Showing posts with label Taufiq Kiemas. Show all posts
Showing posts with label Taufiq Kiemas. Show all posts

Sunday, June 9, 2013

Taufiq Kiemas, anak geng yang 'bertobat' karena Bung Karno

Taufiq Kiemas, anak geng yang 'bertobat' karena Bung Karno 


Sebagaimana remaja seusianya, Taufiq Kiemas awalnya tidak tertarik dengan persoalan politik. Bersekolah di SMA Negeri II Palembang, Taufiq lebih tertarik mengikuti tren anak muda 1960 dengan membentuk geng.

Seperti dalam 'Jembatan Kebangsaan: Biografi Politik Taufiq Kiemas ' (2008), Taufiq membentuk geng bersama tujuh teman sebayanya yang diberi nama Don Quixotte. Don Quixotte adalah tokoh utama novel karya Miguel de Cerventes, sastrawan terkemuka Spanyol. Diceritakan, Don adalah bangsawan tua yang berangan-angan menjadi kesatria yang bisa menaklukkan dunia.

Sebagaimana Don Quixotte, Taufiq dan rekan-rekan satu gengnya sudah berangan-angan menaklukkan dunia. Kegiatan geng Don Quixotte pun tak berbeda dengan geng remaja lain, yakni seputar pesta dan hura-hura.

Kegiatan hedonis Taufiq itu akhirnya berhenti ketika dia mendengarkan radio yang menyiarkan langsung pidato Presiden Soekarno . Hari itu, 16 Agustus 1960 di Istana Negara, Bung Karno secara resmi membubarkan dan melarang Masyumi dan Partai Sosialis Indonesia (PSI), karena kedua partai itu terlibat Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI).

Bukannya kaget karena ayahnya Tjik Agus Kiemas adalah orang Masyumi, Taufiq malah terkagum-kagum dengan pidato sang proklamator.

"Hebat juga presiden yang satu ini, membubarkan partai politik langsung di depan para pemimpin partai tersebut," kata Taufiq saat itu.

Kekaguman terhadap Bung Karno itu membawa Taufiq pada rasa penasaran tentang sosok dan pemikiran sang pemimpin revolusi. Dia kemudian mulai rajin membaca buku-buku Soekarno yang dipinjam dari temannya dan mendengarkan pidato sang presiden di radio. Hal itu dilakukannya diam-diam tanpa sepengetahuan orangtuanya.

Pemikiran Bung Karno kemudian terus didalami Taufiq hingga dia duduk di bangku kuliah. Di Universitas Sriwijaya, Taufiq lantas bergabung dengan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), yang berafiliasi dengan Partai Nasional Indonesia (PNI), besutan Bung Karno .

Melihat Taufiq masuk GMNI, lantas anggota Don Quixotte lainnya mengikuti jejak pemimpinnya tersebut. Sejak saat itu, Taufiq mulai meninggalkan kegiatan geng dan aktif dalam aktivitas politik kemahasiswaan.

Pada 1963 atau setahun setelah masuk GMNI, Taufiq bahkan sudah dipercaya menjadi pengurus organ kemahasiswaan itu di tingkat Kota Palembang. Dunia aktivisme itu pulalah yang membawanya pada perjumpaan dengan sang idola, Bung Karno , di Jakarta.

Di sela-sela pemberian kuliah oleh Bung Karno kepada kader GMNI, Taufiq bahkan sempat bersalaman dengan Putra Sang Fajar. "Ketika itu rasanya bangga sekali. Aku semakin yakin bahwa Bung Karno tokoh hebat," kata Taufiq.

Jokowi Jadi Tuan Rumah di Kediaman Megawati


Di kediaman mantan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarno Putri, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bertindak menjadi tuan rumah dan menerima tamu-tamu yang tak hentinya datang. Anggota staf Humas DPP PDI Perjuangan, Giyanto, mengungkapkan, saat ini pria yang akrab disapa Jokowi tersebut tengah sibuk menerima para pelayat yang berdatangan untuk melayat mendiang suami Megawati, Taufiq Kiemas.

"Di dalam, Pak Jokowi sekaligus menjadi tuan rumah. Karena banyak orang dari kedutaan juga," kata Giyanto, di Jalan Teuku Umar 27, Minggu (9/6/2013).

Di sisi lain, Megawati Soekarnoputri beserta anaknya, Puan Maharani, tengah beristirahat karena kelelahan setelah menempuh perjalanan dari Singapura. Sesampainya di Tanah Air, Mega dan keluarga mengikuti prosesi pemakaman almarhum Taufiq Kiemas. "Bu Mega dan Bu Puan sedang istirahat. Mereka capek. Tamu-tamu juga beberapa yang balik dulu dan nanti datang lagi untuk tahlilan nanti malam," kata Giyanto.

Rumah duka almarhum Taufiq Kiemas di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, saat ini terpantau cukup ramai. Beberapa pelayat, baik kerabat keluarga maupun kolega di pemerintahan, satu per satu meninggalkan kediaman tersebut.

Taufiq Kiemas wafat pada Sabtu (8/6/2013) malam, di Singapura, karena penyakit komplikasi yang selama ini dideritanya. Ia menjalani perawatan di rumah sakit di Singapura sejak Senin (3/6/2013). Taufiq menjalani perawatan setelah mendampingi Wakil Presiden Boediono meresmikan Monumen Bung Karno dan Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (1/6/2013).

Ia meninggal dunia pada usia ke-70 tahun. Taufiq meninggalkan seorang istri, Dyah Permata Megawati Setyawati atau Megawati Soekarnoputri, dan tiga anak, yaitu Mohammad Rizki Pratama, Mohamad Prananda Prabowo, dan Puan Maharani Nakshatra Kusyala. Jenazahnya saat ini telah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.

Saturday, June 8, 2013

Satu Kalimat Taufiq Kiemas yang Terus Diingat Jokowi

Taufiq Kiemas, Megawati, Puan Maharani, dan Jokowi.Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tiba di Hanggar VVIP Skuadron 17 Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Minggu 9 Juni 2013, untuk menyambut kedatangan jenazah Ketua MPR RI Taufiq Kiemas yang wafat kemarin sore di Singapore General Hospital karena penyakit jantung.

Jokowi mengatakan dia tak bisa melupakan satu kalimat yang diucapkan Taufiq kepadanya usai pengumuman kemenangan dia dan Ahok menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta pada pertengahan tahun 2012.

Saat itu, kata Jokowi, ia selaku kader PDIP dipanggil oleh Taufiq ke rumahnya. “Di sana Pak Taufiq berkata, 'Jok, aku sekarang enggak sakit lagi. Aku sudah sehat. Aku dapat obat mujarab',” kata Jokowi menirukan ucapan Taufiq, seniornya di PDIP yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Pusat partai itu.

“Saya lalu bilang, 'Alhamdulillah, kalau begitu. Apa obatnya, Pak?' Dijawab Pak Taufiq, 'Obatnya kamu menang di pemilihan Gubernur Jakarta. Kamu obat paling mujarab buat saya',” Jokowi mengingat percakapannya dengan Taufiq ketika itu.

Jokowi mengatakan ia tak pernah menyangka bakal mendapat jawaban seperti itu. “Itu tak pernah terlupakan selama hidup saya. Saya sangat kaget. Ini akan saya ingat terus,” kata dia. (kd)(viva.co.id)

Taufiq Kiemas Anggap Jokowi Obat Penyakitnya


Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku terkejut atas berita duka wafatnya tokoh nasional Taufiq Kiemas. Baginya, Taufiq merupakan sosok yang tegas, dan layak untuk ditiru para juniornya.

Saat datang ke rumah duka di Jalan Teuku Umar Nomor 27 A, Menteng Jakarta Pusat, Sabtu (8/6/2013), Joko Widodo alias Jokowi sempat bercerita mengenai hal-hal yang membuatnya teringat akan sosok Ketua MPR RI itu.

Jokowi menyampaikan, Taufiq sempat menganggapnya sebagai obat dari penyakit yang dideritanya. Hal itu disampaikan Taufiq saat dirinya terpilih menjadi Gubernur di DKI.

"Mas saya kemarin sakit, tapi sekarang saya dapat obat," kata Jokowi menirukan kata-kata almarhum.

"Obatnya apa?" kata Jokowi. "Obatnya itu kamu, kamu terpilih di DKI dan saya sekarang sembuh dan tidak sakit lagi'," kata Jokowi mengenang kalimat Taufiq.

Mantan Wali Kota Surakarta ini melanjutkan, selama ini dirinya sangat dekat dengan suami Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri tersebut.

Ia berharap, Taufiq wafat dalam kondisi dan situasi yang baik.

"Saya rasa kita semua kaget, dan kita berdoa semoga arwah beliau diterima dan ditempatkan yang paling baik. Beliau kebapakan dan tegas, peninggalan besar beliau untuk bangsa dan negara ini adalah empat pilar kebangsaan," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, politisi senior PDI Perjuangan Taufiq Kiemas meninggal dunia di Singapura. Taufiq menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 19.01 waktu Singapura.

Pihak keluarga berencana membawa jenazah Taufiq pada pukul 09.00, waktu Singapura, Minggu (9/6/2013). Jenazah rencananya akan mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma dan dimakamkan di TMP Kalibata.

Datang ke Rumah Duka Taufiq Kiemas, Jokowi Bungkam


Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo datang ke rumah duka mendiang Taufiq Kiemas, Jl Teuku Umar 27 A Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (8/6/2013) malam.

Setibanya di rumah duka, Jokowi langsung masuk, tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Mantan Wali Kota Surakarta ini tiba sekitar pukul 22.30 menggunakan mobil dinasnya, Toyota Kijang Innova bernopol B 1124 BH.

Ia datang didampingi beberapa ajudan pribadinya, dengan berpakaian putih-hitam. Saat turun dari mobil dinasnya, beberapa wartawan sempat berusaha memintanya berbicara.

Namun dengan wajah datar, Jokowi memilih terus berjalan dengan langkah sedikit cepat menuju pintu rumah Taufiq Kiemas.

Selain Jokowi, beberapa tokoh lainnya telah lebih dulu hadir di rumah duka. Di antaranya Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohary dan Melani Lamina Suharli,

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo, Eva K Sundari, Trimedya Panjaitan, Sonny Tulung, AM Fatwa, Irman Gusman, dan lainnya juga terlihat di rumah duka.

Sebelumnya diberitakan, politisi senior PDI Perjuangan, Taufiq Kiemas meninggal dunia di General Hospital Singapura (sebelumnya ditulis National University Hospital).

Taufiq menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 19.01 waktu Singapura. Taufiq Kiemas tengah menjalani perawatan karena kelelahan di rumah sakit tersebut setelah mendampingi Wakil Presiden Boediono meresmikan Monumen Bung Karno dan Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (1/6/2013).

Pihak keluarga berencana membawa jenazah Taufiq pada pukul 09.00, waktu Singapura, Minggu (9/6/2013). Jenazah rencananya akan mendarat di Bandara Halim Perdana Kusuma dan disemayamkan di TMP Kalibata.