Showing posts with label Jakarta Monorail. Show all posts
Showing posts with label Jakarta Monorail. Show all posts

Sunday, June 9, 2013

Di Monas, warga bisa blusukan di kereta contoh monorail



[caption id="" align="alignleft" width="324"]Di Monas, warga bisa blusukan di kereta contoh monorail Di Monas, warga bisa blusukan di kereta contoh monorail[/caption]

Salah satu program yang digadang oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah rencana pembangunan megaproyek transportasi berbasis massal atau monorail. Dalam rangkaian HUT ke 486 Jakarta yang jatuh pada bulan Juni ini, PT Jakarta Monorail bakal memamerkan Kereta Contoh Monorail di kawasan Monumen Nasional (Monas).

"Sejak awal Juni, kereta contoh monorail sudah tiba di Jakarta, sekarang masih dalam penyelesaian agar memudahkan warga Jakarta menikmati kereta contoh ini," kata Juru Bicara PT Jakarta Monorel Bovanantoo, Jakarta, Minggu (9/6).

Untuk kereta contoh monorail ini, Bovanantoo menjelaskan, kapasitas per gerbong mencapai 200 penumpang duduk dan berdiri. Selain itu, gerbong monorail juga akan dilengkapi baris untuk handicap (kursi roda).

Bovananto menegaskan, PT JM bukan hanya menunjukkan kemajuan yang sangat berarti dengan dipenuhinya berbagai dokumen yang diperlukan oleh pemerintah Jakarta. Namun, kehadiran kereta contoh ini membuktikan bahwa pihaknya sangat serius berusaha untuk melayani kebutuhan warga untuk masalah transportasi di Jakarta.

"Selain kami bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan dokumen-dokumen yang diperlukan oleh pemerintah, kami juga menghadirkan kereta contoh yang nantinya akan melayani warga Jakarta," terangnya.

Bovanantoo menambahkan, investor PT JM (Ortus Holdings) juga telah merampungkan pembelian saham PT Adhi Karya Tbk (AK) di JM dan sudah selesai dibayar lunas. Sedangkan mengenai pembayaran tiang-tiang, Adhi Karya dan Jakarta Monorel sudah mencapai kesepakatan untuk mekanisme dan tata cara pembayarannya. Namun menunggu status free and clear sebagaimana yang telah disepakati kedua belah pihak.

"Pembayaran sebesar Rp 190 milyar seperti yang sudah disepakati akan dilakukan setelah semua persyaratan yang tertuang dalam kesepakatan tertulis terpenuhi," tandasnya.
[did]

Thursday, May 16, 2013

Usai Melantik Wali Kota Jakbar, Jokowi dan Istri Keliling Rusun Angke

[caption id="" align="alignleft" width="368"]Jokowi usai pelantikan walikota Jokowi usai pelantikan walikota[/caption]

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) hari ini melantik Wali Kota Jakarta Barat yang baru, Fatahillah di rumah susun (rusun) Angke, Tambora, Jakarta Barat. Usai melantik, Jokowi pun menyempatkan diri melihat-lihat kondisi rusun ditemani istrinya Iriana.

Pantauan detikcom, Jumat (17/5/2013), Jokowi yang mengenakan setelan jas warna hitam, didampingi istri, Iriana Widodo yang mengenakan kebaya 'encim' warna oranye, melihat-lihat bangunan rusun. Namun peristiwa itu hanya berlangsung beberapa menit.

Pasalnya, saat berkeliling, Jokowi nyaris tidak dapat berjalan akibat banyaknya warga yang mendekat dan ingin bersalaman dengan orang nomor satu di DKI itu.

Tak lama setelah itu, Jokowi bersama istri langsung masuk ke mobil Toyota Innova warna hitam B 1124 BH untuk pulang ke Balai Kota DKI. Ketika masuk mobil pun Jokowi masih dirubungi oleh warga. Jokowi dan istri pun kemudian membagikan beberapa buah buku tulis dari dalam mobilnya kepada warga.

"Yah, sayang banget. Pak Jokowinya cuma sebentar," ujar salah seorang warga yang tidak sempat bersalaman dengan Jokowi.

Kondisi rusun sendiri tampak ramai. Sedikitnya ada 5 tower rusun di lokasi ini. Gedung tersebut tidak dicat. Hampir di setiap jendela rusun terdapat jemuran pakaian milik warga.

Thursday, May 9, 2013

Jokowi Borong Lahan di Muara Baru untuk Relokasi Warga Waduk Pluit

[caption id="" align="alignleft" width="228"]Jokowi Jokowi[/caption]

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, warga waduk Pluit yang awalnya menolak untuk direlokasi, kini sudah mau untuk dipindahkan. Oleh karenanya, Jokowi berencana untuk membeli lahan seluas 2,3 hektare di kawasan Muara Baru, Jakarta Utara, untuk menampung warga Pluit tersebut.

"Kemarin sudah ketemu dengan mereka (warga Pluit), dan mereka sudah mau untuk dipindahkan," ujar Jokowi kepada wartawan di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2013).

Jokowi mengatakan, nantinya lahan tersebut akan dibangun rumah susun untuk menampung sekitar 7.000 Kepala Keluarga. Warga Pluit pun telah menyerahkan konsep rumah susun yang mereka inginkan. Namun Jokowi mengaku konsep tersebut berbeda dengan konsep yang ingin ditawarkan oleh Pemprov DKI. Sehingga harus dirundingkan kembali.

"Mereka sudah membawa konsep utk mau dipindah ke rusun, tetapi mereka punya gambaran sendiri untuk rusunnya. Nah, rusun yang kita punya kayak begini, jadi terus ketemu biar ada kesepakatan dan mau pindah," kata Jokowi.

Tak tanggung-tanggung, Jokowi pun berencana akan menambahkan luas lahan tersebut menjadi 6 hektare.

"Letaknya di dekat Muara Baru, kita beli tanah 2,3 hektare, tapi mau tambah lagi kira-kira 6 hektare. Jadi nanti ada 7.000 KK, yang sudah mau kemarin ada sekitar 1.200 KK. Mereka harus pindah itu nggak bisa ditawar," jelas Jokowi.

Tuesday, May 7, 2013

Proyek Tak Jalan-jalan, Jokowi: Besok Saya Panggil Jakarta Monorail

[caption id="" align="alignleft" width="212"]Jokowi Jokowi[/caption]

Jakarta - Sampai hari ini, proyek monorel Jakarta yang digarap PT Jakarta Monorail belum juga jalan meski sudah diputuskan berbulan-bulan. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akan memanggil manajemen PT Jakarta Monorail.

Seperti diketahui, Jakarta Monorail akan membangun kembali tiang-tiang monorel yang selama ini terbengkalai di Jakarta. Rute green line dan blue line yang digarap Jakarta Monorail adalah membangun kembali tiang-tiang di Senayan dan Kuningan, Jakarta.

"Besok kita panggil lagi. Kelihatannya nggak tambah maju. Ada soal yang perlu diselesaikan besok," tegas Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Selasa (7/5/2013).

Dikatakan Jokowi, masalaah yang dihadapi Jakarta Monorail adalah soal dokumen administrasi yang belum diselesaikan dengan pemerintah pusat.
"Sebenarnya gampang kok, syarat dari Jakarta Monorail mana, saya minta. Begitu diberikan ke meja saya, langsung saya teken, lanjut silakan," kata Jokowi.

Sebelumnya, Jakarta Monorail menyatakan telah menandatangani kesepakatan dengan perusahaan asal China, CNR Changchun Railway Vehicle Co. Ltd. untuk pengadaan rangkaian kereta (rolling stock) yang akan digunakan di monorel Jakarta.

Pengadaan kereta ini memakan biaya investasi sebesar 30% dari total investasi sebesar Rp 7 triliun, atau setara Rp 2,1 triliun. Pembiayaannya berasal dari kas internal dan pinjaman bank.