Showing posts with label Jokowi. Show all posts
Showing posts with label Jokowi. Show all posts
Monday, June 10, 2013
Lagi, Jokowi rombak susunan kepala dinas di DKI
Gubernur Joko Widodo rupanya belum mantap dengan susunan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) khususnya eselon II di Pemprov DKI Jakarta. Hari ini, sekitar tujuh orang pejabat eselon dua akan dirotasi dari jabatan sebelumnya.
Pelantikan akan dilangsungkan pukul 13.00 WIB di Balai Kota DKI Jakarta. Untuk diketahui, pejabat eselon dua termasuk di antaranya kepala dinas, wakil kepala dinas, kepala biro dan asisten deputi gubernur.
"Ya nanti siang ada pelantikan, kira-kira ada tujuh orang lah," ujar Kepala BKD DKI Jakarta I Made Karmayoga saat dihubungi wartawan, Selasa (11/6).
Namun, Made begitu ia disapa, masih merahasiakan siapa saja pejabat eselon II yang akan dirotasi. Tetapi, Made memberikan gambaran ada kepala dinas yang akan digeser dalam mutasi jabatan ini.
"Iya ada (kepala dinas) yang jelas ini untuk reformasi birokrasi menuju Jakarta Baru. Pokoknya enggak terlalu ekstrim turun jabatannya," jelasnya.
Ini untuk kesekian kalinya Jokowi merombak susunan anak buahnya. Khusus eselon II, Jokowi pernah melakukan rotasi sebanyak dua kali pertama sekitar November 2012 lalu, kemudian Mei 2013 kemarin.
Jokowi Marah Pesta Rakyat Diibaratkan Pameran Kerak Telor
Gubenur DKI Jakarta Joko Widodo marah atas pernyataan tentang pesta rakyat Jakarta yang diibaratkan seperti pameran kerak telor. Jokowi menilai pernyataan itu salah besar.
Hal itu disampaikan Jokowi ketika ditanya tentang pernyataan Komisaris Utama PT Jakarta International Expo (PT JIExpo), Murdaya Poo, pekan lalu. Pada pertemuan dengan Wakil Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Selasa (4/6/2013), Murdaya Poo menyanggah PRJ hanya mengakomodasi industri skala besar dan mengabaikan industri kecil. Menurutnya, PT JIExpo telah proporsional dalam menempatkan usaha kecil dan industri besar.
"Sekarang itu, sudah dua kali lipat (keberadaan usaha kecil di PRJ), tiap tahun dilipatkan terus. Memang, di luar ada, di dalam ada, karena ini kan bukan pameran kerak telor," kata Murdaya kepada wartawan setelah bertemu dengan Basuki, Selasa.
Jokowi menilai salah besar jika pesta rakyat yang digagas olehnya diadakan untuk menyingkirkan Pekan Raya Jakarta yang selama ini digelar oleh PT JIExpo. "Karena dia (Murdaya Poo) enggak mulai dari awal. Dia ngertinya kan hanya untung, hanya untung, hanya untung. Tahu kamu?" kata Jokowi dengan nada tinggi kepada wartawan ketika ia membeli kerak telor di tepi Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2013) siang.
Pernyataan tegas dengan mimik serius dari mantan Wali Kota Surakarta tersebut sempat membuat sejumlah wartawan terkejut. Tidak biasanya Jokowi melontarkan pernyataan dengan nada tinggi seperti itu karena Jokowi selalu melayani pertanyaan media dengan gaya santai.
Jokowi mengatakan, keinginan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menggelar pesta rakyat menyambut HUT DKI Jakarta bukan untuk mengusik acara PRJ yang diselenggarakan oleh PT JIExpo. Menurut Jokowi, bisa saja ada pameran industri berskala besar. Namun, harus ada juga acara yang mengakomodasi usaha kecil dari masyarakat.
"Konsepnya awal itu untuk kegembiraan rakyat, kemudian juga untuk usaha-usaha yang kecil, usaha mikro, usaha-usaha rumah tangga seperti ini yang seharusnya diberi ruang. Biar mereka pun bisa berpesta satu tahun sekali," ujarnya.
Jokowi mencontohkan, jika JIExpo mengklaim telah mengakomodasi pedagang kecil, buktinya masih ada ratusan pedagang kerak telor yang tidak bisa masuk ke arena PRJ dan berjualan di pinggir-pinggir jalan di sekitar arena PRJ. Oleh sebab itu, kata Jokowi, perlu ada acara yang mampu menampung para pedagang makanan kecil itu.
Pemprov DKI mewacanakan untuk menggelar acara PRJ di pelataran Monumen Nasional sebagai bagian dalam merayakan ulang tahun Kota Jakarta. Pemprov DKI melihat PRJ yang digelar di Kemayoran selama beberapa tahun ini telah kehilangan roh karakter Betawi. Hal itu antara lain ditandai oleh keberadaan stan-stan industri raksasa di PRJ yang menggeser produk kebudayaan Betawi. Pemprov DKI melihat perlu digelar HUT DKI yang memiliki ciri Betawi.
Lambaian Pengunjung PRJ untuk Siapa, Jokowi atau SBY?
Presiden yang mengenakan kemeja lengan panjang warna biru tua berada di depan Jokowi yang mengenakan kemeja batik lengan panjang coklat. Kedatangan kedua tokoh itu pun mendapat sambutan meriah. Para pengunjung PRJ secara bersama-sama melambaikan tangan ke arah kedua tokoh tersebut. Namun, tak jelas kepada siapa para pengunjung melambaikan tangan. Sebab, jarak kedua tokoh ke pengunjung itu cukup jauh.
Lambaian tangan itu pun ditanggapi berbeda, baik oleh Presiden maupun Jokowi. Presiden tampak turut melambaikan tangan ke arah kerumunan pengunjung. Namun, di belakangnya, Jokowi tampak hanya menunduk sambil tersenyum kepada pengunjung. Keduanya lalu duduk di kursi VVIP.
Ajang pameran PRJ telah dibuka untuk umum sejak Kamis, 6 Juni 2013 lalu. Namun, acara peresmian baru dilakukan hari ini. Acara dengan tajuk "Terus Maju Jakartaku" tersebut akan berlangsung selama 32 hari penuh hingga 7 Juli mendatang, bertepatan musim liburan sekolah. Acara peresmian pembukaan hari ini diisi oleh beragam atraksi, mulai dari drama musikal sesuai tema, tarian, dan musik. Turut hadir sejumlah pejabat, yaitu Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, dan Ketua KONI Agum Gumelar.
Serapan APBD 2012 rendah, DPRD DKI kompak kritik Jokowi-Ahok
"Realisasi belanja modal hanya 68,5 persen," ujar anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Subki, saat menyampaikan pandangan atas laporan pertanggungjawaban APBD DKI di hadapan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (10/6).
Subki menjelaskan, penyerapan anggaran untuk belanja tanah yang hanya 2,25 persen dari modal yang mencapai Rp 35,38 triliun. Akibatnya sisa anggaran untuk belanja tanah mencapai Rp 9,46 triliun.
"Pemerintah seharusnya sudah menyadari bahwa ada keterbutuhan ruang terbuka hijau. Juga termasuk fasilitas sosial dan umum," jelasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Belly Bilasula. Menurutnya, banyak program yang dicanangkan pada APBD 2012 belum terlaksana menyebabkan serapan anggaran rendah.
"Pertumbuhan ekonomi Jakarta 2012 lebih rendah dari 2011, hanya 6,5 persen," kritik Belly.
Belly mengatakan, pemprov lebih banyak menghabiskan uang untuk belanja operasional dibandingkan modal. Rasionya belanja operasional mencapai Rp 22,77 triliun sedangkan modal hanya Rp 8,78 triliun.
"Belanja operasional hanya menguntungkan birokrasi. Sedangkan investasi untuk jangka panjang yaitu modal diabaikan. Sehingga merugikan masyarakat," tambahnya.
Lain halnya, Perwakilan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dwi Rio Sambodo mengatakan dari pos pendapatan daerah lain-lain yang sah hanya tercapai 0,24 persen dari target Rp 1,54 triliun. Padahal DKI Jakarta memiliki potensi besar mendapatkan pemasukan dari sektor pajak.
"Pajak pemakaian air bawah tanah juga hanya terealisasi 60,03 persen dari target Rp 170 miliar," ujarnya.
Bahkan Fraksi PAN-PKB menyoroti jumlah utang yang membengkak. Perwakilan fraksi, Wanda Hamidah mengatakan pada tahun 2011 utang pemerintah sebesar Rp 715,44 miliar.
"Sedangkan 2012 malah menyisakan hutang Rp 903,88 miliar," katanya.
Padahal idealnya, utang tidak mengalami peningkatan sebesar ini jika seluruh belanja pengeluaran selesai pada akhir 2012.
Untuk anggota dewan meminta pemerintah benar-benar mengalokasikan dana sesuai dengan tugas dan fungsi pokok satuan perangkat kerja.
"Pemerintah juga harus meningkatkan kapasitas dari aparatur dalam penguasaan teknologi informasi," pungkas salam satu anggota dari Fraksi Hanura-PDS, Farel Silalahi.
[lia]
Di PRJ, Jokowi Diteriaki Diminta "Nyapres"
Pantauan Kompas.com, pemandangan tersebut terjadi seusai Jokowi beserta beberapa pejabat lain melepas kepergian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Seusai mobil RI 1 meninggalkan lokasi, pengunjung PRJ berdesakan menyerbu Jokowi.
"Pak, jadi capres ya Pak," teriak salah seorang pemuda sambil berusaha mendekati Jokowi. "Iya Pak, kami pasti dukung Bapak di 2014," timpal seorang wanita yang ikut berdesakan berusaha mendekati orang nomor satu di DKI Jakarta itu.
Jokowi tak menjawab seruan-seruan itu. Ia hanya membalas dengan senyuman dan menyalami satu per satu pengunjung PRJ yang merangsek mendekatinya. Aksi para pengunjung PRJ membuat para ajudan gubernur kewalahan mengawal Jokowi.
Menggembirakan rakyat
Di sela interaksinya dengan pengunjung PRJ, Jokowi sempat menjelaskan rencana Pemprov DKI Jakarta dalam menyambut HUT DKI Jakarta. Dia mengatakan peringatan ulang tahun akan dirayakan dengan menggelar acara berbasis kebudayaan.
Menurut Jokowi, PRJ sudah berkembang dan berubah menjadi pameran industri raksasa, tidak lagi sesuai dengan roh awal acara. "Sudah berkembang ke arah pameran dagang. Padahal di awal, PRJ adalah pestanya rakyat, gembiranya rakyat," ujarnya.
Oleh sebab itu, Jokowi pun memastikan pesta sesungguhnya untuk rakyat pada Juni 2014, ulang tahun berikutnya. Namun, dia belum dapat memastikan apakah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal mencabut sahamnya di JIExpo untuk memfokuskan dana ke pesta rakyat ataukah akan menggelar dua acara berbeda secara beriringan. "Sedang dikaji," tepis dia.
Sunday, June 9, 2013
Di Monas, warga bisa blusukan di kereta contoh monorail
[caption id="" align="alignleft" width="324"]
Salah satu program yang digadang oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah rencana pembangunan megaproyek transportasi berbasis massal atau monorail. Dalam rangkaian HUT ke 486 Jakarta yang jatuh pada bulan Juni ini, PT Jakarta Monorail bakal memamerkan Kereta Contoh Monorail di kawasan Monumen Nasional (Monas).
"Sejak awal Juni, kereta contoh monorail sudah tiba di Jakarta, sekarang masih dalam penyelesaian agar memudahkan warga Jakarta menikmati kereta contoh ini," kata Juru Bicara PT Jakarta Monorel Bovanantoo, Jakarta, Minggu (9/6).
Untuk kereta contoh monorail ini, Bovanantoo menjelaskan, kapasitas per gerbong mencapai 200 penumpang duduk dan berdiri. Selain itu, gerbong monorail juga akan dilengkapi baris untuk handicap (kursi roda).
Bovananto menegaskan, PT JM bukan hanya menunjukkan kemajuan yang sangat berarti dengan dipenuhinya berbagai dokumen yang diperlukan oleh pemerintah Jakarta. Namun, kehadiran kereta contoh ini membuktikan bahwa pihaknya sangat serius berusaha untuk melayani kebutuhan warga untuk masalah transportasi di Jakarta.
"Selain kami bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan dokumen-dokumen yang diperlukan oleh pemerintah, kami juga menghadirkan kereta contoh yang nantinya akan melayani warga Jakarta," terangnya.
Bovanantoo menambahkan, investor PT JM (Ortus Holdings) juga telah merampungkan pembelian saham PT Adhi Karya Tbk (AK) di JM dan sudah selesai dibayar lunas. Sedangkan mengenai pembayaran tiang-tiang, Adhi Karya dan Jakarta Monorel sudah mencapai kesepakatan untuk mekanisme dan tata cara pembayarannya. Namun menunggu status free and clear sebagaimana yang telah disepakati kedua belah pihak.
"Pembayaran sebesar Rp 190 milyar seperti yang sudah disepakati akan dilakukan setelah semua persyaratan yang tertuang dalam kesepakatan tertulis terpenuhi," tandasnya.
[did]
Jokowi akan dampingi SBY buka PRJ di Kemayoran
[caption id="" align="alignleft" width="324"]
Jokowi akan dampingi SBY buka PRJ di Kemayoran[/caption]
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) hari ini diagendakan akan menemani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menghadiri pembukaan Pekan Raya Jakarta di Jakarta International Expo Kemayoran.
"Pukul 19.00 WIB, memberikan sambutan pada acara pembukaan Pekan Raya Jakarta Tahun 2013 dalam rangka HUT Jakarta ke-486 bersama Presiden RI, JIExpo Kemayoran, Jakarta," isi agenda dari protokoler Humas Pemprov DKI Jakarta, Senin (10/6).
Jokowi berkeinginan menyulap PRJ dengan nuansa yang berbeda. Menurutnya, PRJ akan dievaluasi agar nuansa kerakyatan lebih ditonjolkan.
Kemudian untuk tahun depan, PRJ kemungkinan besar tidak lagi digelar di Kemayoran. Namun akan digeser di Lapangan Monas dengan harapan seluruh warga Jakarta dengan mudah menikmati pesta rakyat tersebut.
"Masih direncanakan," ujar Jokowi di Cakung, Jakarta Timur, Minggu (2/6).
Adapun alasannya menurut Jokowi adalah supaya ada kombinasi antara usaha kecil, menengah dan memamerkan produk-produk berbasis budaya.
Jokowi menilai PRJ yang sekarang ini jauh dari roh kerakyatan. PRJ menonjolkan kepentingan bisnis besar dan hanya mengejar kepentingan komersialisme. Padahal, PRJ disuguhkan bertujuan untuk menghibur rakyat dan warga Jakarta.
"Ya nanti itu supaya kembali ke rohnya, bahwa itu untuk produk-produk kreatif berbasis budaya," jelas Jokowi.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) hari ini diagendakan akan menemani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menghadiri pembukaan Pekan Raya Jakarta di Jakarta International Expo Kemayoran.
"Pukul 19.00 WIB, memberikan sambutan pada acara pembukaan Pekan Raya Jakarta Tahun 2013 dalam rangka HUT Jakarta ke-486 bersama Presiden RI, JIExpo Kemayoran, Jakarta," isi agenda dari protokoler Humas Pemprov DKI Jakarta, Senin (10/6).
Jokowi berkeinginan menyulap PRJ dengan nuansa yang berbeda. Menurutnya, PRJ akan dievaluasi agar nuansa kerakyatan lebih ditonjolkan.
Kemudian untuk tahun depan, PRJ kemungkinan besar tidak lagi digelar di Kemayoran. Namun akan digeser di Lapangan Monas dengan harapan seluruh warga Jakarta dengan mudah menikmati pesta rakyat tersebut.
"Masih direncanakan," ujar Jokowi di Cakung, Jakarta Timur, Minggu (2/6).
Adapun alasannya menurut Jokowi adalah supaya ada kombinasi antara usaha kecil, menengah dan memamerkan produk-produk berbasis budaya.
Jokowi menilai PRJ yang sekarang ini jauh dari roh kerakyatan. PRJ menonjolkan kepentingan bisnis besar dan hanya mengejar kepentingan komersialisme. Padahal, PRJ disuguhkan bertujuan untuk menghibur rakyat dan warga Jakarta.
"Ya nanti itu supaya kembali ke rohnya, bahwa itu untuk produk-produk kreatif berbasis budaya," jelas Jokowi.
Jokowi Jadi Tuan Rumah di Kediaman Megawati
Di kediaman mantan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarno Putri, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bertindak menjadi tuan rumah dan menerima tamu-tamu yang tak hentinya datang. Anggota staf Humas DPP PDI Perjuangan, Giyanto, mengungkapkan, saat ini pria yang akrab disapa Jokowi tersebut tengah sibuk menerima para pelayat yang berdatangan untuk melayat mendiang suami Megawati, Taufiq Kiemas.
"Di dalam, Pak Jokowi sekaligus menjadi tuan rumah. Karena banyak orang dari kedutaan juga," kata Giyanto, di Jalan Teuku Umar 27, Minggu (9/6/2013).
Di sisi lain, Megawati Soekarnoputri beserta anaknya, Puan Maharani, tengah beristirahat karena kelelahan setelah menempuh perjalanan dari Singapura. Sesampainya di Tanah Air, Mega dan keluarga mengikuti prosesi pemakaman almarhum Taufiq Kiemas. "Bu Mega dan Bu Puan sedang istirahat. Mereka capek. Tamu-tamu juga beberapa yang balik dulu dan nanti datang lagi untuk tahlilan nanti malam," kata Giyanto.
Rumah duka almarhum Taufiq Kiemas di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, saat ini terpantau cukup ramai. Beberapa pelayat, baik kerabat keluarga maupun kolega di pemerintahan, satu per satu meninggalkan kediaman tersebut.
Taufiq Kiemas wafat pada Sabtu (8/6/2013) malam, di Singapura, karena penyakit komplikasi yang selama ini dideritanya. Ia menjalani perawatan di rumah sakit di Singapura sejak Senin (3/6/2013). Taufiq menjalani perawatan setelah mendampingi Wakil Presiden Boediono meresmikan Monumen Bung Karno dan Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (1/6/2013).
Ia meninggal dunia pada usia ke-70 tahun. Taufiq meninggalkan seorang istri, Dyah Permata Megawati Setyawati atau Megawati Soekarnoputri, dan tiga anak, yaitu Mohammad Rizki Pratama, Mohamad Prananda Prabowo, dan Puan Maharani Nakshatra Kusyala. Jenazahnya saat ini telah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.
Jokowi Hadiri Prosesi Pemakaman Taufiq Kiemas
Jokowi berangkat dari rumah dinas di Jl Taman Suropati, Menteng sekitar pukul 07.20 menggunakan kendaraan Toyota Land Cruiser bernopol B 1 DKI. Setibanya di Halim Perdanakusuma, Jokowi langsung memasuki hanggar Skuadron Udara 17, tempat jenazah Almarhum Taufiq Kiemas disemayamkan.
Selain Jokowi, beberapa pejabat lainnya yang turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir yakni Gubernur DIY Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono X, Gubernur Jawa Tengah terpilih Ganjar Pranowo, Anggota DPR RI Dedi Gumelar alias Miing, adik ipar Taufiq Kiemas, Guruh Soekarno Putra dan Menteri Koordinator Perkonomian, Hatta Rajasa.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI-P, Dwi Rio Sambodo mengatakan, rencananya jenazah diberangkatkan dari rumah sakit menuju Bandara Changi pada pukul 07.30 waktu Singapura. Kemudian pada pukul 09.00 waktu Singapura pesawat khusus yang membawa jenazah terbang menuju Bandara Halim Perdanakusuma.
"Dijadwalkan pada pukul 09.30, pesawat khusus yang membawa jenazah Taufiq Kiemas tiba di Bandara Halim Perdanakusuma. Presiden SBY direncanakan akan menyambut langsung," ujar Dwi Rio, Minggu (9/6).
Setelah disemayamkan di VVIP Room Bandara Halim Perdanakusumah, jenazah langsung diberangkatkan ke TMP Kalibata untuk dimakamkan. Upacara kenegaraan pemakaman direncanakan dipimpin oleh Presiden SBY pada pukul 11.00.
Seperti diketahui, Taufiq Kiemas meninggal pada Sabtu (8/6) pukul 19.05 waktu Singapura. Ketua MPR RI tersebut meninggal karena penyakit jantung yang dideritanya. Keadaan Taufiq sempat membaik pada Sabtu siang, namun kembali memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.
Saturday, June 8, 2013
Satu Kalimat Taufiq Kiemas yang Terus Diingat Jokowi
Jokowi mengatakan dia tak bisa melupakan satu kalimat yang diucapkan Taufiq kepadanya usai pengumuman kemenangan dia dan Ahok menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta pada pertengahan tahun 2012.
Saat itu, kata Jokowi, ia selaku kader PDIP dipanggil oleh Taufiq ke rumahnya. “Di sana Pak Taufiq berkata, 'Jok, aku sekarang enggak sakit lagi. Aku sudah sehat. Aku dapat obat mujarab',” kata Jokowi menirukan ucapan Taufiq, seniornya di PDIP yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Pusat partai itu.
“Saya lalu bilang, 'Alhamdulillah, kalau begitu. Apa obatnya, Pak?' Dijawab Pak Taufiq, 'Obatnya kamu menang di pemilihan Gubernur Jakarta. Kamu obat paling mujarab buat saya',” Jokowi mengingat percakapannya dengan Taufiq ketika itu.
Jokowi mengatakan ia tak pernah menyangka bakal mendapat jawaban seperti itu. “Itu tak pernah terlupakan selama hidup saya. Saya sangat kaget. Ini akan saya ingat terus,” kata dia. (kd)(viva.co.id)
Taufiq Kiemas Anggap Jokowi Obat Penyakitnya
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku terkejut atas berita duka wafatnya tokoh nasional Taufiq Kiemas. Baginya, Taufiq merupakan sosok yang tegas, dan layak untuk ditiru para juniornya.
Saat datang ke rumah duka di Jalan Teuku Umar Nomor 27 A, Menteng Jakarta Pusat, Sabtu (8/6/2013), Joko Widodo alias Jokowi sempat bercerita mengenai hal-hal yang membuatnya teringat akan sosok Ketua MPR RI itu.
Jokowi menyampaikan, Taufiq sempat menganggapnya sebagai obat dari penyakit yang dideritanya. Hal itu disampaikan Taufiq saat dirinya terpilih menjadi Gubernur di DKI.
"Mas saya kemarin sakit, tapi sekarang saya dapat obat," kata Jokowi menirukan kata-kata almarhum.
"Obatnya apa?" kata Jokowi. "Obatnya itu kamu, kamu terpilih di DKI dan saya sekarang sembuh dan tidak sakit lagi'," kata Jokowi mengenang kalimat Taufiq.
Mantan Wali Kota Surakarta ini melanjutkan, selama ini dirinya sangat dekat dengan suami Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri tersebut.
Ia berharap, Taufiq wafat dalam kondisi dan situasi yang baik.
"Saya rasa kita semua kaget, dan kita berdoa semoga arwah beliau diterima dan ditempatkan yang paling baik. Beliau kebapakan dan tegas, peninggalan besar beliau untuk bangsa dan negara ini adalah empat pilar kebangsaan," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, politisi senior PDI Perjuangan Taufiq Kiemas meninggal dunia di Singapura. Taufiq menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 19.01 waktu Singapura.
Pihak keluarga berencana membawa jenazah Taufiq pada pukul 09.00, waktu Singapura, Minggu (9/6/2013). Jenazah rencananya akan mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma dan dimakamkan di TMP Kalibata.
Datang ke Rumah Duka Taufiq Kiemas, Jokowi Bungkam
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo datang ke rumah duka mendiang Taufiq Kiemas, Jl Teuku Umar 27 A Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (8/6/2013) malam.
Setibanya di rumah duka, Jokowi langsung masuk, tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Mantan Wali Kota Surakarta ini tiba sekitar pukul 22.30 menggunakan mobil dinasnya, Toyota Kijang Innova bernopol B 1124 BH.
Ia datang didampingi beberapa ajudan pribadinya, dengan berpakaian putih-hitam. Saat turun dari mobil dinasnya, beberapa wartawan sempat berusaha memintanya berbicara.
Namun dengan wajah datar, Jokowi memilih terus berjalan dengan langkah sedikit cepat menuju pintu rumah Taufiq Kiemas.
Selain Jokowi, beberapa tokoh lainnya telah lebih dulu hadir di rumah duka. Di antaranya Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohary dan Melani Lamina Suharli,
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo, Eva K Sundari, Trimedya Panjaitan, Sonny Tulung, AM Fatwa, Irman Gusman, dan lainnya juga terlihat di rumah duka.
Sebelumnya diberitakan, politisi senior PDI Perjuangan, Taufiq Kiemas meninggal dunia di General Hospital Singapura (sebelumnya ditulis National University Hospital).
Taufiq menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 19.01 waktu Singapura. Taufiq Kiemas tengah menjalani perawatan karena kelelahan di rumah sakit tersebut setelah mendampingi Wakil Presiden Boediono meresmikan Monumen Bung Karno dan Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (1/6/2013).
Pihak keluarga berencana membawa jenazah Taufiq pada pukul 09.00, waktu Singapura, Minggu (9/6/2013). Jenazah rencananya akan mendarat di Bandara Halim Perdana Kusuma dan disemayamkan di TMP Kalibata.
Pejabat naik pesawat, Jokowi terlanjur gandrung kelas ekonomi
Reporter : Mohamad Taufik (merdeka.com)

Kasus pejabat memukul pramugari pesawat agaknya baru kali ini terjadi. Apalagi dilakukan pejabat pemerintahan. Tapi inilah kenyataanya, nama Zakaria Umar Hadi, Kepala Dinas Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi Bangka Belitung (Babel) mendadak popular karena telah memukul seorang pramugari Pesawat Sriwijaya Air SJ 078.
Sebenarnya cerita pejabat naik pesawat sudah biasa. Hampir dipastikan saban kunjungan lintas daerah, pulau, atau kota, mereka menggunakan pesawat. Namun kisah di antara mereka menjadi seru karena beberapa perjalanan pejabat menggunakan pesawat menyisakan cerita lain yang menurut merdeka.com cukup menarik.
Salah satunya berita pemukulan Zakaria terhadap seorang Pramugari bernama Febriyani. Cerita Zakaria berbuntut panjang karena Febri tidak terima dengan pemukulan. Dia melapor ke polisi. Ujungnya, Zakaria sementara ini meringkuk di tahanan.
Itu cerita Zakaria. Ada cerita seru lain. Kali ini giliran Joko Widodo (Jokowi), Gubernur DKI Jakarta. Mantan Wali Kota Solo itu mengaku kesengsem dengan pesawat kelas ekonomi. Karena itu, dia kerap naik pesawat ekonomi ketika perjalanan dari Solo ke Jakarta, atau sebaliknya dari Jakarta ke Solo.
Lihat saja pengakuan Jokowi kepada merdeka.com beberapa waktu lalu. "Emang dari dulu saya anak ekonomi. Saya dari dulu biasa saja, dari dulu di ekonomi ya ekonomi," ujar Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (29/5).
Pengakuan Jokowi ini terkonfirmasi dengan pengakuan seorang penumpang pesawat kelas ekonomi yang kebetulan pernah bareng dengan Gubernur DKI yang biasanya juga dipanggil 'Mas Joko' ini. Seperti ditulis seorang bloogers dengan nama adesmurf. Dia menulis kisah perjalanan di dalam pesawat bareng Jokowi.
Begini dia menulis: Akhir pekan lalu, saya dan suami bertolak kembali ke Jakarta dari Solo, melalui Bandara Adi Soemarmo. Saat tengah menunggu giliran masuk pesawat di tengah antrian panjang, tiba-tiba kami dikejutkan oleh suara sedikit gaduh di belakang. Spontan menoleh, beberapa orang pun melakukan hal yang sama.
Bahkan tak sedikit yang bergegas menghampiri ke arah kerumunan. Sesosok pria dengan wajah sangat familiar berdiri di tengah-tengah orang yang berebut untuk menyapa dan berfoto bersama. Mengenakan celana jeans, kemeja putih bertangan panjang yang digulung, menyandang ransel hitam di pundak, ia terlihat sedikit lelah, namun secara umum terkesan santai, tenang dan ramah.
Pria itu menebar senyuman khasnya. Dia orang nomer satu di DKI, Joko Widodo yang tenar dengan sapaan akrab Jokowi. Saya ikut berdegup melihat kehadiran beliau, terutama melihat antusiasme orang-orang di ruang tunggu keberangkatan. Seolah semua merasa ingin mendekat dan menyapa. Sangat tergelitik untuk ikut menghampiri beliau, namun saya pun separuh mengingatkan diri sendiri sebenarnya, jangan sampai proses boarding terganggu.
Terlebih, kerumunan berjarak agak jauh dari titik kami berdiri dan terhalang beberapa penumpang lain. Saya berusaha fokus pada antrian, meski sesekali masih juga melihat ke belakang. 'Dzziig!' Ada rasa yang sedikit asing, namun membuat saya tiba-tiba dijalari perasaan haru mendalam. Semacam cubitan bercampur pelukan hangat.
Belum tuntas keheranan, berikutnya saya kembali menyaksikan sesuatu yang langka di negeri ini: seorang pejabat publik terkemuka ikut di dalam antrian masuk ke pesawat, untuk kemudian duduk di bangku belakang: kelas ekonomi! Dalam penggambaran bak tokoh kartun, mungkin rahang saya sudah terlepas jatuh ke lantai.
Baru kali ini saya duduk lebih depan daripada seorang pejabat. :-P Bukan tanpa alasan. Sudah terlalu sering saya menyaksikan bagaimana pongahnya perangai para penguasa ketika menggunakan fasilitas publik. Jangankan mereka, para asisten dan lingkaran terdekatnya juga kerap bertingkah berlebihan, selalu minta dilayani, diistimewakan dan dimaklumi setiap kali mereka hadir. Tidak banyak yang lebih memuakkan dari hal tersebut.
Tulisan pengalaman Adesmurf dikomentari orang lain yang ternyata juga punya pengalaman mirip. Begini pengakuanya: Benar2 de javu, 28 april lalu saya mempunyai pengalaman yang sama: flight yg sama, posisi duduk yg sama (kalo tidak salah waktu itu beliau duduk di no 26/27, saya 1 row di depannya), kemeja putih digulung yang sama, riuh rendah orang2 yg ingin salaman dan berpoto dengannya dst …
Bedanya mungkin cuma saat itu dia narik koper kecil (bukan bawa ransel) dan sampe Jakarta lebih beruntung dari anda karena tidak perlu naik bis ke gedung terminal. Saya rasa tidak perlu argue apakah Jokowi satu2nya pejabat yang merakyat atau tidak, saya yakin jawabannya tidak. tapi mari kita share cerita2 positif semacam ini.
sebagai bentuk penghormatan saya kepada beliau, saat itu saya memilih sikap untuk 'mengacuhkannya', karena saya yakin beliau juga membutuhkan privacy buat dirinya …
Itulah dua perilaku pejabat di negeri ini ketika naik pesawat. Tapi untuk Jokowi, sepertinya dia benar-benar gandrung naik kelas Ekonomi. Bagaimana dengan anda?
Kasus pejabat memukul pramugari pesawat agaknya baru kali ini terjadi. Apalagi dilakukan pejabat pemerintahan. Tapi inilah kenyataanya, nama Zakaria Umar Hadi, Kepala Dinas Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi Bangka Belitung (Babel) mendadak popular karena telah memukul seorang pramugari Pesawat Sriwijaya Air SJ 078.
Sebenarnya cerita pejabat naik pesawat sudah biasa. Hampir dipastikan saban kunjungan lintas daerah, pulau, atau kota, mereka menggunakan pesawat. Namun kisah di antara mereka menjadi seru karena beberapa perjalanan pejabat menggunakan pesawat menyisakan cerita lain yang menurut merdeka.com cukup menarik.
Salah satunya berita pemukulan Zakaria terhadap seorang Pramugari bernama Febriyani. Cerita Zakaria berbuntut panjang karena Febri tidak terima dengan pemukulan. Dia melapor ke polisi. Ujungnya, Zakaria sementara ini meringkuk di tahanan.
Itu cerita Zakaria. Ada cerita seru lain. Kali ini giliran Joko Widodo (Jokowi), Gubernur DKI Jakarta. Mantan Wali Kota Solo itu mengaku kesengsem dengan pesawat kelas ekonomi. Karena itu, dia kerap naik pesawat ekonomi ketika perjalanan dari Solo ke Jakarta, atau sebaliknya dari Jakarta ke Solo.
Lihat saja pengakuan Jokowi kepada merdeka.com beberapa waktu lalu. "Emang dari dulu saya anak ekonomi. Saya dari dulu biasa saja, dari dulu di ekonomi ya ekonomi," ujar Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (29/5).
Pengakuan Jokowi ini terkonfirmasi dengan pengakuan seorang penumpang pesawat kelas ekonomi yang kebetulan pernah bareng dengan Gubernur DKI yang biasanya juga dipanggil 'Mas Joko' ini. Seperti ditulis seorang bloogers dengan nama adesmurf. Dia menulis kisah perjalanan di dalam pesawat bareng Jokowi.
Begini dia menulis: Akhir pekan lalu, saya dan suami bertolak kembali ke Jakarta dari Solo, melalui Bandara Adi Soemarmo. Saat tengah menunggu giliran masuk pesawat di tengah antrian panjang, tiba-tiba kami dikejutkan oleh suara sedikit gaduh di belakang. Spontan menoleh, beberapa orang pun melakukan hal yang sama.
Bahkan tak sedikit yang bergegas menghampiri ke arah kerumunan. Sesosok pria dengan wajah sangat familiar berdiri di tengah-tengah orang yang berebut untuk menyapa dan berfoto bersama. Mengenakan celana jeans, kemeja putih bertangan panjang yang digulung, menyandang ransel hitam di pundak, ia terlihat sedikit lelah, namun secara umum terkesan santai, tenang dan ramah.
Pria itu menebar senyuman khasnya. Dia orang nomer satu di DKI, Joko Widodo yang tenar dengan sapaan akrab Jokowi. Saya ikut berdegup melihat kehadiran beliau, terutama melihat antusiasme orang-orang di ruang tunggu keberangkatan. Seolah semua merasa ingin mendekat dan menyapa. Sangat tergelitik untuk ikut menghampiri beliau, namun saya pun separuh mengingatkan diri sendiri sebenarnya, jangan sampai proses boarding terganggu.
Terlebih, kerumunan berjarak agak jauh dari titik kami berdiri dan terhalang beberapa penumpang lain. Saya berusaha fokus pada antrian, meski sesekali masih juga melihat ke belakang. 'Dzziig!' Ada rasa yang sedikit asing, namun membuat saya tiba-tiba dijalari perasaan haru mendalam. Semacam cubitan bercampur pelukan hangat.
Belum tuntas keheranan, berikutnya saya kembali menyaksikan sesuatu yang langka di negeri ini: seorang pejabat publik terkemuka ikut di dalam antrian masuk ke pesawat, untuk kemudian duduk di bangku belakang: kelas ekonomi! Dalam penggambaran bak tokoh kartun, mungkin rahang saya sudah terlepas jatuh ke lantai.
Baru kali ini saya duduk lebih depan daripada seorang pejabat. :-P Bukan tanpa alasan. Sudah terlalu sering saya menyaksikan bagaimana pongahnya perangai para penguasa ketika menggunakan fasilitas publik. Jangankan mereka, para asisten dan lingkaran terdekatnya juga kerap bertingkah berlebihan, selalu minta dilayani, diistimewakan dan dimaklumi setiap kali mereka hadir. Tidak banyak yang lebih memuakkan dari hal tersebut.
Tulisan pengalaman Adesmurf dikomentari orang lain yang ternyata juga punya pengalaman mirip. Begini pengakuanya: Benar2 de javu, 28 april lalu saya mempunyai pengalaman yang sama: flight yg sama, posisi duduk yg sama (kalo tidak salah waktu itu beliau duduk di no 26/27, saya 1 row di depannya), kemeja putih digulung yang sama, riuh rendah orang2 yg ingin salaman dan berpoto dengannya dst …
Bedanya mungkin cuma saat itu dia narik koper kecil (bukan bawa ransel) dan sampe Jakarta lebih beruntung dari anda karena tidak perlu naik bis ke gedung terminal. Saya rasa tidak perlu argue apakah Jokowi satu2nya pejabat yang merakyat atau tidak, saya yakin jawabannya tidak. tapi mari kita share cerita2 positif semacam ini.
sebagai bentuk penghormatan saya kepada beliau, saat itu saya memilih sikap untuk 'mengacuhkannya', karena saya yakin beliau juga membutuhkan privacy buat dirinya …
Itulah dua perilaku pejabat di negeri ini ketika naik pesawat. Tapi untuk Jokowi, sepertinya dia benar-benar gandrung naik kelas Ekonomi. Bagaimana dengan anda?
Friday, June 7, 2013
6 Cerita kedekatan Jokowi bersama band rock
[caption id="" align="alignleft" width="378"]
6 Cerita kedekatan Jokowi bersama band rock[/caption]
Mungkin ini pertama kalinya, Indonesia memiliki Gubernur yang sangat menggandrungi musik rock. Dia adalah Joko Widodo yang saat ini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Led Zeppelin, Metallica, Napalm Death, Fear Factory, Anthrax dan Lamb of God, adalah beberapa grup band papan atas dunia yang digemarinya sejak usia remaja.
Pria yang akrab disapa Jokowi ini, diketahui telah menyukai musik rock sejak duduk di bangku SMA. Malah saat SMA hingga kuliah, dia sempat memanjangkan rambutnya hingga sebahu, penanda bahwa dia sangat menggemari gaya-gaya musisi rock.
Saat masih menjabat sebagai wali kota Solo, Jokowi sempat naik ke atas panggung di tengah peluncuran album baru Power Slaves dan ditutup dengan digelarnya ajang musik rock se-Kota Solo bertajuk Rock in Solo.
Berikut sejumlah aksi Jokowi dengan musisi rock kelas dunia yang dirangkum merdeka.com:
Lamb of God adalah salah satu band rock kesayangan Jokowi. Band rock yang khusus beraliran groove metal ini tampil di Singapura pada tanggal 20 Februari 2012. Demi menonton band kesayangannya Jokowi pun rela terbang ke Singapura.
"Saya membeli tiket yang harganya 140 Dolar Singapura (sekitar Rp 1 juta). Itu harga yang paling murah. Nontonnya di kelas lapangan kan enaknya menikmati musik rock memang seperti itu, kalau yang paling mahal untuk konser tersebut mencapai 250 dollar Singapura." terangnya.
Jokowi yang saat itu masih menjabat Wali Kota Solo mengatakan, kedatangannya ke Singapura juga untuk mempelajari bagaimana cara menyelenggarakan konser band papan atas tersebut.
"Ya, nanti kita belajar bagaimana manajemen penyelenggaraannya konser itu seperti apa. Siapa tahu nanti Lamb of God bisa ditarik ke Solo untuk menggelar konser," ujarnya.
Power Slaves termasuk band rock lawas yang sempat booming di era 90an. Namun hingga saat ini band tersebut masih menampakkan taringnya di kancah permusikan Indonesia.
Saat masih menjabat sebagai Wali Kota Solo, Jokowi sempat menghadiri launching album band rock Indonesia Power Slaves bertajuk "100 persen Rock N Roll" pada 16 Juni 2012 lalu di Score Cafe, Cilandak Town Square, Jakarta Selatan.
Ketika Power Slaves tampil dengan hits andalannya, "Kereta Rock N Roll", dengan antusias Jokowi menikmati konser di tengah kerumunan fans Power Slaves. Vokalis Power Slaves, Heydi Ibrahim, meminta Wali Kota Solo itu untuk ikut naik ke atas panggung dan nyanyi bersama. "Selamat malam Slavers di seluruh Indonesia," seru Jokowi.
Karena tidak bisa menyanyi, Jokowi hanya bisa berbagi dengan menceritakan pengalamannya. Serta tak ketinggalan Jokowi menyebutkan satu persatu band favoritnya, termasuk Power Slaves.
"Saya terakhir nonton konser Judas Price di Singapura. Saya itu suka band rock zaman dulu kayak Megadeth, Scorpions, termasuk Power Slaves yang menurut saya sangat metal," urai Jokowi.
Rock in Solo ini disebut-sebut sebagai salah satu event rock/metal terbesar se-Asia Tenggara. Dari berbagai macam band dan genre rock didatangkan pada acara tersebut.
Dalam pertunjukan bertemakan Kingdom Metal Fest 2012 tersebut panitia akan menampilkan puluhan band-band cadas top dari dalam dan luar negeri. Salah satu yang spesial dan paling ditunggu adalah band death metal nomor satu di dunia, Cannibal Corpse. Sedangkan Band-band asal Indonesia diantaranya Jasad, Jeruji, Revenge, After Coma, Parau, Speedkill siap membuat getar tanah Solo.
Event ini berdekatan dengan momen-momen terpilihnya Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta. Pada saat itu, dirinya sempat mengaku akan menyaksikan pagelaran musik cadas Rock In Solo, sebelum menghadiri acara pelantikan dirinya di Jakarta.
"Ya nanti saya akan ke sana, liat dulu sebelum ke Jakarta. Saya senang liat music rock. Mumpung masih ada waktu," ucap Jokowi kepada merdeka.com di Solo Sabtu (13/10).
Menurut berbagai sumber, event yang diadakan di Alun-alun utara kota Solo ini berhasil diselenggarakan karena adanya campur tangan Jokowi sebagai pemberi izin keramaian. Dirinya optimis festival rock besar tersebut bisa berjalan dengan baik di kota asalnya itu.
Pagelaran musik cadas Rock In Solo merupakan event tahunan yang diadakan komunitas pecinta music rock di Solo. Selama 6 tahun digelar, Jokowi tak pernah melewatkannya. Jokowi berjanji, sekalipun sudah jadi Gubernur DKI, dirinya akan menyempatkan diri ke Solo.
"Tahun depan kalau ada waktu pasti saya akan nonton lagi," janjinya.
Mantan Wali Kota Solo ini menyempatkan menonton konser grup musik rock legendaris dunia, Guns N' Roses (GNR) di Ancol pada tanggal 16 Desember 2012. Namun pada saat itu Jokowi mengaku tidak bisa lagi loncat-loncat karena sudah merasa tua.
"Ya seneng lah saya tadi nyanyi bareng juga, tapi tidak pakai loncat-loncat. Saya juga nggak pakai jeans, sudah tidak muda lagi," ujar Jokowi usai di rumah dinasnya.
Jokowi mengaku puas dengan penampilan grup musik rock asal Amerika itu. Pada konser tersebut, Jokowi membeli tiket dan nonton di ruang VIP.
"Penataan panggung, lighting panggung, dan penataan penonton sudah bagus. Tadi saya nonton di VIP, Harganya sekitar Rp 700 ribuan, di kelas III" terangnya.
Meski suka lagu GNR, Jokowi mengaku tidak hafal semua lagu-lagunya. "Albumnya kan banyak apalagi saya bukan penyanyi," katanya.
Sementara mengomentari soal sempat tertundanya konser GNR pada saat itu, Jokowi mengaku tidak masalah. "Ya karena ini band internasional, ya ada standar-standar yang harus dipenuhi. Bisa standar mengenai power, panggung dan standar lightingnya," ujarnya.
Band ber-genre electronic rock asal Inggris ini menyambangi Jakarta pada tanggal 31 Mei 2013 lalu. Ollie Jacobs selaku vokalis dari Arkarna menyempatkan datang ke Kantor Balai Kota Jakarta khusus untuk menemui Jokowi. Kedatangan Ollie untuk meminta Jokowi bernyanyi bareng dalam konser Arkarna.
"Kami membicarakan rencana mengajak Jokowi naik ke panggung bareng kami, mungkin nyanyi satu lagu bersama kami. Dia bilang akan memutuskan besok. Kami pengen nyanyi bareng satu lagu dari Benyamin. Mungkin akan sedikit sulit buat saya dari segi bahasa, saya bakal butuh bantuan kalian," ujar Ollie usai bertemu Jokowi di Balai Kota Jakarta, Rabu (29/5).
Saat itu Jokowi mengaku bahwa Ollie mengajak duet, tetapi dia meminta menyanyikan lagu Betawi karya Benjamin S, dengan judul 'Nonton Bioskop'. Namun, ia kaget dan beralasan suaranya jelek.
"Saya ngomong agar dia nyanyi satu lah yang apa itu yang lagu Betawi, Nananananana, ketemu malam minggu itu. Yang benjamin yang, 'malam minggu aye pergi ke bioskop' gitu lho," ucap Jokowi.
Saat pertunjukkan berlangsung, mantan Wali Kota Solo ini ternyata tidak ingkar janji. Dirinya benar-benar datang ke Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat untuk menyaksikan Arkarna.
Seperti perjanjiannya saat bertemu Ollie di Balai Kota DKI Jakarta, malam itu Jokowi naik ke panggung dengan ditemani musisi muda berbakat, Bondan Prakoso. Jokowi yang didaulat untuk menyanyi, ditemani oleh Bondan dengan iringan bassnya.
Meski malu-malu, Jokowi sedikit memperdengarkan suaranya. "Aduh emak asyiknya, nonton dua-duaan kaya nyonye dan tuan di gedongan....Mau beli minuman kantong kosong glondangan, malu sama tunangan kebingungan,"
Politikus PDIP ini rupanya diam-diam menggandeng grup band Slank untuk mengatasi persoalan sampah. Dia mengajak Slank untuk turut membantu dan berpartisipasi dalam mengkampanyekan membuang sampah di tempatnya.
Pertemuan tersebut sengaja dilakukan Jokowi dengan mendatangi markas grup musik rock legendaris Indonesia tersebut. Dari perbincangan yang dilakukan, akhirnya terjadi kesepakatan Jokowi dan personil Slank.
"Kita juga bisik-bisik mau kampanyekan buang sampah di tempatnya," ujar Jokowi di Markas Besar Slank Jalan Potlot 111, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (7/6).
Sementara itu, para personil Slank mengaku sangat senang dan berjodoh dengan niat Jokowi untuk mengkampanyekan lingkungan bersih di Jakarta. Salah satunya adalah tidak membuang sampah sembarangan.
"Ada dua hal yang kita lakukan. Tadinya Slank ada rencana 30 tahun buat kegiatan. Kita minta Jokowi ada testimoni. Tadinya kita mau ke Balai Kota. Tapi dia saja yang ke lokasi," ujar salah satu personel Slank, Abdee Negara.
Senada dengan rekannya, Bim Bim mengaku jika pihaknya sudah lama memiliki rencana kegiatan untuk bersih-bersih sungai. Dan ternyata, rencana itu sejalan dengan Jokowi.
"Sudah lama Slank dan Slanker mau bersihin sungai, tapi Gubernur sendiri begitu. Ya jodoh," tandasnya.
dari merdeka.com
Mungkin ini pertama kalinya, Indonesia memiliki Gubernur yang sangat menggandrungi musik rock. Dia adalah Joko Widodo yang saat ini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Led Zeppelin, Metallica, Napalm Death, Fear Factory, Anthrax dan Lamb of God, adalah beberapa grup band papan atas dunia yang digemarinya sejak usia remaja.
Pria yang akrab disapa Jokowi ini, diketahui telah menyukai musik rock sejak duduk di bangku SMA. Malah saat SMA hingga kuliah, dia sempat memanjangkan rambutnya hingga sebahu, penanda bahwa dia sangat menggemari gaya-gaya musisi rock.
Saat masih menjabat sebagai wali kota Solo, Jokowi sempat naik ke atas panggung di tengah peluncuran album baru Power Slaves dan ditutup dengan digelarnya ajang musik rock se-Kota Solo bertajuk Rock in Solo.
Berikut sejumlah aksi Jokowi dengan musisi rock kelas dunia yang dirangkum merdeka.com:
1. 1. Nonton konser Lamb of God sampai ke Singapura
Lamb of God adalah salah satu band rock kesayangan Jokowi. Band rock yang khusus beraliran groove metal ini tampil di Singapura pada tanggal 20 Februari 2012. Demi menonton band kesayangannya Jokowi pun rela terbang ke Singapura.
"Saya membeli tiket yang harganya 140 Dolar Singapura (sekitar Rp 1 juta). Itu harga yang paling murah. Nontonnya di kelas lapangan kan enaknya menikmati musik rock memang seperti itu, kalau yang paling mahal untuk konser tersebut mencapai 250 dollar Singapura." terangnya.
Jokowi yang saat itu masih menjabat Wali Kota Solo mengatakan, kedatangannya ke Singapura juga untuk mempelajari bagaimana cara menyelenggarakan konser band papan atas tersebut.
"Ya, nanti kita belajar bagaimana manajemen penyelenggaraannya konser itu seperti apa. Siapa tahu nanti Lamb of God bisa ditarik ke Solo untuk menggelar konser," ujarnya.
2. 2. Naik panggung di launching album Power Slaves
Power Slaves termasuk band rock lawas yang sempat booming di era 90an. Namun hingga saat ini band tersebut masih menampakkan taringnya di kancah permusikan Indonesia.
Saat masih menjabat sebagai Wali Kota Solo, Jokowi sempat menghadiri launching album band rock Indonesia Power Slaves bertajuk "100 persen Rock N Roll" pada 16 Juni 2012 lalu di Score Cafe, Cilandak Town Square, Jakarta Selatan.
Ketika Power Slaves tampil dengan hits andalannya, "Kereta Rock N Roll", dengan antusias Jokowi menikmati konser di tengah kerumunan fans Power Slaves. Vokalis Power Slaves, Heydi Ibrahim, meminta Wali Kota Solo itu untuk ikut naik ke atas panggung dan nyanyi bersama. "Selamat malam Slavers di seluruh Indonesia," seru Jokowi.
Karena tidak bisa menyanyi, Jokowi hanya bisa berbagi dengan menceritakan pengalamannya. Serta tak ketinggalan Jokowi menyebutkan satu persatu band favoritnya, termasuk Power Slaves.
"Saya terakhir nonton konser Judas Price di Singapura. Saya itu suka band rock zaman dulu kayak Megadeth, Scorpions, termasuk Power Slaves yang menurut saya sangat metal," urai Jokowi.
3. 3. Bikin event Rock in Solo
Rock in Solo ini disebut-sebut sebagai salah satu event rock/metal terbesar se-Asia Tenggara. Dari berbagai macam band dan genre rock didatangkan pada acara tersebut.
Dalam pertunjukan bertemakan Kingdom Metal Fest 2012 tersebut panitia akan menampilkan puluhan band-band cadas top dari dalam dan luar negeri. Salah satu yang spesial dan paling ditunggu adalah band death metal nomor satu di dunia, Cannibal Corpse. Sedangkan Band-band asal Indonesia diantaranya Jasad, Jeruji, Revenge, After Coma, Parau, Speedkill siap membuat getar tanah Solo.
Event ini berdekatan dengan momen-momen terpilihnya Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta. Pada saat itu, dirinya sempat mengaku akan menyaksikan pagelaran musik cadas Rock In Solo, sebelum menghadiri acara pelantikan dirinya di Jakarta.
"Ya nanti saya akan ke sana, liat dulu sebelum ke Jakarta. Saya senang liat music rock. Mumpung masih ada waktu," ucap Jokowi kepada merdeka.com di Solo Sabtu (13/10).
Menurut berbagai sumber, event yang diadakan di Alun-alun utara kota Solo ini berhasil diselenggarakan karena adanya campur tangan Jokowi sebagai pemberi izin keramaian. Dirinya optimis festival rock besar tersebut bisa berjalan dengan baik di kota asalnya itu.
Pagelaran musik cadas Rock In Solo merupakan event tahunan yang diadakan komunitas pecinta music rock di Solo. Selama 6 tahun digelar, Jokowi tak pernah melewatkannya. Jokowi berjanji, sekalipun sudah jadi Gubernur DKI, dirinya akan menyempatkan diri ke Solo.
"Tahun depan kalau ada waktu pasti saya akan nonton lagi," janjinya.
4. 4. Nonton konser Guns N'Roses
Mantan Wali Kota Solo ini menyempatkan menonton konser grup musik rock legendaris dunia, Guns N' Roses (GNR) di Ancol pada tanggal 16 Desember 2012. Namun pada saat itu Jokowi mengaku tidak bisa lagi loncat-loncat karena sudah merasa tua.
"Ya seneng lah saya tadi nyanyi bareng juga, tapi tidak pakai loncat-loncat. Saya juga nggak pakai jeans, sudah tidak muda lagi," ujar Jokowi usai di rumah dinasnya.
Jokowi mengaku puas dengan penampilan grup musik rock asal Amerika itu. Pada konser tersebut, Jokowi membeli tiket dan nonton di ruang VIP.
"Penataan panggung, lighting panggung, dan penataan penonton sudah bagus. Tadi saya nonton di VIP, Harganya sekitar Rp 700 ribuan, di kelas III" terangnya.
Meski suka lagu GNR, Jokowi mengaku tidak hafal semua lagu-lagunya. "Albumnya kan banyak apalagi saya bukan penyanyi," katanya.
Sementara mengomentari soal sempat tertundanya konser GNR pada saat itu, Jokowi mengaku tidak masalah. "Ya karena ini band internasional, ya ada standar-standar yang harus dipenuhi. Bisa standar mengenai power, panggung dan standar lightingnya," ujarnya.
5. 5. Nonton dan nyanyi bareng Arkarna
Band ber-genre electronic rock asal Inggris ini menyambangi Jakarta pada tanggal 31 Mei 2013 lalu. Ollie Jacobs selaku vokalis dari Arkarna menyempatkan datang ke Kantor Balai Kota Jakarta khusus untuk menemui Jokowi. Kedatangan Ollie untuk meminta Jokowi bernyanyi bareng dalam konser Arkarna.
"Kami membicarakan rencana mengajak Jokowi naik ke panggung bareng kami, mungkin nyanyi satu lagu bersama kami. Dia bilang akan memutuskan besok. Kami pengen nyanyi bareng satu lagu dari Benyamin. Mungkin akan sedikit sulit buat saya dari segi bahasa, saya bakal butuh bantuan kalian," ujar Ollie usai bertemu Jokowi di Balai Kota Jakarta, Rabu (29/5).
Saat itu Jokowi mengaku bahwa Ollie mengajak duet, tetapi dia meminta menyanyikan lagu Betawi karya Benjamin S, dengan judul 'Nonton Bioskop'. Namun, ia kaget dan beralasan suaranya jelek.
"Saya ngomong agar dia nyanyi satu lah yang apa itu yang lagu Betawi, Nananananana, ketemu malam minggu itu. Yang benjamin yang, 'malam minggu aye pergi ke bioskop' gitu lho," ucap Jokowi.
Saat pertunjukkan berlangsung, mantan Wali Kota Solo ini ternyata tidak ingkar janji. Dirinya benar-benar datang ke Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat untuk menyaksikan Arkarna.
Seperti perjanjiannya saat bertemu Ollie di Balai Kota DKI Jakarta, malam itu Jokowi naik ke panggung dengan ditemani musisi muda berbakat, Bondan Prakoso. Jokowi yang didaulat untuk menyanyi, ditemani oleh Bondan dengan iringan bassnya.
Meski malu-malu, Jokowi sedikit memperdengarkan suaranya. "Aduh emak asyiknya, nonton dua-duaan kaya nyonye dan tuan di gedongan....Mau beli minuman kantong kosong glondangan, malu sama tunangan kebingungan,"
6. 6. Ajak Slank kampanye lingkungan bersih di Jakarta
Politikus PDIP ini rupanya diam-diam menggandeng grup band Slank untuk mengatasi persoalan sampah. Dia mengajak Slank untuk turut membantu dan berpartisipasi dalam mengkampanyekan membuang sampah di tempatnya.
Pertemuan tersebut sengaja dilakukan Jokowi dengan mendatangi markas grup musik rock legendaris Indonesia tersebut. Dari perbincangan yang dilakukan, akhirnya terjadi kesepakatan Jokowi dan personil Slank.
"Kita juga bisik-bisik mau kampanyekan buang sampah di tempatnya," ujar Jokowi di Markas Besar Slank Jalan Potlot 111, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (7/6).
Sementara itu, para personil Slank mengaku sangat senang dan berjodoh dengan niat Jokowi untuk mengkampanyekan lingkungan bersih di Jakarta. Salah satunya adalah tidak membuang sampah sembarangan.
"Ada dua hal yang kita lakukan. Tadinya Slank ada rencana 30 tahun buat kegiatan. Kita minta Jokowi ada testimoni. Tadinya kita mau ke Balai Kota. Tapi dia saja yang ke lokasi," ujar salah satu personel Slank, Abdee Negara.
Senada dengan rekannya, Bim Bim mengaku jika pihaknya sudah lama memiliki rencana kegiatan untuk bersih-bersih sungai. Dan ternyata, rencana itu sejalan dengan Jokowi.
"Sudah lama Slank dan Slanker mau bersihin sungai, tapi Gubernur sendiri begitu. Ya jodoh," tandasnya.
dari merdeka.com
Kapok, Jokowi Ogah Prediksi Skor Indonesia Vs Belanda
"Enggak mau. Saya prediksi salah terus. Kapok," ujar Jokowi seusai mendampingi Presiden di acara peninjauan Kapal Rainbow Warrior di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat pagi.
Bulan lalu Jokowi memprediksi klub asal Spanyol, Barcelona, akan mengungguli Bayern Muenchen dengan skor 2-1 di laga semifinal leg kedua Liga Champions. Dia menjagokan Lionel Messi untuk menjebol gawang Manuel Neuer. Namun, Barca justru menelan kekalahan telak 0-3 dan total agregat 0-7.
Timnas Indonesia dan Belanda akan menjalani laga uji coba pada Jumat (7/6/2013) malam di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Selain disiarkan langsung di Indonesia dan Belanda, laga itu rencananya akan ditayangkan oleh lebih dari 12 negara di berbagai penjuru dunia.
Skuad Belanda akan diperkuat pemain-pemain berpengalaman, seperti Robin van Persie, Arjen Robben, dan Wesley Sneijder.
Kritikan Thdp Rencana Jokowi Alih Fungsi Rumah Dinas Camat & Lurah Yg Tidak Terpakai
Kritikan Thdp Rencana Jokowi Alih Fungsi Rumah Dinas Camat & Lurah Yg Tidak Terpakai
Dari channel Penguasaha youtube :)
Vidio : Dendam Politik Kebon Sirih dan Rencana Kunker DPRD Ke Luar Negeri
kritikan anggota DPRD DKI Jakarta kepada Jokowi-ahok tentang KJS
vidio dari channel Penguasaha youtube.. tq gan..!! :)
Jokowi Minta Slank Jadi Duta Buang Sampah di Tempatnya
Jokowi ingin mengajak grup band yang memiliki ribuan penggemar tersebut untuk mengkampanyekan buang sampah pada tempatnya, bukan di selokan atau sungai.
"Kita tadi bisik-bisik, mau bareng-bareng kampanye buang sampah di tempatnya," ujar Jokowi di markas Slank, Gg Potlot III, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (7/6/2013).
Jokowi pun punya alasan tersendiri kenapa memilih sampah sebagai tema kampanye. Sebab, sampah menjadi salah satu penyebab utama banjir di Jakarta.
"Jakarta problemnya paling berat. Sehari-hari 2 ribu ton sampah masuk ke kali. Kalau nggak disampaikan dengan cara-cara kekinian, ya nggak bisa," jelas Jokowi.
"Baru disampaikan tadi, nggak tahu apa mau dibuat sebuah lagu. Atau kegiatan atau yang lainnya," tambah Jokowi.
Rencana Jokowi ini pun mendapat dukungan dari Slank. Salah seorang personel Slank, Bimbim mengatakan, soal lingkungan memang sudah menjadi concern mereka dalam berkegiatan ke masyarakat maupun menciptakan sebuah karya.
"Udah lama Slank memang kampanye soal sungai, dan kebetulan ini langsung dari pemimpinnya sendiri. Bagus sekali," kata Bimbim.
Thursday, June 6, 2013
Rahmawati Ragukan Kemampuan Jokowi Jadi Capres
Bagi Rahmawati Soekarnoputri, calon presiden (capres) 2014 tak harus tua karena anak muda pun jadi. Persoalannya, seorang capres tak cukup hanya menonjol karena performanya, tetapi juga harus kuat pemikirannya.
Saat ditemui di sela-sela peringatan ulang tahun Bung Karno di rumahnya, Jakarta, Kamis (6/6/2013), Rahmawati mengaku belum memberikan penilaian karena nama-nama yang sekarang muncul belum memberi visi misi.
"Saya tidak menekankan tua apa mudanya. Tetapi, performa, pemikiran diperlukan. Kalau dikatakan tua, tidak jelas orientasinya dan disorientasi membawa bangsa ini enggak jelas ke mana, percuma dong," tuturnya. Menurut Rahmawati, capres lebih baik yang muda, militan, progresif, dan memiliki pemikiran revolusioner.
Namun, tidak lantas Rahmawati langsung setuju dengan munculnya Joko Widodo (Jokowi) yang digadang bakal maju sebagai capres. "Dengan segala hormat, Pak Jokowi kan memang populer. Untuk menilai apakah dia akan membawa pikiran-pikiran besar untuk kemajuan ke depan, itu tidak gampang," papar Rahmawati.
"Sekarang kan Pak Jokowi memimpin DKI. Tapi, memimpin negara tidak seperti memimpin Jakarta, sangat kompleks. Kompleksitasnya besar sekali memimpin negara," ujarnya.
Sementara ketika ditanya soal kans keponakannya, Puan Maharani, menjadi capres, Rahmawati menjawab diplomatis. "Kalau boleh, saya pribadi berkomentar Puan masih belum mature," katanya. (Yogi Gustaman/Tribunnews)
Pak Jokowi, Malnya Kok Enggak Digusur?
Usaha Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menormalisasi Waduk Pluit sudah mulai menunjukkan hasil. Saat ini, sisi barat Waduk Pluit, yaitu perkampungan, taman burung, dan lapangan futsal milik PT Jakarta Propertindo (PT Jakpro), sudah rata dengan tanah.
Seorang warga yang rumahnya digusur, Sumiati, mempertanyakan keputusan Pemprov DKI Jakarta menormalisasi Waduk Pluit dengan menggusur bangunan-bangunan di bantaran. Menurut dia, Jakarta banjir karena pusat-pusat perbelanjaan yang dibangun di area yang seharusnya menjadi lahan resapan air.
"Padahal, kami kebanjiran juga baru kemarin (awal 2013). Kenapa Pak Jokowi enggak membongkar mal-malnya juga? Di Pantai Marina saja sudah mau dibangun gedung atau apartemen itu," kata Sumiati yang mengaku sudah puluhan tahun tinggal di bantaran Waduk Pluit, Kamis (6/6/2013).
Mengenai rumahnya yang sudah rata dengan tanah, Sumiati mengatakan, "Dulu saya beli sama orang Rp 15 juta. Sekarang mah orangnya pasti sudah kabur. Yah mau bagaimana lagi, memang sudah nasib."
Setelah rumahnya di dekat lapangan futsal PT Jakpro digusur, lanjut Sumiati, ia dan suaminya kini menumpang di rumah anaknya yang masih mengontrak. Sumiati tidak pindah ke rumah susun yang sudah disediakan Pemprov DKI karena tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP) DKI Jakarta.
Soal mata pencarian, Sumiati kini berjualan minuman dan kue di dekat tenda tempat polisi menjaga proyek normalisasi Waduk Pluit.
Sementara itu, Komar (55) yang mengaku telah tinggal di bantaran Waduk Pluit sejak tahun 1984 menolak direlokasi ke rumah susun yang disediakan Pemprov DKI. Komar mengaku tidak pindah karena mempertimbangkan retribusi yang akan dibebankan kepadanya jika menjadi penghuni rumah susun. Menurut Komar, ia mempertimbangkan pengeluaran karena penghasilannya sebagai tukang tambal ban tak menentu.
"Kalau gratis ya enggak apa-apa. Tapi, kalau bayar, ya saya mendingan di sini saja," katanya.
Waduk Pluit dinormalisasi karena telah mengalami penyempitan dan pendangkalan. Awalnya, Waduk Pluit memiliki luas 80 hektar dan berkedalaman 10 meter. Luas Waduk Pluit menyusut sampai 20 persen karena rumah-rumah liar di bantaran. Kedalaman Waduk Pluit saat ini juga hanya 1 sampai 3 meter.
Pengerukan Waduk Pluit mulai dikerjakan pada Februari lalu, tepatnya setelah banjir besar melanda kawasan itu pada awal tahun ini. Saat itu, permukaan waduk dipenuhi sampah dan eceng gondok, sampai-sampai airnya tak terlihat.
Sementara untuk menyelesaikan masalah warga bantaran Waduk Pluit, Pemprov DKI Jakarta membangun rumah susun di Marunda, Muara Baru, Daan Mogot. Pemprov DKI Jakarta juga berencana membangun rumah susun di area seluas 6,4 hektar di Luar Batang, Jakarta Utara.
Subscribe to:
Posts (Atom)