jokowi seringkali menggemborkan untuk diangkatnya budaya Betawi.

"Coba saya pengen tanya, warga Jakarta tahu tidak makanan Betawi, sebutkan tiga," tanya Jokowi ke salah satu ibu warga.

"Semur jengkol, kerak telur dan sayur asem," jawabnya.

Jokowi pun menanyakan kepada warga apakah jawaban ibu itu benar atau tidak. "Benar, itu makanan semur jengkol kesukaan Pak Jokowi ya," teriak warga.

Diketahui sebelumnya, pencanangan HUT ke 486 Jakarta telah dibuka. Pencanangan digelar di lapangan bola PIK Cakung Jakarta Timur dihadiri oleh Ketua DPRD DKI Jakarta Ferrial Sofyan, Ketua HUT DKI ke 486 Sylviana Murni, Plt Sekda Wiryatmoko, Wali Kota Jakarta Timur AR Krisdhiantoro dan sejumlah pejabat lainnya.

Ini Alasan Jokowi Gelar HUT Jakarta di Cakung

HUT Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memiliki alasan tersendiri mengapa HUT ke-486 DKI Jakarta dimulai di Lapangan Bola Pusat Industri Kecil Cakung, Jakarta Timur. Ia ingin HUT DKI dirasakan seluruh warga DKI, tak terkecuali.

"Supaya mendekati rakyat, ada kegembiraan rakyat, tidak elitis gitu," ujar Jokowi di sela-sela acara pencanangan, Minggu (2/6/2013).

Alasan lain, lanjut Jokowi, Jakarta Timur memiliki jumlah penduduk paling besar di DKI Jakarta. Ia ingin seluruh masyarakat mendapatkan hiburan. Mantan Wali Kota Surakarta tersebut berharap, pada HUT Jakarta yang jatuh pada tanggal 22 Juni 2013, Pemerintah Provinsi DKI berhasil membenahi Ibu Kota secara total. Kendati demikian, Jokowi mengatakan, penyelesaian masalah Ibu Kota memerlukan waktu.

"Sekarang ini dalam waktu yang bersamaan, kita disuruh menyelesaikan masalah bertumpuk. Saya ngomong apa adanya, beri saya waktu," ujarnya.

Acara pencanangan HUT DKI di Cakung memang tergolong murah meriah. Sekitar 3.000 warga, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa, memenuhi lokasi acara yang terdiri dari area lomba, berbagai stan produk serta panggung utama tersebut. Peresmian pencanangan HUT DKI ditandai oleh bunyi ratusan kentongan yang dipukul pengunjung, yang dipimpin oleh Gubernur DKI Jakarta.

Setelah pencanangan dibuka, pengunjung pun diperbolehkan mendatangi stan dan melihat beragam lomba yang diadakan di sana.

Saturday, June 1, 2013

Jokowi: Pemprov Ingin Pindahkan PRJ ke Monas


Gubernur DKI Joko Widodo mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana memindahkan lokasi penyelenggaraan Pekan Raya Jakarta (PRJ) dari Kemayoran ke Monumen Nasional (Monas).

"Iya, tapi itu baru rencana," ujar Jokowi di sela-sela acara pembukaan HUT ke-486 DKI di lapangan sepak bola Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Minggu (2/6/2013) pagi.

Mengenai PRJ, Jokowi menilai ajang itu seharusnya mengakomodasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bukan hanya industri besar seperti selama ini. Menurutnya, jika UMKM diberi tempat, kesejahteraan warga akan meningkat.

"Iya, terlalu banyak industri modernnya di PRJ sekarang, kan bisa dilihat sendiri. Kita ingin ke depan yang kecil-kecil masuk," lanjut Jokowi, yang juga menyatakan harapan supaya gagasan Pemprov DKI mendorong UMKM didukung oleh semua pihak.

Buka HUT ke-486 Jakarta, Jokowi disambut reog dan ondel-ondel

[caption id="" align="alignleft" width="227"]Buka HUT ke-486 Jakarta, Jokowi disambut reog dan ondel-ondel Jokowi disambut reog dan ondel-ondel[/caption]

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) pagi ini membuka pencanangan HUT ke-486 Jakarta. Jokowi bersama istri, Iriana Jokowi tiba di lokasi lapangan bola PIK Cakung, Jakarta Timur.

Pantauan merdeka.com, Minggu (2/6), Jokowi tiba di lokasi pukul 08.30 WIB. Seperti biasa, kedatangan Jokowi menjadi magnet. Warga langsung berebut salaman dan foto bersama. Kejadian ini menambah riuhnya acara.

Jokowi mengenakan kaos baru yang menunjukkan tema HUT ke 486 kota Jakarta, warna putih dengan logo tema 'Jakarta Baru Jakarta Kita'. Kedatangan Jokowi disambut Reog Ponorogo dan barongsai.

Selain itu, marawis dan ondel-ondel menambah semaraknya acara pencanangan pembukaan HUT DKI Jakarta ke 486. Jokowi juga diberi peralatan kasidah untuk disumbangkan ke beberapa lembaga islami dan sejumlah peralatan seni budaya.

Selain Iriana Jokowi, hadir pula Ketua DPRD DKI Jakarta Ferrial Sofyan, Ketua HUT ke-486 DKI Sylviana Murni, Plt Sekda Wiryatmoko.