Showing posts with label Joko widodo. Show all posts
Showing posts with label Joko widodo. Show all posts
Monday, June 10, 2013
Lagi, Jokowi rombak susunan kepala dinas di DKI
Gubernur Joko Widodo rupanya belum mantap dengan susunan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) khususnya eselon II di Pemprov DKI Jakarta. Hari ini, sekitar tujuh orang pejabat eselon dua akan dirotasi dari jabatan sebelumnya.
Pelantikan akan dilangsungkan pukul 13.00 WIB di Balai Kota DKI Jakarta. Untuk diketahui, pejabat eselon dua termasuk di antaranya kepala dinas, wakil kepala dinas, kepala biro dan asisten deputi gubernur.
"Ya nanti siang ada pelantikan, kira-kira ada tujuh orang lah," ujar Kepala BKD DKI Jakarta I Made Karmayoga saat dihubungi wartawan, Selasa (11/6).
Namun, Made begitu ia disapa, masih merahasiakan siapa saja pejabat eselon II yang akan dirotasi. Tetapi, Made memberikan gambaran ada kepala dinas yang akan digeser dalam mutasi jabatan ini.
"Iya ada (kepala dinas) yang jelas ini untuk reformasi birokrasi menuju Jakarta Baru. Pokoknya enggak terlalu ekstrim turun jabatannya," jelasnya.
Ini untuk kesekian kalinya Jokowi merombak susunan anak buahnya. Khusus eselon II, Jokowi pernah melakukan rotasi sebanyak dua kali pertama sekitar November 2012 lalu, kemudian Mei 2013 kemarin.
Jokowi Marah Pesta Rakyat Diibaratkan Pameran Kerak Telor
Gubenur DKI Jakarta Joko Widodo marah atas pernyataan tentang pesta rakyat Jakarta yang diibaratkan seperti pameran kerak telor. Jokowi menilai pernyataan itu salah besar.
Hal itu disampaikan Jokowi ketika ditanya tentang pernyataan Komisaris Utama PT Jakarta International Expo (PT JIExpo), Murdaya Poo, pekan lalu. Pada pertemuan dengan Wakil Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Selasa (4/6/2013), Murdaya Poo menyanggah PRJ hanya mengakomodasi industri skala besar dan mengabaikan industri kecil. Menurutnya, PT JIExpo telah proporsional dalam menempatkan usaha kecil dan industri besar.
"Sekarang itu, sudah dua kali lipat (keberadaan usaha kecil di PRJ), tiap tahun dilipatkan terus. Memang, di luar ada, di dalam ada, karena ini kan bukan pameran kerak telor," kata Murdaya kepada wartawan setelah bertemu dengan Basuki, Selasa.
Jokowi menilai salah besar jika pesta rakyat yang digagas olehnya diadakan untuk menyingkirkan Pekan Raya Jakarta yang selama ini digelar oleh PT JIExpo. "Karena dia (Murdaya Poo) enggak mulai dari awal. Dia ngertinya kan hanya untung, hanya untung, hanya untung. Tahu kamu?" kata Jokowi dengan nada tinggi kepada wartawan ketika ia membeli kerak telor di tepi Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2013) siang.
Pernyataan tegas dengan mimik serius dari mantan Wali Kota Surakarta tersebut sempat membuat sejumlah wartawan terkejut. Tidak biasanya Jokowi melontarkan pernyataan dengan nada tinggi seperti itu karena Jokowi selalu melayani pertanyaan media dengan gaya santai.
Jokowi mengatakan, keinginan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menggelar pesta rakyat menyambut HUT DKI Jakarta bukan untuk mengusik acara PRJ yang diselenggarakan oleh PT JIExpo. Menurut Jokowi, bisa saja ada pameran industri berskala besar. Namun, harus ada juga acara yang mengakomodasi usaha kecil dari masyarakat.
"Konsepnya awal itu untuk kegembiraan rakyat, kemudian juga untuk usaha-usaha yang kecil, usaha mikro, usaha-usaha rumah tangga seperti ini yang seharusnya diberi ruang. Biar mereka pun bisa berpesta satu tahun sekali," ujarnya.
Jokowi mencontohkan, jika JIExpo mengklaim telah mengakomodasi pedagang kecil, buktinya masih ada ratusan pedagang kerak telor yang tidak bisa masuk ke arena PRJ dan berjualan di pinggir-pinggir jalan di sekitar arena PRJ. Oleh sebab itu, kata Jokowi, perlu ada acara yang mampu menampung para pedagang makanan kecil itu.
Pemprov DKI mewacanakan untuk menggelar acara PRJ di pelataran Monumen Nasional sebagai bagian dalam merayakan ulang tahun Kota Jakarta. Pemprov DKI melihat PRJ yang digelar di Kemayoran selama beberapa tahun ini telah kehilangan roh karakter Betawi. Hal itu antara lain ditandai oleh keberadaan stan-stan industri raksasa di PRJ yang menggeser produk kebudayaan Betawi. Pemprov DKI melihat perlu digelar HUT DKI yang memiliki ciri Betawi.
Lambaian Pengunjung PRJ untuk Siapa, Jokowi atau SBY?
Presiden yang mengenakan kemeja lengan panjang warna biru tua berada di depan Jokowi yang mengenakan kemeja batik lengan panjang coklat. Kedatangan kedua tokoh itu pun mendapat sambutan meriah. Para pengunjung PRJ secara bersama-sama melambaikan tangan ke arah kedua tokoh tersebut. Namun, tak jelas kepada siapa para pengunjung melambaikan tangan. Sebab, jarak kedua tokoh ke pengunjung itu cukup jauh.
Lambaian tangan itu pun ditanggapi berbeda, baik oleh Presiden maupun Jokowi. Presiden tampak turut melambaikan tangan ke arah kerumunan pengunjung. Namun, di belakangnya, Jokowi tampak hanya menunduk sambil tersenyum kepada pengunjung. Keduanya lalu duduk di kursi VVIP.
Ajang pameran PRJ telah dibuka untuk umum sejak Kamis, 6 Juni 2013 lalu. Namun, acara peresmian baru dilakukan hari ini. Acara dengan tajuk "Terus Maju Jakartaku" tersebut akan berlangsung selama 32 hari penuh hingga 7 Juli mendatang, bertepatan musim liburan sekolah. Acara peresmian pembukaan hari ini diisi oleh beragam atraksi, mulai dari drama musikal sesuai tema, tarian, dan musik. Turut hadir sejumlah pejabat, yaitu Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, dan Ketua KONI Agum Gumelar.
Sunday, June 9, 2013
Di Monas, warga bisa blusukan di kereta contoh monorail
[caption id="" align="alignleft" width="324"]
Salah satu program yang digadang oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah rencana pembangunan megaproyek transportasi berbasis massal atau monorail. Dalam rangkaian HUT ke 486 Jakarta yang jatuh pada bulan Juni ini, PT Jakarta Monorail bakal memamerkan Kereta Contoh Monorail di kawasan Monumen Nasional (Monas).
"Sejak awal Juni, kereta contoh monorail sudah tiba di Jakarta, sekarang masih dalam penyelesaian agar memudahkan warga Jakarta menikmati kereta contoh ini," kata Juru Bicara PT Jakarta Monorel Bovanantoo, Jakarta, Minggu (9/6).
Untuk kereta contoh monorail ini, Bovanantoo menjelaskan, kapasitas per gerbong mencapai 200 penumpang duduk dan berdiri. Selain itu, gerbong monorail juga akan dilengkapi baris untuk handicap (kursi roda).
Bovananto menegaskan, PT JM bukan hanya menunjukkan kemajuan yang sangat berarti dengan dipenuhinya berbagai dokumen yang diperlukan oleh pemerintah Jakarta. Namun, kehadiran kereta contoh ini membuktikan bahwa pihaknya sangat serius berusaha untuk melayani kebutuhan warga untuk masalah transportasi di Jakarta.
"Selain kami bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan dokumen-dokumen yang diperlukan oleh pemerintah, kami juga menghadirkan kereta contoh yang nantinya akan melayani warga Jakarta," terangnya.
Bovanantoo menambahkan, investor PT JM (Ortus Holdings) juga telah merampungkan pembelian saham PT Adhi Karya Tbk (AK) di JM dan sudah selesai dibayar lunas. Sedangkan mengenai pembayaran tiang-tiang, Adhi Karya dan Jakarta Monorel sudah mencapai kesepakatan untuk mekanisme dan tata cara pembayarannya. Namun menunggu status free and clear sebagaimana yang telah disepakati kedua belah pihak.
"Pembayaran sebesar Rp 190 milyar seperti yang sudah disepakati akan dilakukan setelah semua persyaratan yang tertuang dalam kesepakatan tertulis terpenuhi," tandasnya.
[did]
Jokowi akan dampingi SBY buka PRJ di Kemayoran
[caption id="" align="alignleft" width="324"]
Jokowi akan dampingi SBY buka PRJ di Kemayoran[/caption]
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) hari ini diagendakan akan menemani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menghadiri pembukaan Pekan Raya Jakarta di Jakarta International Expo Kemayoran.
"Pukul 19.00 WIB, memberikan sambutan pada acara pembukaan Pekan Raya Jakarta Tahun 2013 dalam rangka HUT Jakarta ke-486 bersama Presiden RI, JIExpo Kemayoran, Jakarta," isi agenda dari protokoler Humas Pemprov DKI Jakarta, Senin (10/6).
Jokowi berkeinginan menyulap PRJ dengan nuansa yang berbeda. Menurutnya, PRJ akan dievaluasi agar nuansa kerakyatan lebih ditonjolkan.
Kemudian untuk tahun depan, PRJ kemungkinan besar tidak lagi digelar di Kemayoran. Namun akan digeser di Lapangan Monas dengan harapan seluruh warga Jakarta dengan mudah menikmati pesta rakyat tersebut.
"Masih direncanakan," ujar Jokowi di Cakung, Jakarta Timur, Minggu (2/6).
Adapun alasannya menurut Jokowi adalah supaya ada kombinasi antara usaha kecil, menengah dan memamerkan produk-produk berbasis budaya.
Jokowi menilai PRJ yang sekarang ini jauh dari roh kerakyatan. PRJ menonjolkan kepentingan bisnis besar dan hanya mengejar kepentingan komersialisme. Padahal, PRJ disuguhkan bertujuan untuk menghibur rakyat dan warga Jakarta.
"Ya nanti itu supaya kembali ke rohnya, bahwa itu untuk produk-produk kreatif berbasis budaya," jelas Jokowi.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) hari ini diagendakan akan menemani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menghadiri pembukaan Pekan Raya Jakarta di Jakarta International Expo Kemayoran.
"Pukul 19.00 WIB, memberikan sambutan pada acara pembukaan Pekan Raya Jakarta Tahun 2013 dalam rangka HUT Jakarta ke-486 bersama Presiden RI, JIExpo Kemayoran, Jakarta," isi agenda dari protokoler Humas Pemprov DKI Jakarta, Senin (10/6).
Jokowi berkeinginan menyulap PRJ dengan nuansa yang berbeda. Menurutnya, PRJ akan dievaluasi agar nuansa kerakyatan lebih ditonjolkan.
Kemudian untuk tahun depan, PRJ kemungkinan besar tidak lagi digelar di Kemayoran. Namun akan digeser di Lapangan Monas dengan harapan seluruh warga Jakarta dengan mudah menikmati pesta rakyat tersebut.
"Masih direncanakan," ujar Jokowi di Cakung, Jakarta Timur, Minggu (2/6).
Adapun alasannya menurut Jokowi adalah supaya ada kombinasi antara usaha kecil, menengah dan memamerkan produk-produk berbasis budaya.
Jokowi menilai PRJ yang sekarang ini jauh dari roh kerakyatan. PRJ menonjolkan kepentingan bisnis besar dan hanya mengejar kepentingan komersialisme. Padahal, PRJ disuguhkan bertujuan untuk menghibur rakyat dan warga Jakarta.
"Ya nanti itu supaya kembali ke rohnya, bahwa itu untuk produk-produk kreatif berbasis budaya," jelas Jokowi.
Jokowi Jadi Tuan Rumah di Kediaman Megawati
Di kediaman mantan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarno Putri, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bertindak menjadi tuan rumah dan menerima tamu-tamu yang tak hentinya datang. Anggota staf Humas DPP PDI Perjuangan, Giyanto, mengungkapkan, saat ini pria yang akrab disapa Jokowi tersebut tengah sibuk menerima para pelayat yang berdatangan untuk melayat mendiang suami Megawati, Taufiq Kiemas.
"Di dalam, Pak Jokowi sekaligus menjadi tuan rumah. Karena banyak orang dari kedutaan juga," kata Giyanto, di Jalan Teuku Umar 27, Minggu (9/6/2013).
Di sisi lain, Megawati Soekarnoputri beserta anaknya, Puan Maharani, tengah beristirahat karena kelelahan setelah menempuh perjalanan dari Singapura. Sesampainya di Tanah Air, Mega dan keluarga mengikuti prosesi pemakaman almarhum Taufiq Kiemas. "Bu Mega dan Bu Puan sedang istirahat. Mereka capek. Tamu-tamu juga beberapa yang balik dulu dan nanti datang lagi untuk tahlilan nanti malam," kata Giyanto.
Rumah duka almarhum Taufiq Kiemas di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, saat ini terpantau cukup ramai. Beberapa pelayat, baik kerabat keluarga maupun kolega di pemerintahan, satu per satu meninggalkan kediaman tersebut.
Taufiq Kiemas wafat pada Sabtu (8/6/2013) malam, di Singapura, karena penyakit komplikasi yang selama ini dideritanya. Ia menjalani perawatan di rumah sakit di Singapura sejak Senin (3/6/2013). Taufiq menjalani perawatan setelah mendampingi Wakil Presiden Boediono meresmikan Monumen Bung Karno dan Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (1/6/2013).
Ia meninggal dunia pada usia ke-70 tahun. Taufiq meninggalkan seorang istri, Dyah Permata Megawati Setyawati atau Megawati Soekarnoputri, dan tiga anak, yaitu Mohammad Rizki Pratama, Mohamad Prananda Prabowo, dan Puan Maharani Nakshatra Kusyala. Jenazahnya saat ini telah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.
Jokowi Hadiri Prosesi Pemakaman Taufiq Kiemas
Jokowi berangkat dari rumah dinas di Jl Taman Suropati, Menteng sekitar pukul 07.20 menggunakan kendaraan Toyota Land Cruiser bernopol B 1 DKI. Setibanya di Halim Perdanakusuma, Jokowi langsung memasuki hanggar Skuadron Udara 17, tempat jenazah Almarhum Taufiq Kiemas disemayamkan.
Selain Jokowi, beberapa pejabat lainnya yang turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir yakni Gubernur DIY Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono X, Gubernur Jawa Tengah terpilih Ganjar Pranowo, Anggota DPR RI Dedi Gumelar alias Miing, adik ipar Taufiq Kiemas, Guruh Soekarno Putra dan Menteri Koordinator Perkonomian, Hatta Rajasa.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI-P, Dwi Rio Sambodo mengatakan, rencananya jenazah diberangkatkan dari rumah sakit menuju Bandara Changi pada pukul 07.30 waktu Singapura. Kemudian pada pukul 09.00 waktu Singapura pesawat khusus yang membawa jenazah terbang menuju Bandara Halim Perdanakusuma.
"Dijadwalkan pada pukul 09.30, pesawat khusus yang membawa jenazah Taufiq Kiemas tiba di Bandara Halim Perdanakusuma. Presiden SBY direncanakan akan menyambut langsung," ujar Dwi Rio, Minggu (9/6).
Setelah disemayamkan di VVIP Room Bandara Halim Perdanakusumah, jenazah langsung diberangkatkan ke TMP Kalibata untuk dimakamkan. Upacara kenegaraan pemakaman direncanakan dipimpin oleh Presiden SBY pada pukul 11.00.
Seperti diketahui, Taufiq Kiemas meninggal pada Sabtu (8/6) pukul 19.05 waktu Singapura. Ketua MPR RI tersebut meninggal karena penyakit jantung yang dideritanya. Keadaan Taufiq sempat membaik pada Sabtu siang, namun kembali memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.
Saturday, June 8, 2013
Satu Kalimat Taufiq Kiemas yang Terus Diingat Jokowi
Jokowi mengatakan dia tak bisa melupakan satu kalimat yang diucapkan Taufiq kepadanya usai pengumuman kemenangan dia dan Ahok menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta pada pertengahan tahun 2012.
Saat itu, kata Jokowi, ia selaku kader PDIP dipanggil oleh Taufiq ke rumahnya. “Di sana Pak Taufiq berkata, 'Jok, aku sekarang enggak sakit lagi. Aku sudah sehat. Aku dapat obat mujarab',” kata Jokowi menirukan ucapan Taufiq, seniornya di PDIP yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Pusat partai itu.
“Saya lalu bilang, 'Alhamdulillah, kalau begitu. Apa obatnya, Pak?' Dijawab Pak Taufiq, 'Obatnya kamu menang di pemilihan Gubernur Jakarta. Kamu obat paling mujarab buat saya',” Jokowi mengingat percakapannya dengan Taufiq ketika itu.
Jokowi mengatakan ia tak pernah menyangka bakal mendapat jawaban seperti itu. “Itu tak pernah terlupakan selama hidup saya. Saya sangat kaget. Ini akan saya ingat terus,” kata dia. (kd)(viva.co.id)
Taufiq Kiemas Anggap Jokowi Obat Penyakitnya
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku terkejut atas berita duka wafatnya tokoh nasional Taufiq Kiemas. Baginya, Taufiq merupakan sosok yang tegas, dan layak untuk ditiru para juniornya.
Saat datang ke rumah duka di Jalan Teuku Umar Nomor 27 A, Menteng Jakarta Pusat, Sabtu (8/6/2013), Joko Widodo alias Jokowi sempat bercerita mengenai hal-hal yang membuatnya teringat akan sosok Ketua MPR RI itu.
Jokowi menyampaikan, Taufiq sempat menganggapnya sebagai obat dari penyakit yang dideritanya. Hal itu disampaikan Taufiq saat dirinya terpilih menjadi Gubernur di DKI.
"Mas saya kemarin sakit, tapi sekarang saya dapat obat," kata Jokowi menirukan kata-kata almarhum.
"Obatnya apa?" kata Jokowi. "Obatnya itu kamu, kamu terpilih di DKI dan saya sekarang sembuh dan tidak sakit lagi'," kata Jokowi mengenang kalimat Taufiq.
Mantan Wali Kota Surakarta ini melanjutkan, selama ini dirinya sangat dekat dengan suami Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri tersebut.
Ia berharap, Taufiq wafat dalam kondisi dan situasi yang baik.
"Saya rasa kita semua kaget, dan kita berdoa semoga arwah beliau diterima dan ditempatkan yang paling baik. Beliau kebapakan dan tegas, peninggalan besar beliau untuk bangsa dan negara ini adalah empat pilar kebangsaan," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, politisi senior PDI Perjuangan Taufiq Kiemas meninggal dunia di Singapura. Taufiq menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 19.01 waktu Singapura.
Pihak keluarga berencana membawa jenazah Taufiq pada pukul 09.00, waktu Singapura, Minggu (9/6/2013). Jenazah rencananya akan mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma dan dimakamkan di TMP Kalibata.
Datang ke Rumah Duka Taufiq Kiemas, Jokowi Bungkam
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo datang ke rumah duka mendiang Taufiq Kiemas, Jl Teuku Umar 27 A Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (8/6/2013) malam.
Setibanya di rumah duka, Jokowi langsung masuk, tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Mantan Wali Kota Surakarta ini tiba sekitar pukul 22.30 menggunakan mobil dinasnya, Toyota Kijang Innova bernopol B 1124 BH.
Ia datang didampingi beberapa ajudan pribadinya, dengan berpakaian putih-hitam. Saat turun dari mobil dinasnya, beberapa wartawan sempat berusaha memintanya berbicara.
Namun dengan wajah datar, Jokowi memilih terus berjalan dengan langkah sedikit cepat menuju pintu rumah Taufiq Kiemas.
Selain Jokowi, beberapa tokoh lainnya telah lebih dulu hadir di rumah duka. Di antaranya Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohary dan Melani Lamina Suharli,
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo, Eva K Sundari, Trimedya Panjaitan, Sonny Tulung, AM Fatwa, Irman Gusman, dan lainnya juga terlihat di rumah duka.
Sebelumnya diberitakan, politisi senior PDI Perjuangan, Taufiq Kiemas meninggal dunia di General Hospital Singapura (sebelumnya ditulis National University Hospital).
Taufiq menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 19.01 waktu Singapura. Taufiq Kiemas tengah menjalani perawatan karena kelelahan di rumah sakit tersebut setelah mendampingi Wakil Presiden Boediono meresmikan Monumen Bung Karno dan Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (1/6/2013).
Pihak keluarga berencana membawa jenazah Taufiq pada pukul 09.00, waktu Singapura, Minggu (9/6/2013). Jenazah rencananya akan mendarat di Bandara Halim Perdana Kusuma dan disemayamkan di TMP Kalibata.
Pejabat naik pesawat, Jokowi terlanjur gandrung kelas ekonomi
Reporter : Mohamad Taufik (merdeka.com)

Kasus pejabat memukul pramugari pesawat agaknya baru kali ini terjadi. Apalagi dilakukan pejabat pemerintahan. Tapi inilah kenyataanya, nama Zakaria Umar Hadi, Kepala Dinas Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi Bangka Belitung (Babel) mendadak popular karena telah memukul seorang pramugari Pesawat Sriwijaya Air SJ 078.
Sebenarnya cerita pejabat naik pesawat sudah biasa. Hampir dipastikan saban kunjungan lintas daerah, pulau, atau kota, mereka menggunakan pesawat. Namun kisah di antara mereka menjadi seru karena beberapa perjalanan pejabat menggunakan pesawat menyisakan cerita lain yang menurut merdeka.com cukup menarik.
Salah satunya berita pemukulan Zakaria terhadap seorang Pramugari bernama Febriyani. Cerita Zakaria berbuntut panjang karena Febri tidak terima dengan pemukulan. Dia melapor ke polisi. Ujungnya, Zakaria sementara ini meringkuk di tahanan.
Itu cerita Zakaria. Ada cerita seru lain. Kali ini giliran Joko Widodo (Jokowi), Gubernur DKI Jakarta. Mantan Wali Kota Solo itu mengaku kesengsem dengan pesawat kelas ekonomi. Karena itu, dia kerap naik pesawat ekonomi ketika perjalanan dari Solo ke Jakarta, atau sebaliknya dari Jakarta ke Solo.
Lihat saja pengakuan Jokowi kepada merdeka.com beberapa waktu lalu. "Emang dari dulu saya anak ekonomi. Saya dari dulu biasa saja, dari dulu di ekonomi ya ekonomi," ujar Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (29/5).
Pengakuan Jokowi ini terkonfirmasi dengan pengakuan seorang penumpang pesawat kelas ekonomi yang kebetulan pernah bareng dengan Gubernur DKI yang biasanya juga dipanggil 'Mas Joko' ini. Seperti ditulis seorang bloogers dengan nama adesmurf. Dia menulis kisah perjalanan di dalam pesawat bareng Jokowi.
Begini dia menulis: Akhir pekan lalu, saya dan suami bertolak kembali ke Jakarta dari Solo, melalui Bandara Adi Soemarmo. Saat tengah menunggu giliran masuk pesawat di tengah antrian panjang, tiba-tiba kami dikejutkan oleh suara sedikit gaduh di belakang. Spontan menoleh, beberapa orang pun melakukan hal yang sama.
Bahkan tak sedikit yang bergegas menghampiri ke arah kerumunan. Sesosok pria dengan wajah sangat familiar berdiri di tengah-tengah orang yang berebut untuk menyapa dan berfoto bersama. Mengenakan celana jeans, kemeja putih bertangan panjang yang digulung, menyandang ransel hitam di pundak, ia terlihat sedikit lelah, namun secara umum terkesan santai, tenang dan ramah.
Pria itu menebar senyuman khasnya. Dia orang nomer satu di DKI, Joko Widodo yang tenar dengan sapaan akrab Jokowi. Saya ikut berdegup melihat kehadiran beliau, terutama melihat antusiasme orang-orang di ruang tunggu keberangkatan. Seolah semua merasa ingin mendekat dan menyapa. Sangat tergelitik untuk ikut menghampiri beliau, namun saya pun separuh mengingatkan diri sendiri sebenarnya, jangan sampai proses boarding terganggu.
Terlebih, kerumunan berjarak agak jauh dari titik kami berdiri dan terhalang beberapa penumpang lain. Saya berusaha fokus pada antrian, meski sesekali masih juga melihat ke belakang. 'Dzziig!' Ada rasa yang sedikit asing, namun membuat saya tiba-tiba dijalari perasaan haru mendalam. Semacam cubitan bercampur pelukan hangat.
Belum tuntas keheranan, berikutnya saya kembali menyaksikan sesuatu yang langka di negeri ini: seorang pejabat publik terkemuka ikut di dalam antrian masuk ke pesawat, untuk kemudian duduk di bangku belakang: kelas ekonomi! Dalam penggambaran bak tokoh kartun, mungkin rahang saya sudah terlepas jatuh ke lantai.
Baru kali ini saya duduk lebih depan daripada seorang pejabat. :-P Bukan tanpa alasan. Sudah terlalu sering saya menyaksikan bagaimana pongahnya perangai para penguasa ketika menggunakan fasilitas publik. Jangankan mereka, para asisten dan lingkaran terdekatnya juga kerap bertingkah berlebihan, selalu minta dilayani, diistimewakan dan dimaklumi setiap kali mereka hadir. Tidak banyak yang lebih memuakkan dari hal tersebut.
Tulisan pengalaman Adesmurf dikomentari orang lain yang ternyata juga punya pengalaman mirip. Begini pengakuanya: Benar2 de javu, 28 april lalu saya mempunyai pengalaman yang sama: flight yg sama, posisi duduk yg sama (kalo tidak salah waktu itu beliau duduk di no 26/27, saya 1 row di depannya), kemeja putih digulung yang sama, riuh rendah orang2 yg ingin salaman dan berpoto dengannya dst …
Bedanya mungkin cuma saat itu dia narik koper kecil (bukan bawa ransel) dan sampe Jakarta lebih beruntung dari anda karena tidak perlu naik bis ke gedung terminal. Saya rasa tidak perlu argue apakah Jokowi satu2nya pejabat yang merakyat atau tidak, saya yakin jawabannya tidak. tapi mari kita share cerita2 positif semacam ini.
sebagai bentuk penghormatan saya kepada beliau, saat itu saya memilih sikap untuk 'mengacuhkannya', karena saya yakin beliau juga membutuhkan privacy buat dirinya …
Itulah dua perilaku pejabat di negeri ini ketika naik pesawat. Tapi untuk Jokowi, sepertinya dia benar-benar gandrung naik kelas Ekonomi. Bagaimana dengan anda?
Kasus pejabat memukul pramugari pesawat agaknya baru kali ini terjadi. Apalagi dilakukan pejabat pemerintahan. Tapi inilah kenyataanya, nama Zakaria Umar Hadi, Kepala Dinas Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi Bangka Belitung (Babel) mendadak popular karena telah memukul seorang pramugari Pesawat Sriwijaya Air SJ 078.
Sebenarnya cerita pejabat naik pesawat sudah biasa. Hampir dipastikan saban kunjungan lintas daerah, pulau, atau kota, mereka menggunakan pesawat. Namun kisah di antara mereka menjadi seru karena beberapa perjalanan pejabat menggunakan pesawat menyisakan cerita lain yang menurut merdeka.com cukup menarik.
Salah satunya berita pemukulan Zakaria terhadap seorang Pramugari bernama Febriyani. Cerita Zakaria berbuntut panjang karena Febri tidak terima dengan pemukulan. Dia melapor ke polisi. Ujungnya, Zakaria sementara ini meringkuk di tahanan.
Itu cerita Zakaria. Ada cerita seru lain. Kali ini giliran Joko Widodo (Jokowi), Gubernur DKI Jakarta. Mantan Wali Kota Solo itu mengaku kesengsem dengan pesawat kelas ekonomi. Karena itu, dia kerap naik pesawat ekonomi ketika perjalanan dari Solo ke Jakarta, atau sebaliknya dari Jakarta ke Solo.
Lihat saja pengakuan Jokowi kepada merdeka.com beberapa waktu lalu. "Emang dari dulu saya anak ekonomi. Saya dari dulu biasa saja, dari dulu di ekonomi ya ekonomi," ujar Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (29/5).
Pengakuan Jokowi ini terkonfirmasi dengan pengakuan seorang penumpang pesawat kelas ekonomi yang kebetulan pernah bareng dengan Gubernur DKI yang biasanya juga dipanggil 'Mas Joko' ini. Seperti ditulis seorang bloogers dengan nama adesmurf. Dia menulis kisah perjalanan di dalam pesawat bareng Jokowi.
Begini dia menulis: Akhir pekan lalu, saya dan suami bertolak kembali ke Jakarta dari Solo, melalui Bandara Adi Soemarmo. Saat tengah menunggu giliran masuk pesawat di tengah antrian panjang, tiba-tiba kami dikejutkan oleh suara sedikit gaduh di belakang. Spontan menoleh, beberapa orang pun melakukan hal yang sama.
Bahkan tak sedikit yang bergegas menghampiri ke arah kerumunan. Sesosok pria dengan wajah sangat familiar berdiri di tengah-tengah orang yang berebut untuk menyapa dan berfoto bersama. Mengenakan celana jeans, kemeja putih bertangan panjang yang digulung, menyandang ransel hitam di pundak, ia terlihat sedikit lelah, namun secara umum terkesan santai, tenang dan ramah.
Pria itu menebar senyuman khasnya. Dia orang nomer satu di DKI, Joko Widodo yang tenar dengan sapaan akrab Jokowi. Saya ikut berdegup melihat kehadiran beliau, terutama melihat antusiasme orang-orang di ruang tunggu keberangkatan. Seolah semua merasa ingin mendekat dan menyapa. Sangat tergelitik untuk ikut menghampiri beliau, namun saya pun separuh mengingatkan diri sendiri sebenarnya, jangan sampai proses boarding terganggu.
Terlebih, kerumunan berjarak agak jauh dari titik kami berdiri dan terhalang beberapa penumpang lain. Saya berusaha fokus pada antrian, meski sesekali masih juga melihat ke belakang. 'Dzziig!' Ada rasa yang sedikit asing, namun membuat saya tiba-tiba dijalari perasaan haru mendalam. Semacam cubitan bercampur pelukan hangat.
Belum tuntas keheranan, berikutnya saya kembali menyaksikan sesuatu yang langka di negeri ini: seorang pejabat publik terkemuka ikut di dalam antrian masuk ke pesawat, untuk kemudian duduk di bangku belakang: kelas ekonomi! Dalam penggambaran bak tokoh kartun, mungkin rahang saya sudah terlepas jatuh ke lantai.
Baru kali ini saya duduk lebih depan daripada seorang pejabat. :-P Bukan tanpa alasan. Sudah terlalu sering saya menyaksikan bagaimana pongahnya perangai para penguasa ketika menggunakan fasilitas publik. Jangankan mereka, para asisten dan lingkaran terdekatnya juga kerap bertingkah berlebihan, selalu minta dilayani, diistimewakan dan dimaklumi setiap kali mereka hadir. Tidak banyak yang lebih memuakkan dari hal tersebut.
Tulisan pengalaman Adesmurf dikomentari orang lain yang ternyata juga punya pengalaman mirip. Begini pengakuanya: Benar2 de javu, 28 april lalu saya mempunyai pengalaman yang sama: flight yg sama, posisi duduk yg sama (kalo tidak salah waktu itu beliau duduk di no 26/27, saya 1 row di depannya), kemeja putih digulung yang sama, riuh rendah orang2 yg ingin salaman dan berpoto dengannya dst …
Bedanya mungkin cuma saat itu dia narik koper kecil (bukan bawa ransel) dan sampe Jakarta lebih beruntung dari anda karena tidak perlu naik bis ke gedung terminal. Saya rasa tidak perlu argue apakah Jokowi satu2nya pejabat yang merakyat atau tidak, saya yakin jawabannya tidak. tapi mari kita share cerita2 positif semacam ini.
sebagai bentuk penghormatan saya kepada beliau, saat itu saya memilih sikap untuk 'mengacuhkannya', karena saya yakin beliau juga membutuhkan privacy buat dirinya …
Itulah dua perilaku pejabat di negeri ini ketika naik pesawat. Tapi untuk Jokowi, sepertinya dia benar-benar gandrung naik kelas Ekonomi. Bagaimana dengan anda?
Friday, June 7, 2013
Kapok, Jokowi Ogah Prediksi Skor Indonesia Vs Belanda
"Enggak mau. Saya prediksi salah terus. Kapok," ujar Jokowi seusai mendampingi Presiden di acara peninjauan Kapal Rainbow Warrior di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat pagi.
Bulan lalu Jokowi memprediksi klub asal Spanyol, Barcelona, akan mengungguli Bayern Muenchen dengan skor 2-1 di laga semifinal leg kedua Liga Champions. Dia menjagokan Lionel Messi untuk menjebol gawang Manuel Neuer. Namun, Barca justru menelan kekalahan telak 0-3 dan total agregat 0-7.
Timnas Indonesia dan Belanda akan menjalani laga uji coba pada Jumat (7/6/2013) malam di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Selain disiarkan langsung di Indonesia dan Belanda, laga itu rencananya akan ditayangkan oleh lebih dari 12 negara di berbagai penjuru dunia.
Skuad Belanda akan diperkuat pemain-pemain berpengalaman, seperti Robin van Persie, Arjen Robben, dan Wesley Sneijder.
Kritikan Thdp Rencana Jokowi Alih Fungsi Rumah Dinas Camat & Lurah Yg Tidak Terpakai
Kritikan Thdp Rencana Jokowi Alih Fungsi Rumah Dinas Camat & Lurah Yg Tidak Terpakai
Dari channel Penguasaha youtube :)
Vidio : Dendam Politik Kebon Sirih dan Rencana Kunker DPRD Ke Luar Negeri
kritikan anggota DPRD DKI Jakarta kepada Jokowi-ahok tentang KJS
vidio dari channel Penguasaha youtube.. tq gan..!! :)
Jokowi Minta Slank Jadi Duta Buang Sampah di Tempatnya
Jokowi ingin mengajak grup band yang memiliki ribuan penggemar tersebut untuk mengkampanyekan buang sampah pada tempatnya, bukan di selokan atau sungai.
"Kita tadi bisik-bisik, mau bareng-bareng kampanye buang sampah di tempatnya," ujar Jokowi di markas Slank, Gg Potlot III, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (7/6/2013).
Jokowi pun punya alasan tersendiri kenapa memilih sampah sebagai tema kampanye. Sebab, sampah menjadi salah satu penyebab utama banjir di Jakarta.
"Jakarta problemnya paling berat. Sehari-hari 2 ribu ton sampah masuk ke kali. Kalau nggak disampaikan dengan cara-cara kekinian, ya nggak bisa," jelas Jokowi.
"Baru disampaikan tadi, nggak tahu apa mau dibuat sebuah lagu. Atau kegiatan atau yang lainnya," tambah Jokowi.
Rencana Jokowi ini pun mendapat dukungan dari Slank. Salah seorang personel Slank, Bimbim mengatakan, soal lingkungan memang sudah menjadi concern mereka dalam berkegiatan ke masyarakat maupun menciptakan sebuah karya.
"Udah lama Slank memang kampanye soal sungai, dan kebetulan ini langsung dari pemimpinnya sendiri. Bagus sekali," kata Bimbim.
Thursday, June 6, 2013
Rahmawati Ragukan Kemampuan Jokowi Jadi Capres
Bagi Rahmawati Soekarnoputri, calon presiden (capres) 2014 tak harus tua karena anak muda pun jadi. Persoalannya, seorang capres tak cukup hanya menonjol karena performanya, tetapi juga harus kuat pemikirannya.
Saat ditemui di sela-sela peringatan ulang tahun Bung Karno di rumahnya, Jakarta, Kamis (6/6/2013), Rahmawati mengaku belum memberikan penilaian karena nama-nama yang sekarang muncul belum memberi visi misi.
"Saya tidak menekankan tua apa mudanya. Tetapi, performa, pemikiran diperlukan. Kalau dikatakan tua, tidak jelas orientasinya dan disorientasi membawa bangsa ini enggak jelas ke mana, percuma dong," tuturnya. Menurut Rahmawati, capres lebih baik yang muda, militan, progresif, dan memiliki pemikiran revolusioner.
Namun, tidak lantas Rahmawati langsung setuju dengan munculnya Joko Widodo (Jokowi) yang digadang bakal maju sebagai capres. "Dengan segala hormat, Pak Jokowi kan memang populer. Untuk menilai apakah dia akan membawa pikiran-pikiran besar untuk kemajuan ke depan, itu tidak gampang," papar Rahmawati.
"Sekarang kan Pak Jokowi memimpin DKI. Tapi, memimpin negara tidak seperti memimpin Jakarta, sangat kompleks. Kompleksitasnya besar sekali memimpin negara," ujarnya.
Sementara ketika ditanya soal kans keponakannya, Puan Maharani, menjadi capres, Rahmawati menjawab diplomatis. "Kalau boleh, saya pribadi berkomentar Puan masih belum mature," katanya. (Yogi Gustaman/Tribunnews)
Wednesday, June 5, 2013
Bupati Kepulauan Seribu Janji "Blusukan" seperti Jokowi
Bupati Kepulauan Seribu Asep Syarifudin berjanji akan mengikuti jejak Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk blusukan mengunjungi warga. Itu dilakukan untuk sosialisasi program Pemerintah Provinsi DKI.
"Blusukan pasti, nantinya kita akan shalat Jumat di masjid-masjid, pulau-pulau. Saat itu kita akan sampaikan program-program," ujar Asep seusai dilantik di Pulau Pari, Rabu (5/6/2013).
Asep yang pernah menjadi Bupati Kepulauan Seribu pada 2010 hingga 2011 mengatakan akan menggandeng warga dan pihak swasta untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam menjalankan program-program pemerintah. "Pemerintah berfungsi melayani, memberdayakan, membangun. Karena itu kita bekerja sama dengan pihak swasta dan masyarakat sekitar," ujar Asep.
Asep mengatakan, dalam aksi blusukannya ke permukiman warga, ia sekaligus ingin mengubah pola pikir warga Kepulauan Seribu bahwa jangan hanya bertumpu pada satu hal saja. Asep ingin warga di pulau mana pun di Kepulauan Seribu untuk swadaya dalam hal pariwisata agar mandiri.
Seperti diketahui, Asep dilantik sebagai Bupati Kepulauan Seribu menggantikan Ahmad Ludfi yang telah memasuki masa pensiun. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berpesan agar Asep meningkatkan perekonomian masyarakat.
Ikut "Blusukan", Dubes AS Ingin Belajar dari Jokowi
Rupanya ada alasan mengapa Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Scot Marciel ikut blusukan dengan Joko Widodo ke permukiman di Tanjung Priok. Scot ingin belajar dari Gubernur DKI Jakarta.
"Melihat bagaimana Gubernur Jakarta bekerja sangat menarik dan mungkin kami bisa belajar," ujar Scot kepada wartawan di sela blusukannya bersama Gubernur DKI Jakarta di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (5/6/2013).
Scot mengakui, baik program atau sosialisasi semacam itu baru ditemuinya di Indonesia. Di Amerika, kata Scot, belum pernah ada program Kampung Deret ini. Oleh sebab itu, kedatangannya kali ini, mungkin bisa sekaligus dijadikan pembelajaran pihaknya.
"Saya rasa kami bisa belajar apa yang sudah dilakukan di sini. Saya rasa hal itu pasti akan menguntungkan juga bagi kami," ujar Scot.
"Sangat menyenangkan juga bisa melihat jalannya proses demokrasi yang sesungguhnya di jalanan seperti ini, bagus ini," tuturnya lagi.
Saat ditanya apakah Amerika Serikat akan ikut kerjasama dalam program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Scot pun membenarkannya. Meski tak menjelaskan secara detil bentuk kerjasama dengan Pemprov DKI, Scot mengaku akan berbangga hati jika kerjasama tersebut terlaksana.
Labels:
blusukan,
DKI Jakarta,
dubes as,
Duta Besar Amerika Serikat,
Gebrakan Jokowi,
Jakarta Baru,
Joko widodo,
Jokowi,
Kompas.com,
Penataan kampung,
rumah deret,
Scot Marciel,
Serba-serbi Jokowi
KJS Dipakai untuk Ambil Raskin, Jokowi Oke Saja
Gubernur DKI Joko Widodo mengaku tidak keberatan jika KJS atau Kartu Jakarta Sehat dijadikan akses bagi warga miskin di DKI mengambil beras miskin atau raskin.
"Dipakai untuk yang lain, ya bisa saja, sehingga satu kartu bisa dipakai kepentingan lain, bagus," ujar Jokowi usai melantik Asep Syarifudin jadi Bupati Kepulauan Seribu, Rabu (5/6/2013).
Bahkan, lanjut Jokowi, bukan tidak mungkin kelak KJS menjadi kartu akses kepada pelayanan selain kesehatan. Misalnya, mendapat diskon di toko buku atau pelayanan yang lainnya.
Meski demikian, Jokowi mengaku rencana itu baru sebatas wacana. Pihaknya kini lebih fokus pada penyesuaian tarif antara Pemprov DKI dengan sejumlah rumah sakit peserta KJS itu. "Belumlah, KJS saja mau diinterpelasi," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar mengatakan, KJS yang digagas Gubernur DKI Joko Widodo bisa digunakan membeli beras masyarakat miskin atau raskin. Cukup menunjukkan KJS, warga miskin dengan mudah mendapat akses membeli raskin.
Jokowi sosialisasikan kampung deret bersama Dubes AS
Mantan wali kota Solo ini menunjukkan desain kampung deret kepada warga dan mengatakan akan diperbaiki seluruh permukiman warga RW 7 baik rumah dan lingkungan. Jokowi dengan luwes menerangkan programnya.
"Nanti akan diperbaiki kampung bapak ibu seperti ini, juga akan diperbaiki selokan-selokannya. Saya harap bapak ibu dapat bergotong royong untuk ikut membangun," ujar Jokowi saat sosialisasi kampung deret di RW 7 Kampung Muara Bahari Jakarta Utara, Rabu (5/6).
Pada kesempatan tersebut, Politikus PDIP ini meminta warga untuk ikut serta menjaga permukiman setelah diperbaiki. "Saya juga minta nanti kalau sudah jadi harus dijaga," tandasnya.
Seperti biasa, kedatangan Jokowi disambut warga dengan antusias. Warga pun merespons program Jokowi ini dengan gembira.
Subscribe to:
Posts (Atom)