Showing posts with label Gubernur DKI Jakarta. Show all posts
Showing posts with label Gubernur DKI Jakarta. Show all posts

Monday, June 10, 2013

Lagi, Jokowi rombak susunan kepala dinas di DKI


Gubernur Joko Widodo rupanya belum mantap dengan susunan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) khususnya eselon II di Pemprov DKI Jakarta. Hari ini, sekitar tujuh orang pejabat eselon dua akan dirotasi dari jabatan sebelumnya.

Pelantikan akan dilangsungkan pukul 13.00 WIB di Balai Kota DKI Jakarta. Untuk diketahui, pejabat eselon dua termasuk di antaranya kepala dinas, wakil kepala dinas, kepala biro dan asisten deputi gubernur.

"Ya nanti siang ada pelantikan, kira-kira ada tujuh orang lah," ujar Kepala BKD DKI Jakarta I Made Karmayoga saat dihubungi wartawan, Selasa (11/6).

Namun, Made begitu ia disapa, masih merahasiakan siapa saja pejabat eselon II yang akan dirotasi. Tetapi, Made memberikan gambaran ada kepala dinas yang akan digeser dalam mutasi jabatan ini.

"Iya ada (kepala dinas) yang jelas ini untuk reformasi birokrasi menuju Jakarta Baru. Pokoknya enggak terlalu ekstrim turun jabatannya," jelasnya.

Ini untuk kesekian kalinya Jokowi merombak susunan anak buahnya. Khusus eselon II, Jokowi pernah melakukan rotasi sebanyak dua kali pertama sekitar November 2012 lalu, kemudian Mei 2013 kemarin.

Jokowi Marah Pesta Rakyat Diibaratkan Pameran Kerak Telor


Gubenur DKI Jakarta Joko Widodo marah atas pernyataan tentang pesta rakyat Jakarta yang diibaratkan seperti pameran kerak telor. Jokowi menilai pernyataan itu salah besar.

Hal itu disampaikan Jokowi ketika ditanya tentang pernyataan Komisaris Utama PT Jakarta International Expo (PT JIExpo), Murdaya Poo, pekan lalu. Pada pertemuan dengan Wakil Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Selasa (4/6/2013), Murdaya Poo menyanggah PRJ hanya mengakomodasi industri skala besar dan mengabaikan industri kecil. Menurutnya, PT JIExpo telah proporsional dalam menempatkan usaha kecil dan industri besar.

"Sekarang itu, sudah dua kali lipat (keberadaan usaha kecil di PRJ), tiap tahun dilipatkan terus. Memang, di luar ada, di dalam ada, karena ini kan bukan pameran kerak telor," kata Murdaya kepada wartawan setelah bertemu dengan Basuki, Selasa.

Jokowi menilai salah besar jika pesta rakyat yang digagas olehnya diadakan untuk menyingkirkan Pekan Raya Jakarta yang selama ini digelar oleh PT JIExpo. "Karena dia (Murdaya Poo) enggak mulai dari awal. Dia ngertinya kan hanya untung, hanya untung, hanya untung. Tahu kamu?" kata Jokowi dengan nada tinggi kepada wartawan ketika ia membeli kerak telor di tepi Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2013) siang.

Pernyataan tegas dengan mimik serius dari mantan Wali Kota Surakarta tersebut sempat membuat sejumlah wartawan terkejut. Tidak biasanya Jokowi melontarkan pernyataan dengan nada tinggi seperti itu karena Jokowi selalu melayani pertanyaan media dengan gaya santai.

Jokowi mengatakan, keinginan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menggelar pesta rakyat menyambut HUT DKI Jakarta bukan untuk mengusik acara PRJ yang diselenggarakan oleh PT JIExpo. Menurut Jokowi, bisa saja ada pameran industri berskala besar. Namun, harus ada juga acara yang mengakomodasi usaha kecil dari masyarakat.

"Konsepnya awal itu untuk kegembiraan rakyat, kemudian juga untuk usaha-usaha yang kecil, usaha mikro, usaha-usaha rumah tangga seperti ini yang seharusnya diberi ruang. Biar mereka pun bisa berpesta satu tahun sekali," ujarnya.

Jokowi mencontohkan, jika JIExpo mengklaim telah mengakomodasi pedagang kecil, buktinya masih ada ratusan pedagang kerak telor yang tidak bisa masuk ke arena PRJ dan berjualan di pinggir-pinggir jalan di sekitar arena PRJ. Oleh sebab itu, kata Jokowi, perlu ada acara yang mampu menampung para pedagang makanan kecil itu.

Pemprov DKI mewacanakan untuk menggelar acara PRJ di pelataran Monumen Nasional sebagai bagian dalam merayakan ulang tahun Kota Jakarta. Pemprov DKI melihat PRJ yang digelar di Kemayoran selama beberapa tahun ini telah kehilangan roh karakter Betawi. Hal itu antara lain ditandai oleh keberadaan stan-stan industri raksasa di PRJ yang menggeser produk kebudayaan Betawi. Pemprov DKI melihat perlu digelar HUT DKI yang memiliki ciri Betawi.

Lambaian Pengunjung PRJ untuk Siapa, Jokowi atau SBY?

Acara Peresmian Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran dalam rangka menyambut HUT ke-486 DKI Jakarta, Senin (10/6/2013), berlangsung secara meriah. Sejumlah pejabat, mulai dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono hingga Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, hadir dalam acara itu. Dari pantauan Kompas.com, Presiden SBY ditemani Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono berada di panggung acara bersamaan dengan Joko Widodo yang juga didampingi istri.

Presiden yang mengenakan kemeja lengan panjang warna biru tua berada di depan Jokowi yang mengenakan kemeja batik lengan panjang coklat. Kedatangan kedua tokoh itu pun mendapat sambutan meriah. Para pengunjung PRJ secara bersama-sama melambaikan tangan ke arah kedua tokoh tersebut. Namun, tak jelas kepada siapa para pengunjung melambaikan tangan. Sebab, jarak kedua tokoh ke pengunjung itu cukup jauh.

Lambaian tangan itu pun ditanggapi berbeda, baik oleh Presiden maupun Jokowi. Presiden tampak turut melambaikan tangan ke arah kerumunan pengunjung. Namun, di belakangnya, Jokowi tampak hanya menunduk sambil tersenyum kepada pengunjung. Keduanya lalu duduk di kursi VVIP.

Ajang pameran PRJ telah dibuka untuk umum sejak Kamis, 6 Juni 2013 lalu. Namun, acara peresmian baru dilakukan hari ini. Acara dengan tajuk "Terus Maju Jakartaku" tersebut akan berlangsung selama 32 hari penuh hingga 7 Juli mendatang, bertepatan musim liburan sekolah. Acara peresmian pembukaan hari ini diisi oleh beragam atraksi, mulai dari drama musikal sesuai tema, tarian, dan musik. Turut hadir sejumlah pejabat, yaitu Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, dan Ketua KONI Agum Gumelar.

Serapan APBD 2012 rendah, DPRD DKI kompak kritik Jokowi-Ahok

Serapan APBD 2012 rendah, DPRD DKI kompak kritik Jokowi-AhokDewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mengkritik rendahnya penyerapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI tahun 2012. Salah satunya terkait pembebasan lahan.

"Realisasi belanja modal hanya 68,5 persen," ujar anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Subki, saat menyampaikan pandangan atas laporan pertanggungjawaban APBD DKI di hadapan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (10/6).

Subki menjelaskan, penyerapan anggaran untuk belanja tanah yang hanya 2,25 persen dari modal yang mencapai Rp 35,38 triliun. Akibatnya sisa anggaran untuk belanja tanah mencapai Rp 9,46 triliun.

"Pemerintah seharusnya sudah menyadari bahwa ada keterbutuhan ruang terbuka hijau. Juga termasuk fasilitas sosial dan umum," jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Belly Bilasula. Menurutnya, banyak program yang dicanangkan pada APBD 2012 belum terlaksana menyebabkan serapan anggaran rendah.

"Pertumbuhan ekonomi Jakarta 2012 lebih rendah dari 2011, hanya 6,5 persen," kritik Belly.

Belly mengatakan, pemprov lebih banyak menghabiskan uang untuk belanja operasional dibandingkan modal. Rasionya belanja operasional mencapai Rp 22,77 triliun sedangkan modal hanya Rp 8,78 triliun.

"Belanja operasional hanya menguntungkan birokrasi. Sedangkan investasi untuk jangka panjang yaitu modal diabaikan. Sehingga merugikan masyarakat," tambahnya.

Lain halnya, Perwakilan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dwi Rio Sambodo mengatakan dari pos pendapatan daerah lain-lain yang sah hanya tercapai 0,24 persen dari target Rp 1,54 triliun. Padahal DKI Jakarta memiliki potensi besar mendapatkan pemasukan dari sektor pajak.

"Pajak pemakaian air bawah tanah juga hanya terealisasi 60,03 persen dari target Rp 170 miliar," ujarnya.

Bahkan Fraksi PAN-PKB menyoroti jumlah utang yang membengkak. Perwakilan fraksi, Wanda Hamidah mengatakan pada tahun 2011 utang pemerintah sebesar Rp 715,44 miliar.

"Sedangkan 2012 malah menyisakan hutang Rp 903,88 miliar," katanya.

Padahal idealnya, utang tidak mengalami peningkatan sebesar ini jika seluruh belanja pengeluaran selesai pada akhir 2012.

Untuk anggota dewan meminta pemerintah benar-benar mengalokasikan dana sesuai dengan tugas dan fungsi pokok satuan perangkat kerja.

"Pemerintah juga harus meningkatkan kapasitas dari aparatur dalam penguasaan teknologi informasi," pungkas salam satu anggota dari Fraksi Hanura-PDS, Farel Silalahi.
[lia]

Di PRJ, Jokowi Diteriaki Diminta "Nyapres"

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tetap menjadi pusat perhatian saat menghadiri Pekan Raya Jakarta (PRJ) di Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2013) malam. Pengunjung meneriaki Jokowi agar bersedia maju dalam pemilihan presiden pada Pemilu 2014.

Pantauan Kompas.com, pemandangan tersebut terjadi seusai Jokowi beserta beberapa pejabat lain melepas kepergian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Seusai mobil RI 1 meninggalkan lokasi, pengunjung PRJ berdesakan menyerbu Jokowi.

"Pak, jadi capres ya Pak," teriak salah seorang pemuda sambil berusaha mendekati Jokowi. "Iya Pak, kami pasti dukung Bapak di 2014," timpal seorang wanita yang ikut berdesakan berusaha mendekati orang nomor satu di DKI Jakarta itu.

Jokowi tak menjawab seruan-seruan itu. Ia hanya membalas dengan senyuman dan menyalami satu per satu pengunjung PRJ yang merangsek mendekatinya. Aksi para pengunjung PRJ membuat para ajudan gubernur kewalahan mengawal Jokowi.

Menggembirakan rakyat

Di sela interaksinya dengan pengunjung PRJ, Jokowi sempat menjelaskan rencana Pemprov DKI Jakarta dalam menyambut HUT DKI Jakarta. Dia mengatakan peringatan ulang tahun akan dirayakan dengan menggelar acara berbasis kebudayaan.

Menurut Jokowi, PRJ sudah berkembang dan berubah menjadi pameran industri raksasa, tidak lagi sesuai dengan roh awal acara. "Sudah berkembang ke arah pameran dagang. Padahal di awal, PRJ adalah pestanya rakyat, gembiranya rakyat," ujarnya.

Oleh sebab itu, Jokowi pun memastikan pesta sesungguhnya untuk rakyat pada Juni 2014, ulang tahun berikutnya. Namun, dia belum dapat memastikan apakah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal mencabut sahamnya di JIExpo untuk memfokuskan dana ke pesta rakyat ataukah akan menggelar dua acara berbeda secara beriringan. "Sedang dikaji," tepis dia.

Sunday, June 9, 2013

Di Monas, warga bisa blusukan di kereta contoh monorail



[caption id="" align="alignleft" width="324"]Di Monas, warga bisa blusukan di kereta contoh monorail Di Monas, warga bisa blusukan di kereta contoh monorail[/caption]

Salah satu program yang digadang oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah rencana pembangunan megaproyek transportasi berbasis massal atau monorail. Dalam rangkaian HUT ke 486 Jakarta yang jatuh pada bulan Juni ini, PT Jakarta Monorail bakal memamerkan Kereta Contoh Monorail di kawasan Monumen Nasional (Monas).

"Sejak awal Juni, kereta contoh monorail sudah tiba di Jakarta, sekarang masih dalam penyelesaian agar memudahkan warga Jakarta menikmati kereta contoh ini," kata Juru Bicara PT Jakarta Monorel Bovanantoo, Jakarta, Minggu (9/6).

Untuk kereta contoh monorail ini, Bovanantoo menjelaskan, kapasitas per gerbong mencapai 200 penumpang duduk dan berdiri. Selain itu, gerbong monorail juga akan dilengkapi baris untuk handicap (kursi roda).

Bovananto menegaskan, PT JM bukan hanya menunjukkan kemajuan yang sangat berarti dengan dipenuhinya berbagai dokumen yang diperlukan oleh pemerintah Jakarta. Namun, kehadiran kereta contoh ini membuktikan bahwa pihaknya sangat serius berusaha untuk melayani kebutuhan warga untuk masalah transportasi di Jakarta.

"Selain kami bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan dokumen-dokumen yang diperlukan oleh pemerintah, kami juga menghadirkan kereta contoh yang nantinya akan melayani warga Jakarta," terangnya.

Bovanantoo menambahkan, investor PT JM (Ortus Holdings) juga telah merampungkan pembelian saham PT Adhi Karya Tbk (AK) di JM dan sudah selesai dibayar lunas. Sedangkan mengenai pembayaran tiang-tiang, Adhi Karya dan Jakarta Monorel sudah mencapai kesepakatan untuk mekanisme dan tata cara pembayarannya. Namun menunggu status free and clear sebagaimana yang telah disepakati kedua belah pihak.

"Pembayaran sebesar Rp 190 milyar seperti yang sudah disepakati akan dilakukan setelah semua persyaratan yang tertuang dalam kesepakatan tertulis terpenuhi," tandasnya.
[did]

Jokowi akan dampingi SBY buka PRJ di Kemayoran

[caption id="" align="alignleft" width="324"]Jokowi akan dampingi SBY buka PRJ di Kemayoran Jokowi akan dampingi SBY buka PRJ di Kemayoran[/caption]

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) hari ini diagendakan akan menemani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menghadiri pembukaan Pekan Raya Jakarta di Jakarta International Expo Kemayoran.

"Pukul 19.00 WIB, memberikan sambutan pada acara pembukaan Pekan Raya Jakarta Tahun 2013 dalam rangka HUT Jakarta ke-486 bersama Presiden RI, JIExpo Kemayoran, Jakarta," isi agenda dari protokoler Humas Pemprov DKI Jakarta, Senin (10/6).

Jokowi berkeinginan menyulap PRJ dengan nuansa yang berbeda. Menurutnya, PRJ akan dievaluasi agar nuansa kerakyatan lebih ditonjolkan.

Kemudian untuk tahun depan, PRJ kemungkinan besar tidak lagi digelar di Kemayoran. Namun akan digeser di Lapangan Monas dengan harapan seluruh warga Jakarta dengan mudah menikmati pesta rakyat tersebut.

"Masih direncanakan," ujar Jokowi di Cakung, Jakarta Timur, Minggu (2/6).

Adapun alasannya menurut Jokowi adalah supaya ada kombinasi antara usaha kecil, menengah dan memamerkan produk-produk berbasis budaya.

Jokowi menilai PRJ yang sekarang ini jauh dari roh kerakyatan. PRJ menonjolkan kepentingan bisnis besar dan hanya mengejar kepentingan komersialisme. Padahal, PRJ disuguhkan bertujuan untuk menghibur rakyat dan warga Jakarta.

"Ya nanti itu supaya kembali ke rohnya, bahwa itu untuk produk-produk kreatif berbasis budaya," jelas Jokowi.

Jokowi Hadiri Prosesi Pemakaman Taufiq Kiemas

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo bersama para pejabat negara lainnya tampak hadir di Bandara Halim Perdanakusuma menunggu kedatangan jenazah Ketua MPR RI, Taufiq Kiemas yang meninggal dunia di Singapura, Sabtu (8/6). Rencananya, setibanya di Bandara Halim Perdanakusuma, jenazah akan langsung diberangkatkan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata.

Jokowi berangkat dari rumah dinas di Jl Taman Suropati, Menteng sekitar pukul 07.20 menggunakan kendaraan Toyota Land Cruiser bernopol B 1 DKI. Setibanya di Halim Perdanakusuma, Jokowi langsung memasuki hanggar Skuadron Udara 17, tempat jenazah Almarhum Taufiq Kiemas disemayamkan.

Selain Jokowi, beberapa pejabat lainnya yang turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir yakni Gubernur DIY Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono X, Gubernur Jawa Tengah terpilih Ganjar Pranowo, Anggota DPR RI Dedi Gumelar alias Miing, adik ipar Taufiq Kiemas, Guruh Soekarno Putra dan Menteri Koordinator Perkonomian, Hatta Rajasa.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI-P, Dwi Rio Sambodo mengatakan, rencananya jenazah diberangkatkan dari rumah sakit menuju Bandara Changi pada pukul 07.30 waktu Singapura. Kemudian pada pukul 09.00 waktu Singapura pesawat khusus yang membawa jenazah terbang menuju Bandara Halim Perdanakusuma.

"Dijadwalkan pada pukul 09.30, pesawat khusus yang membawa jenazah Taufiq Kiemas tiba di Bandara Halim Perdanakusuma. Presiden SBY direncanakan akan menyambut langsung," ujar Dwi Rio, Minggu (9/6).

Setelah disemayamkan di VVIP Room Bandara Halim Perdanakusumah, jenazah langsung diberangkatkan ke TMP Kalibata untuk dimakamkan. Upacara kenegaraan pemakaman direncanakan dipimpin oleh Presiden SBY pada pukul 11.00.

Seperti diketahui, Taufiq Kiemas meninggal pada Sabtu (8/6) pukul 19.05 waktu Singapura. Ketua MPR RI tersebut meninggal karena penyakit jantung yang dideritanya. Keadaan Taufiq sempat membaik pada Sabtu siang, namun kembali memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.

Saturday, June 8, 2013

Satu Kalimat Taufiq Kiemas yang Terus Diingat Jokowi

Taufiq Kiemas, Megawati, Puan Maharani, dan Jokowi.Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tiba di Hanggar VVIP Skuadron 17 Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Minggu 9 Juni 2013, untuk menyambut kedatangan jenazah Ketua MPR RI Taufiq Kiemas yang wafat kemarin sore di Singapore General Hospital karena penyakit jantung.

Jokowi mengatakan dia tak bisa melupakan satu kalimat yang diucapkan Taufiq kepadanya usai pengumuman kemenangan dia dan Ahok menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta pada pertengahan tahun 2012.

Saat itu, kata Jokowi, ia selaku kader PDIP dipanggil oleh Taufiq ke rumahnya. “Di sana Pak Taufiq berkata, 'Jok, aku sekarang enggak sakit lagi. Aku sudah sehat. Aku dapat obat mujarab',” kata Jokowi menirukan ucapan Taufiq, seniornya di PDIP yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Pusat partai itu.

“Saya lalu bilang, 'Alhamdulillah, kalau begitu. Apa obatnya, Pak?' Dijawab Pak Taufiq, 'Obatnya kamu menang di pemilihan Gubernur Jakarta. Kamu obat paling mujarab buat saya',” Jokowi mengingat percakapannya dengan Taufiq ketika itu.

Jokowi mengatakan ia tak pernah menyangka bakal mendapat jawaban seperti itu. “Itu tak pernah terlupakan selama hidup saya. Saya sangat kaget. Ini akan saya ingat terus,” kata dia. (kd)(viva.co.id)

Pejabat naik pesawat, Jokowi terlanjur gandrung kelas ekonomi

Reporter : Mohamad Taufik (merdeka.com)

Pejabat naik pesawat, Jokowi terlanjur gandrung kelas ekonomi

Kasus pejabat memukul pramugari pesawat agaknya baru kali ini terjadi. Apalagi dilakukan pejabat pemerintahan. Tapi inilah kenyataanya, nama Zakaria Umar Hadi, Kepala Dinas Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi Bangka Belitung (Babel) mendadak popular karena telah memukul seorang pramugari Pesawat Sriwijaya Air SJ 078.

Sebenarnya cerita pejabat naik pesawat sudah biasa. Hampir dipastikan saban kunjungan lintas daerah, pulau, atau kota, mereka menggunakan pesawat. Namun kisah di antara mereka menjadi seru karena beberapa perjalanan pejabat menggunakan pesawat menyisakan cerita lain yang menurut merdeka.com cukup menarik.

Salah satunya berita pemukulan Zakaria terhadap seorang Pramugari bernama Febriyani. Cerita Zakaria berbuntut panjang karena Febri tidak terima dengan pemukulan. Dia melapor ke polisi. Ujungnya, Zakaria sementara ini meringkuk di tahanan.

Itu cerita Zakaria. Ada cerita seru lain. Kali ini giliran Joko Widodo (Jokowi), Gubernur DKI Jakarta. Mantan Wali Kota Solo itu mengaku kesengsem dengan pesawat kelas ekonomi. Karena itu, dia kerap naik pesawat ekonomi ketika perjalanan dari Solo ke Jakarta, atau sebaliknya dari Jakarta ke Solo.

Lihat saja pengakuan Jokowi kepada merdeka.com beberapa waktu lalu. "Emang dari dulu saya anak ekonomi. Saya dari dulu biasa saja, dari dulu di ekonomi ya ekonomi," ujar Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (29/5).

Pengakuan Jokowi ini terkonfirmasi dengan pengakuan seorang penumpang pesawat kelas ekonomi yang kebetulan pernah bareng dengan Gubernur DKI yang biasanya juga dipanggil 'Mas Joko' ini. Seperti ditulis seorang bloogers dengan nama adesmurf. Dia menulis kisah perjalanan di dalam pesawat bareng Jokowi.

Begini dia menulis: Akhir pekan lalu, saya dan suami bertolak kembali ke Jakarta dari Solo, melalui Bandara Adi Soemarmo. Saat tengah menunggu giliran masuk pesawat di tengah antrian panjang, tiba-tiba kami dikejutkan oleh suara sedikit gaduh di belakang. Spontan menoleh, beberapa orang pun melakukan hal yang sama.

Bahkan tak sedikit yang bergegas menghampiri ke arah kerumunan. Sesosok pria dengan wajah sangat familiar berdiri di tengah-tengah orang yang berebut untuk menyapa dan berfoto bersama. Mengenakan celana jeans, kemeja putih bertangan panjang yang digulung, menyandang ransel hitam di pundak, ia terlihat sedikit lelah, namun secara umum terkesan santai, tenang dan ramah.

Pria itu menebar senyuman khasnya. Dia orang nomer satu di DKI, Joko Widodo yang tenar dengan sapaan akrab Jokowi. Saya ikut berdegup melihat kehadiran beliau, terutama melihat antusiasme orang-orang di ruang tunggu keberangkatan. Seolah semua merasa ingin mendekat dan menyapa. Sangat tergelitik untuk ikut menghampiri beliau, namun saya pun separuh mengingatkan diri sendiri sebenarnya, jangan sampai proses boarding terganggu.

Terlebih, kerumunan berjarak agak jauh dari titik kami berdiri dan terhalang beberapa penumpang lain. Saya berusaha fokus pada antrian, meski sesekali masih juga melihat ke belakang. 'Dzziig!' Ada rasa yang sedikit asing, namun membuat saya tiba-tiba dijalari perasaan haru mendalam. Semacam cubitan bercampur pelukan hangat.

Belum tuntas keheranan, berikutnya saya kembali menyaksikan sesuatu yang langka di negeri ini: seorang pejabat publik terkemuka ikut di dalam antrian masuk ke pesawat, untuk kemudian duduk di bangku belakang: kelas ekonomi! Dalam penggambaran bak tokoh kartun, mungkin rahang saya sudah terlepas jatuh ke lantai.

Baru kali ini saya duduk lebih depan daripada seorang pejabat. :-P Bukan tanpa alasan. Sudah terlalu sering saya menyaksikan bagaimana pongahnya perangai para penguasa ketika menggunakan fasilitas publik. Jangankan mereka, para asisten dan lingkaran terdekatnya juga kerap bertingkah berlebihan, selalu minta dilayani, diistimewakan dan dimaklumi setiap kali mereka hadir. Tidak banyak yang lebih memuakkan dari hal tersebut.

Tulisan pengalaman Adesmurf dikomentari orang lain yang ternyata juga punya pengalaman mirip. Begini pengakuanya: Benar2 de javu, 28 april lalu saya mempunyai pengalaman yang sama: flight yg sama, posisi duduk yg sama (kalo tidak salah waktu itu beliau duduk di no 26/27, saya 1 row di depannya), kemeja putih digulung yang sama, riuh rendah orang2 yg ingin salaman dan berpoto dengannya dst …

Bedanya mungkin cuma saat itu dia narik koper kecil (bukan bawa ransel) dan sampe Jakarta lebih beruntung dari anda karena tidak perlu naik bis ke gedung terminal. Saya rasa tidak perlu argue apakah Jokowi satu2nya pejabat yang merakyat atau tidak, saya yakin jawabannya tidak. tapi mari kita share cerita2 positif semacam ini.

sebagai bentuk penghormatan saya kepada beliau, saat itu saya memilih sikap untuk 'mengacuhkannya', karena saya yakin beliau juga membutuhkan privacy buat dirinya …

Itulah dua perilaku pejabat di negeri ini ketika naik pesawat. Tapi untuk Jokowi, sepertinya dia benar-benar gandrung naik kelas Ekonomi. Bagaimana dengan anda?

Friday, June 7, 2013

6 Cerita kedekatan Jokowi bersama band rock

[caption id="" align="alignleft" width="378"]6 Cerita kedekatan Jokowi bersama band rock 6 Cerita kedekatan Jokowi bersama band rock[/caption]

Mungkin ini pertama kalinya, Indonesia memiliki Gubernur yang sangat menggandrungi musik rock. Dia adalah Joko Widodo yang saat ini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Led Zeppelin, Metallica, Napalm Death, Fear Factory, Anthrax dan Lamb of God, adalah beberapa grup band papan atas dunia yang digemarinya sejak usia remaja.

Pria yang akrab disapa Jokowi ini, diketahui telah menyukai musik rock sejak duduk di bangku SMA. Malah saat SMA hingga kuliah, dia sempat memanjangkan rambutnya hingga sebahu, penanda bahwa dia sangat menggemari gaya-gaya musisi rock.

Saat masih menjabat sebagai wali kota Solo, Jokowi sempat naik ke atas panggung di tengah peluncuran album baru Power Slaves dan ditutup dengan digelarnya ajang musik rock se-Kota Solo bertajuk Rock in Solo.

Berikut sejumlah aksi Jokowi dengan musisi rock kelas dunia yang dirangkum merdeka.com:

1. 1. Nonton konser Lamb of God sampai ke Singapura




Lamb of God adalah salah satu band rock kesayangan Jokowi. Band rock yang khusus beraliran groove metal ini tampil di Singapura pada tanggal 20 Februari 2012. Demi menonton band kesayangannya Jokowi pun rela terbang ke Singapura.

"Saya membeli tiket yang harganya 140 Dolar Singapura (sekitar Rp 1 juta). Itu harga yang paling murah. Nontonnya di kelas lapangan kan enaknya menikmati musik rock memang seperti itu, kalau yang paling mahal untuk konser tersebut mencapai 250 dollar Singapura." terangnya.

Jokowi yang saat itu masih menjabat Wali Kota Solo mengatakan, kedatangannya ke Singapura juga untuk mempelajari bagaimana cara menyelenggarakan konser band papan atas tersebut.

"Ya, nanti kita belajar bagaimana manajemen penyelenggaraannya konser itu seperti apa. Siapa tahu nanti Lamb of God bisa ditarik ke Solo untuk menggelar konser," ujarnya.

2. 2. Naik panggung di launching album Power Slaves




Power Slaves termasuk band rock lawas yang sempat booming di era 90an. Namun hingga saat ini band tersebut masih menampakkan taringnya di kancah permusikan Indonesia.

Saat masih menjabat sebagai Wali Kota Solo, Jokowi sempat menghadiri launching album band rock Indonesia Power Slaves  bertajuk "100 persen Rock N Roll" pada 16 Juni 2012 lalu di Score Cafe, Cilandak Town Square, Jakarta Selatan.

Ketika Power Slaves tampil dengan hits andalannya, "Kereta Rock N Roll", dengan antusias Jokowi menikmati konser di tengah kerumunan fans Power Slaves. Vokalis Power Slaves, Heydi Ibrahim, meminta Wali Kota Solo itu untuk ikut naik ke atas panggung dan nyanyi bersama. "Selamat malam Slavers di seluruh Indonesia," seru Jokowi.

Karena tidak bisa menyanyi, Jokowi hanya bisa berbagi dengan menceritakan pengalamannya. Serta tak ketinggalan Jokowi menyebutkan satu persatu band favoritnya, termasuk Power Slaves.

"Saya terakhir nonton konser Judas Price di Singapura. Saya itu suka band rock zaman dulu kayak Megadeth, Scorpions, termasuk Power Slaves yang menurut saya sangat metal," urai Jokowi.

3. 3. Bikin event Rock in Solo




Rock in Solo ini disebut-sebut sebagai salah satu event rock/metal terbesar se-Asia Tenggara. Dari berbagai macam band dan genre rock didatangkan pada acara tersebut.

Dalam pertunjukan bertemakan Kingdom Metal Fest 2012 tersebut panitia akan menampilkan puluhan band-band cadas top dari dalam dan luar negeri. Salah satu yang spesial dan paling ditunggu adalah band death metal nomor satu di dunia, Cannibal Corpse. Sedangkan Band-band asal Indonesia diantaranya Jasad, Jeruji, Revenge, After Coma, Parau, Speedkill siap membuat getar tanah Solo.

Event ini berdekatan dengan momen-momen terpilihnya Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta. Pada saat itu, dirinya sempat mengaku akan menyaksikan pagelaran musik cadas Rock In Solo, sebelum menghadiri acara pelantikan dirinya di Jakarta.

"Ya nanti saya akan ke sana, liat dulu sebelum ke Jakarta. Saya senang liat music rock. Mumpung masih ada waktu," ucap Jokowi kepada merdeka.com di Solo Sabtu (13/10).

Menurut berbagai sumber, event yang diadakan di Alun-alun utara kota Solo ini berhasil diselenggarakan karena adanya campur tangan Jokowi sebagai pemberi izin keramaian. Dirinya optimis festival rock besar tersebut bisa berjalan dengan baik di kota asalnya itu.

Pagelaran musik cadas Rock In Solo merupakan event tahunan yang diadakan komunitas pecinta music rock di Solo. Selama 6 tahun digelar, Jokowi tak pernah melewatkannya. Jokowi berjanji, sekalipun sudah jadi Gubernur DKI, dirinya akan menyempatkan diri ke Solo.

"Tahun depan kalau ada waktu pasti saya akan nonton lagi," janjinya.

4. 4. Nonton konser Guns N'Roses


Mantan Wali Kota Solo ini menyempatkan menonton konser grup musik rock legendaris dunia, Guns N' Roses (GNR) di Ancol pada tanggal 16 Desember 2012. Namun pada saat itu Jokowi mengaku tidak bisa lagi loncat-loncat karena sudah merasa tua.

"Ya seneng lah saya tadi nyanyi bareng juga, tapi tidak pakai loncat-loncat. Saya juga nggak pakai jeans, sudah tidak muda lagi," ujar Jokowi usai di rumah dinasnya.

Jokowi mengaku puas dengan penampilan grup musik rock asal Amerika itu. Pada konser tersebut, Jokowi membeli tiket dan nonton di ruang VIP.

"Penataan panggung, lighting panggung, dan penataan penonton sudah bagus. Tadi saya nonton di VIP, Harganya sekitar Rp 700 ribuan, di kelas III" terangnya.

Meski suka lagu GNR, Jokowi mengaku tidak hafal semua lagu-lagunya. "Albumnya kan banyak apalagi saya bukan penyanyi," katanya.

Sementara mengomentari soal sempat tertundanya konser GNR pada saat itu, Jokowi mengaku tidak masalah. "Ya karena ini band internasional, ya ada standar-standar yang harus dipenuhi. Bisa standar mengenai power, panggung dan standar lightingnya," ujarnya.

5. 5. Nonton dan nyanyi bareng Arkarna


Band ber-genre electronic rock asal Inggris ini menyambangi Jakarta pada tanggal 31 Mei 2013 lalu. Ollie Jacobs selaku vokalis dari Arkarna menyempatkan datang ke Kantor Balai Kota Jakarta khusus untuk menemui Jokowi. Kedatangan Ollie untuk meminta Jokowi bernyanyi bareng dalam konser Arkarna.

"Kami membicarakan rencana mengajak Jokowi naik ke panggung bareng kami, mungkin nyanyi satu lagu bersama kami. Dia bilang akan memutuskan besok. Kami pengen nyanyi bareng satu lagu dari Benyamin. Mungkin akan sedikit sulit buat saya dari segi bahasa, saya bakal butuh bantuan kalian," ujar Ollie usai bertemu Jokowi di Balai Kota Jakarta, Rabu (29/5).

Saat itu Jokowi mengaku bahwa Ollie mengajak duet, tetapi dia meminta menyanyikan lagu Betawi karya Benjamin S, dengan judul 'Nonton Bioskop'. Namun, ia kaget dan beralasan suaranya jelek.

"Saya ngomong agar dia nyanyi satu lah yang apa itu yang lagu Betawi, Nananananana, ketemu malam minggu itu. Yang benjamin yang, 'malam minggu aye pergi ke bioskop' gitu lho," ucap Jokowi.

Saat pertunjukkan berlangsung, mantan Wali Kota Solo ini ternyata tidak ingkar janji. Dirinya benar-benar datang ke Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat untuk menyaksikan Arkarna.

Seperti perjanjiannya saat bertemu Ollie di Balai Kota DKI Jakarta, malam itu Jokowi naik ke panggung dengan ditemani musisi muda berbakat, Bondan Prakoso. Jokowi yang didaulat untuk menyanyi, ditemani oleh Bondan dengan iringan bassnya.

Meski malu-malu, Jokowi sedikit memperdengarkan suaranya. "Aduh emak asyiknya, nonton dua-duaan kaya nyonye dan tuan di gedongan....Mau beli minuman kantong kosong glondangan, malu sama tunangan kebingungan,"

6. 6. Ajak Slank kampanye lingkungan bersih di Jakarta




Politikus PDIP ini rupanya diam-diam menggandeng grup band Slank untuk mengatasi persoalan sampah. Dia mengajak Slank untuk turut membantu dan berpartisipasi dalam mengkampanyekan membuang sampah di tempatnya.

Pertemuan tersebut sengaja dilakukan Jokowi dengan mendatangi markas grup musik rock legendaris Indonesia tersebut. Dari perbincangan yang dilakukan, akhirnya terjadi kesepakatan Jokowi dan personil Slank.

"Kita juga bisik-bisik mau kampanyekan buang sampah di tempatnya," ujar Jokowi di Markas Besar Slank Jalan Potlot 111, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (7/6).

Sementara itu, para personil Slank mengaku sangat senang dan berjodoh dengan niat Jokowi untuk mengkampanyekan lingkungan bersih di Jakarta. Salah satunya adalah tidak membuang sampah sembarangan.

"Ada dua hal yang kita lakukan. Tadinya Slank ada rencana 30 tahun buat kegiatan. Kita minta Jokowi ada testimoni. Tadinya kita mau ke Balai Kota. Tapi dia saja yang ke lokasi," ujar salah satu personel Slank, Abdee Negara.

Senada dengan rekannya, Bim Bim mengaku jika pihaknya sudah lama memiliki rencana kegiatan untuk bersih-bersih sungai. Dan ternyata, rencana itu sejalan dengan Jokowi.

"Sudah lama Slank dan Slanker mau bersihin sungai, tapi Gubernur sendiri begitu. Ya jodoh," tandasnya.

dari merdeka.com

 

 




Kritikan Thdp Rencana Jokowi Alih Fungsi Rumah Dinas Camat & Lurah Yg Tidak Terpakai




 


Kritikan Thdp Rencana Jokowi Alih Fungsi Rumah Dinas Camat & Lurah Yg Tidak Terpakai




Dari channel Penguasaha youtube :)

Jokowi Minta Slank Jadi Duta Buang Sampah di Tempatnya

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) ternyata punya misi khusus saat bertandang ke markas grup band Slank di Gang Potlot, Pancoran, Jaksel. Jokowi ingin mengajak Slank untuk kampanye peduli lingkungan.

Jokowi ingin mengajak grup band yang memiliki ribuan penggemar tersebut untuk mengkampanyekan buang sampah pada tempatnya, bukan di selokan atau sungai.

"Kita tadi bisik-bisik, mau bareng-bareng kampanye buang sampah di tempatnya," ujar Jokowi di markas Slank, Gg Potlot III, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (7/6/2013).

Jokowi pun punya alasan tersendiri kenapa memilih sampah sebagai tema kampanye. Sebab, sampah menjadi salah satu penyebab utama banjir di Jakarta.

"Jakarta problemnya paling berat. Sehari-hari 2 ribu ton sampah masuk ke kali. Kalau nggak disampaikan dengan cara-cara kekinian, ya nggak bisa," jelas Jokowi.

"Baru disampaikan tadi, nggak tahu apa mau dibuat sebuah lagu. Atau kegiatan atau yang lainnya," tambah Jokowi.

Rencana Jokowi ini pun mendapat dukungan dari Slank. Salah seorang personel Slank, Bimbim mengatakan, soal lingkungan memang sudah menjadi concern mereka dalam berkegiatan ke masyarakat maupun menciptakan sebuah karya.

"Udah lama Slank memang kampanye soal sungai, dan kebetulan ini langsung dari pemimpinnya sendiri. Bagus sekali," kata Bimbim.

Basuki: Jual atau Sewakan Unit Rusun, Pidana 6 Tahun!


Didoakan menjadi Gubernur DKI Jakarta oleh warga Rusun Pulo Gebang tidak membuat Basuki Tjahaja Purnama mengurangi sikap tegasnya. Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut tetap mengingatkan adanya ancaman pidana bagi warga rusun yang menjual atau menyewakan unitnya.

"Kami imbau keras kalau ada penghuni menjualbelikan atau menyewa unit rusun, kami pidanakan enam tahun," tegas Basuki di hadapan puluhan penghuni rusun yang memadati lokasi acara peletakan batu pertama Rusun Pulo Gebang, Jakarta Timur, Jumat (7/6/2013).

Selain akan memidanakan dan mencabut kepemilikan unit rusun tersebut, Basuki juga mengimbau warga untuk tidak meminta uang kerahiman kepada Pemprov DKI. Dia menegaskan bahwa Pemprov DKI saat ini dapat membedakan mana warga yang memiliki kepentingan di dalam rusun dengan warga yang benar-benar ingin memiliki rumah.

Basuki mengatakan, walaupun tanah di Jakarta saat ini mahal, Pemprov DKI terus berupaya keras sebanyak-banyaknya membeli tanah yang akan digunakan untuk membangun rusun. Prinsip Pemprov DKI, kata dia, adalah memberikan tempat tinggal bagi warga kurang beruntung yang tidak memiliki rumah.

"Kami juga akan membangun rusun terpadu. Bapak-bapak dan ibu-ibu tidak perlu repot lagi kalau misalnya sakit atau mau berbelanja, di rusun tempat bapak ibu tinggal akan dilengkapi dengan pasar, sekolah, dan puskesmas di bawahnya. Kami sedang mencari lahan untuk membangun rusun itu," tutur Basuki.

Basuki menjelaskan bahwa jurang perbedaan antara warga DKI yang kaya dan miskin sangat jauh. Oleh karena itu, Pemprov DKI berusaha mengadministrasi keadilan sosial warga secara baik. Apabila warga membutuhkan jaminan pendidikan, Pemprov DKI memberikan Kartu Jakarta Pintar (KJP), begitu pula apabila warga membutuhkan jaminan kesehatan, DKI akan memberikan Kartu Jakarta Sehat (KJS).

"Kami berupaya mengadministrasi keadilan sosial dengan baik. Jangan sampai ada orang sakit, mati di rumah. Sekali lagi, kami akan lawan Anda semua yang mau mengganggu keadilan sosial masyarakat," kata Basuki yang diiringi tepuk tangan penghuni Rusun Pulo Gebang.

Wednesday, June 5, 2013

Jokowi sosialisasikan kampung deret bersama Dubes AS

Jokowi sosialisasikan kampung deret bersama Dubes ASGubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mendatangi Kampung Muara Bahari Kelurahan Tanjung Priok, Jakarta Utara bersama Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat untuk Indonesia Scot Marciel. Kedatangan keduanya untuk mensosialisasikan mengenai penataan kampung tersebut dalam program kampung deret.

Mantan wali kota Solo ini menunjukkan desain kampung deret kepada warga dan mengatakan akan diperbaiki seluruh permukiman warga RW 7 baik rumah dan lingkungan. Jokowi dengan luwes menerangkan programnya.

"Nanti akan diperbaiki kampung bapak ibu seperti ini, juga akan diperbaiki selokan-selokannya. Saya harap bapak ibu dapat bergotong royong untuk ikut membangun," ujar Jokowi saat sosialisasi kampung deret di RW 7 Kampung Muara Bahari Jakarta Utara, Rabu (5/6).

Pada kesempatan tersebut, Politikus PDIP ini meminta warga untuk ikut serta menjaga permukiman setelah diperbaiki. "Saya juga minta nanti kalau sudah jadi harus dijaga," tandasnya.

Seperti biasa, kedatangan Jokowi disambut warga dengan antusias. Warga pun merespons program Jokowi ini dengan gembira.

Tuesday, June 4, 2013

Jokowi: Pemprov DKI Akan Ambil Alih Palyja


Pemerintah DKI Jakarta menyampaikan rencana membeli saham operator air bersih PT PAM Lyonnaise Jaya. Rencana ini secara resmi disampaikan Gubernur Joko Widodo di depan delegasi Kementerian Perdagangan Perancis saat mengunjungi Balaikota, Jakarta, Selasa (4/6). Pembelian ini dilakukan untuk memperbaiki pelayanan air bersih ke warga.

"Ini tidak main-main, kami serius. Kami siapkan dana pembelian. Persoalan ini yang menjadi tema pembicaraan utama saat kami bertemu," tutur Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

Rencana pembelian ini, menurut Jokowi disebutnya sebagai langkah "baik-baik." Jika Palyja tidak bersedia menjual sahamnya, Pemprov DKI akan menggunakan rencana kedua. "Jurus kedua itu tidak akan kami sampaikan di sini, nanti kami sampaikan jika operator tidak mau menjual sahamnya," tukas Jokowi.

Siang tadi, sebanyak 40 orang delegasi dari Perancis mengunjungi Balaikota Jakarta. Pertemuan dibagi dua, delegasi pemerintah bertemu Jokowi, sedangkan delegasi bisnis bertemu dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Palyja merupakan salah satu operator air bersih di DKI Jakarta yang beroperasi sejak tahun 1997. Sebanyak 51 saham Palyja dimiliki perusahaan swasta asal Perancis, sisanya swasta nasional. Sebelumnya, Palyja berencana menjual saham mereka ke perusahaan asal Filipina yaitu Wanila Water.

Jokowi Diprotes Pedagang Pasar Minggu


Gubernur DKI Joko Widodo mengatakan, ia pernah diprotes oleh pedagang di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Para pedagang memprotes dan meminta Pemerintah Provinsi DKI tak setengah-setengah melakukan relokasi.

"Tempat relokasi kan di dalam pasar. Kalau PKL di luar, pedagang di dalam pasar enggak laku. Kami pernah diprotes pedagang di dalam," ujarnya di Gedung Balaikota Jakarta, Selasa (4/6/2013) pagi.

Mantan Wali Kota Surakarta itu mengatakan akan terus melakukan sosialisasi agar para pedagang yang selama ini berjualan di luar pasar bisa masuk ke dalam pasar. Hal itu dilakukan agar situasi pasar lebih tertib, nyaman dan bersih, serta arus lalu lintas di depan pasar tersebut pun tidak mengalami gangguan.

Jokowi merasa tak khawatir dengan aksi preman yang selama ini "menjaga" lahan di pasar tersebut. Menurut Jokowi, ia telah melakukan pendekatan yang benar untuk kepentingan masyarakat pengguna pasar itu. "Ini penertiban saja. Kalau jalan dipakai jualan, ya enggak benar, dong. Jalan untuk jalan. Jalur lambat, ya, untuk kendaraan, tak boleh jualan," ujarnya.

Seusai melakukan sosialisasi dengan pedagang Pasar Minggu, Jokowi melihat kondisi yang sama terjadi di Jatinegara, Jakarta Timur. Ia menyatakan akan melakukan pendekatan dengan para pedagang di Pasar Jatinegara agar lebih tertib pada pertengahan 2013.

Selama ini kawasan Jalan Raya Ragunan, Pasar Minggu, sering digunakan oleh PKL untuk berjualan. Lapak-lapak pedagang bahkan meluber hingga memakan setengah  badan jalan tersebut. Akibatnya, kemacetan luar biasa kerap melanda di kawasan tersebut, terutama pada jam pagi dan sore hari.

Di jalan yang menghubungkan Jalan Raya Pasar Minggu dan Jati Padang itu, pada pagi hari digunakan oleh para pegadang sayur. Waktu sore giliran dipakai pedagang pakaian dan aksesori.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono menyatakan, setelah para pedagang ditertibkan, ia berharap ruas Jalan Raya Ragunan nantinya tidak digunakan lagi oleh pedagang kaki lima (PKL). Dengan begitu, arus lalu lintas di kawasan itu kembali lancar.

Monday, June 3, 2013

Penggusuran PKL, Jokowi: Masa Negara Kalah Sama Preman

Penertiban PKL di Tanah AbangPemerintah Provinsi DKI Jakarta menggusur pedagang kaki lima yang berjualan di sejumlah pasar di ibu Kota. Lokasi itu antara lain di Pasar Minggu, Jatinegara, Glodok dan Tanah Abang.

Menurut Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Selasa 4 Juni 2013, penggusuran itu dilakukan karena berbagai alasan. Salah satunya karena PKL dikuasai oleh preman. Kata dia, pemerintah mempunyai kewenangan untuk mengelola para PKL, sehingga pengelolaan pedagang tidak dikuasai oleh preman.

"Masa negara dikalahkan oleh preman. Semua PKL harus terkelola dengan baik oleh pemerintah," ujar Jokowi di Balai Kota, Jakarta.

Jokowi mengakui, penggusuran PKL juga atas desakan para pedagang yang berjualan di kios. Pemprov DKI mendapat protes dari pedagang yang sudah berjualan pada tempatnya yakni di dalam pasar. Karena itu, dia berharap pedagang bisa ditertibkan dan ditempatkan di lokasi yang benar, tidak di pinggir jalan.

"Kami ingin tempatkan PKL di dalam pasar. Karena kalau PKL-nya di luar pasar, pedagang di dalam pasar tidak laku. Kami sudah diprotes oleh pedagang pasar di dalam," ucapnya.

Disampaikan Jokowi, selain mendapat protes dari pedagang di dalam pasar, PKL di pinggir jalan juga mengakibatkan kemacetan. "Kalau jalan dipakai jualan tidak benar dong. Masa jalan mobil dipakai jualan. Jalur lambat ya untuk kendaraan," ucapnya. (umi)

Waduk Pluit Berubah, Masih Ada Warga Nekat Mematok Lahan

Jokowi

Penataan Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, menunjukkan kemajuan. Di sisi barat waduk hampir sebagian besar bangunan yang ada sudah dibongkar. Aktivitas pengerukan lumpur terus berjalan di area waduk, sementara jalan inspeksi di sekitar waduk mulai bisa dipakai.

”Bisa dilihat, selalu ada perkembangan proyek normalisasi. Pekerjaan perlu dipantau terus. Ini yang disebut manajemen kontrol,” kata Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Senin (3/6/2013), saat mengunjungi Waduk Pluit, Jakarta Utara.

Gubernur Jokowi tetap dengan tekadnya mengembalikan fungsi waduk sebagai kawasan resapan air. Tidak hanya itu, normalisasi waduk bisa dipakai untuk keperluan wisata. ”Kedalaman waduk akan kami kembalikan 10 sampai 15 meter,” katanya.

Untuk mempercepat pengerjaan tersebut, Pemprov DKI Jakarta berencana menambah alat berat. Alat itu untuk mengangkat timbunan sampah dan lumpur yang membuat waduk jadi dangkal. ”Keberadaan waduk ini akan sia-sia jika dibiarkan saja,” kata Jokowi.

Saat ini jalan inspeksi di sepanjang bibir waduk sudah membentang sepanjang 700 meter dari target sementara ini 2 kilometer. Jalan tersebut dibuat dengan konstruksi beton yang dikerjakan satu bulan lalu. Kawasan waduk mulai dari sisi selatan hingga barat juga lebih tampak terbuka jika dilihat dari Jalan Pluit Timur Raya dibanding sebelumnya yang dipenuhi hunian warga penggarap.

Setiap hari, tak kurang dari 80 personel kepolisian menjaga area itu. Mereka mendirikan posko keamanan di sisi barat dan selatan waduk.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Alat dan Perbekalan Sisca Herawati mengatakan, pengerukan waduk masih menggunakan dana dari tanggung jawab sosial perusahaan. ”Dana dari Dinas Pekerjaan Umum belum dipakai. Kami baru akan membuka lelang proyek setelah perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah,” kata Sisca

Tetap bertahan

Warga di area waduk yang belum direlokasi masih bertahan di tempat itu. Berdasarkan pengamatan Kompas di kampung Taman Burung yang berada di sisi barat waduk, sebagian warga tetap membangun rumah. Beberapa warga malah menunjukkan patok-patok dari bambu yang menjadi pembatas lahan yang akan digarap warga pendatang.

”Kalau memang tanah ini mau digusur, mengapa masih ada orang yang berani matok-matok lahan di sini. Ke mana orang pemerintahnya,” kata seorang warga yang enggan menyebutkan nama untuk menghindari konflik dengan sesama warga.

Rianto (40), warga Taman Burung yang sudah lebih dulu direlokasi ke Rusunawa Marunda, juga mengatakan hal serupa. Menurut dia, ada saja warga yang terus berusaha mengokupasi lahan di kawasan waduk yang belum dibebaskan pemerintah.

Camat Penjaringan Rusdiyanto mengaku, pihaknya sudah rutin menertibkan warga yang masih tetap berusaha mematok-matok lahan di kawasan waduk yang belum dibebaskan.

”Sudah setiap minggu kami keliling waduk membersihkan patok-patok yang dibuat warga untuk membatasi lahan. Namun ya seperti itu, warga tetap tidak peduli,” katanya.

Menurut Rusdiyanto, sesuai arahan Jokowi, agar aparat pemerintah tidak bosan menertibkan warga yang membandel.

”Makanya, setiap minggu kami selalu kontrol kawasan waduk,” katanya. (NDY/MDN)

 

Sunday, June 2, 2013

Jokowi urusi sekolah dan masjid, Ahok evaluasi KJS

[caption id="" align="aligncenter" width="432"]Jokowi urusi sekolah dan masjid, Ahok evaluasi KJS Jokowi urusi sekolah dan masjid, Ahok evaluasi KJS[/caption]

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama, mengawali pekan dengan menggelar rapat pimpinan di Balai Kota. Mereka membahas berbagai persoalan Jakarta pagi ini.

Selanjutnya, Jokowi dijadwalkan menerima Pengurus yayasan Masjid At-Tin terkait rencana pembangunan sekolah di Ruang Tamu Gubernur. Pertemuan digelar pukul 10.30 WIB, Senin (6/3).

Masjid At Tin adalah masjid megah yang terletak di Komplek Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. Masjid ini didirikan atas bantuan yayasan Tien Soeharto, istri Presiden Soeharto.

Sementara Ahok memiliki beberapa agenda. Di antaranya menerima paparan soal pengolahan air dan pengairan DKI. Disusul rapat permasalahan tanah di Cempaka Putih, Kelurahan Harapan Mulia pada sore hari.

Pukul 16.00 WIB, Ahok akan mengadakan evaluasi Kartu Jakarta Sehat di Ruang Rapat Wagub. Selama ini Ahok memang 'galak' menghadapi berbagai kritik DPRD terhadap pengelolaan KJS. Ahok pun siap jika ditantang debat terbuka.