Showing posts with label Penertiban PKL. Show all posts
Showing posts with label Penertiban PKL. Show all posts

Wednesday, June 5, 2013

Jokowi ajak Dubes AS Scot Alan Marciel blusukan ke Pasar Koja

Jokowi ajak Dubes AS Scot Alan Marciel blusukan ke Pasar KojaGubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengajak Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Scot Alan Marciel blusukan ke Pasar Lokasi Binaan Permai, Lorong 103 Koja, Jakarta Utara. Sebelumnya Jokowi dan Scot usai mengunjungi Kampung Muara Bahari.

Menurut Jokowi, tinjauan ke pasar kawasan Koja ini untuk mengecek pengerjaannya karena target penyelesaian pasar tersebut akhir tahun ini.

"Saya hanya ngecek. Inikan belum beres. Kita targetkan Juli-Agustus akan segera dilanjutkan dan Desember rampung," ujar Jokowi sebelum pergi meninggalkan Pasar Lokbin Permai, Jakarta Utara, Rabu (5/6).

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Ratna Ningsih mengatakan anggaran yang dikeluarkan pada tahap pertama hanya anggaran untuk struktur bangunan. "Untuk pembangunan tahap II sampai selesai, anggarannya Rp 10 miliar dari APBD," kata Ratna.

Ratna mencatat, ada 214 pedagang yang akan direlokasi ke pasar tersebut jika sudah rampung. Ratna mengungkapkan, pembangunan struktur bangunan tahap pertama telah dikerjakan sejak tahun 2012 dan akan diselesaikan tahun ini.

"Dari semua pedagang di lorong-lorong belakang, dari ujung jalan sampai pedagang-pedagang di depan pasar akan dipindahkan semua ke sana," jelasnya.

Tuesday, June 4, 2013

Jokowi Diprotes Pedagang Pasar Minggu


Gubernur DKI Joko Widodo mengatakan, ia pernah diprotes oleh pedagang di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Para pedagang memprotes dan meminta Pemerintah Provinsi DKI tak setengah-setengah melakukan relokasi.

"Tempat relokasi kan di dalam pasar. Kalau PKL di luar, pedagang di dalam pasar enggak laku. Kami pernah diprotes pedagang di dalam," ujarnya di Gedung Balaikota Jakarta, Selasa (4/6/2013) pagi.

Mantan Wali Kota Surakarta itu mengatakan akan terus melakukan sosialisasi agar para pedagang yang selama ini berjualan di luar pasar bisa masuk ke dalam pasar. Hal itu dilakukan agar situasi pasar lebih tertib, nyaman dan bersih, serta arus lalu lintas di depan pasar tersebut pun tidak mengalami gangguan.

Jokowi merasa tak khawatir dengan aksi preman yang selama ini "menjaga" lahan di pasar tersebut. Menurut Jokowi, ia telah melakukan pendekatan yang benar untuk kepentingan masyarakat pengguna pasar itu. "Ini penertiban saja. Kalau jalan dipakai jualan, ya enggak benar, dong. Jalan untuk jalan. Jalur lambat, ya, untuk kendaraan, tak boleh jualan," ujarnya.

Seusai melakukan sosialisasi dengan pedagang Pasar Minggu, Jokowi melihat kondisi yang sama terjadi di Jatinegara, Jakarta Timur. Ia menyatakan akan melakukan pendekatan dengan para pedagang di Pasar Jatinegara agar lebih tertib pada pertengahan 2013.

Selama ini kawasan Jalan Raya Ragunan, Pasar Minggu, sering digunakan oleh PKL untuk berjualan. Lapak-lapak pedagang bahkan meluber hingga memakan setengah  badan jalan tersebut. Akibatnya, kemacetan luar biasa kerap melanda di kawasan tersebut, terutama pada jam pagi dan sore hari.

Di jalan yang menghubungkan Jalan Raya Pasar Minggu dan Jati Padang itu, pada pagi hari digunakan oleh para pegadang sayur. Waktu sore giliran dipakai pedagang pakaian dan aksesori.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono menyatakan, setelah para pedagang ditertibkan, ia berharap ruas Jalan Raya Ragunan nantinya tidak digunakan lagi oleh pedagang kaki lima (PKL). Dengan begitu, arus lalu lintas di kawasan itu kembali lancar.

Monday, June 3, 2013

Penggusuran PKL, Jokowi: Masa Negara Kalah Sama Preman

Penertiban PKL di Tanah AbangPemerintah Provinsi DKI Jakarta menggusur pedagang kaki lima yang berjualan di sejumlah pasar di ibu Kota. Lokasi itu antara lain di Pasar Minggu, Jatinegara, Glodok dan Tanah Abang.

Menurut Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Selasa 4 Juni 2013, penggusuran itu dilakukan karena berbagai alasan. Salah satunya karena PKL dikuasai oleh preman. Kata dia, pemerintah mempunyai kewenangan untuk mengelola para PKL, sehingga pengelolaan pedagang tidak dikuasai oleh preman.

"Masa negara dikalahkan oleh preman. Semua PKL harus terkelola dengan baik oleh pemerintah," ujar Jokowi di Balai Kota, Jakarta.

Jokowi mengakui, penggusuran PKL juga atas desakan para pedagang yang berjualan di kios. Pemprov DKI mendapat protes dari pedagang yang sudah berjualan pada tempatnya yakni di dalam pasar. Karena itu, dia berharap pedagang bisa ditertibkan dan ditempatkan di lokasi yang benar, tidak di pinggir jalan.

"Kami ingin tempatkan PKL di dalam pasar. Karena kalau PKL-nya di luar pasar, pedagang di dalam pasar tidak laku. Kami sudah diprotes oleh pedagang pasar di dalam," ucapnya.

Disampaikan Jokowi, selain mendapat protes dari pedagang di dalam pasar, PKL di pinggir jalan juga mengakibatkan kemacetan. "Kalau jalan dipakai jualan tidak benar dong. Masa jalan mobil dipakai jualan. Jalur lambat ya untuk kendaraan," ucapnya. (umi)

Sunday, June 2, 2013

Satpol PP Tertibkan PKL di Pasar Minggu

 


Jakarta - Pagi ini kondisi di seputaran pertigaan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, terpantau tertib. Pedagang kaki lima dan angkot yang biasa ngetem sembarangan lenyap seketika.

Ini karena Satpol PP, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, dan personel Polsek Pasar Minggu menertibkan suasana semrawut di sekitar Robinson Pasar Minggu sejak pukul 06.00 WIB. PKL-PKL yang biasa mangkal di sepanjang jalan juga tak tampak lagi. Mereka bersembunyi di dalam pasar.

"Untuk angkot ngetem sembarangan, bisa dimasukkan ke dalam terminal. Untuk parkir liar di Robinson, ada tempat parkiran tiga lantai tak terpakai, jadi parkir liar bisa dipindahkan ke sana," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono dalam sambutan apel pagi di halaman Mapolsek Pasar Minggu, Senin (3/6/2013).

Tampak, 400-an personel gabungan menertibkan sisa-sisa lapak di pinggir jalan menuju Pasar Minggu. Kotak-kotak kayu milik pedagang sayur dan buah yang masih tertinggal dihancurkan aparat.

Lalu lintas menuju arah Ragunan, Lenteng Agung, ataupun Kalibata terpantau lancar. Masih nampak beberapa kendaraan yang tersendat di pertigaan pasar, namun jauh lebih terkendali daripada kondisi biasanya.

PKL Pasar Minggu Ditertibkan Bila Pagi, Boleh Berjualan Bila Malam

[caption id="" align="alignleft" width="276"]suasana pasar minggu suasana pasar minggu[/caption]

Jakarta - Kawasan Pasar Minggu sudah hampir 2 pekan bersih dari pedagang kaki lima (PKL) di pagi hari. Namun pedagang itu kembali berjualan bila malam tiba. Lho?


Ternyata itu memang kebijakan Pemprov DKI yang masih mengizinkan PKL untuk bebas berdagang di malam hari di Pasar Minggu.

"Dari pukul 05.00 WIB sampai 20.00 WIB petugas gabungan berjaga-jaga di sekitar Pasar Minggu, supaya mereka nggak berjualan lagi," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono usai apel penertiban PKL di Polsek Pasar Minggu, Jalan Raya Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (3/6/2013).

Namun selepas pukul 20.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB, PKL boleh berjualan kembali di jalanan.

"Pasar Minggu kan identik dengan pasar malam. Tapi setelah pukul 05.00 WIB mereka harus kembalikan lagi untuk lalu lintas," jelas Udar.

Pantauan detikcom, sudah sejak Jumat (24/5/2013) Pasar Minggu bersih pada pagi hari. Para pedagang diminta pindah ke dalam pasar.

Namun bila malam, para PKL itu kembali menggelar lapak di jalanan, bahkan ada yang membuka warung di atas trotoar.

Pasar Minggu merupakan pasar tradisional yang terkenal dengan buah-buahan dan sayuran dengan harga miring. Kepopuleran Pasar Minggu bahkan diabadikan dalam lagu dolanan yang legendaris: Pepaya, mangga, pisang, jambu. Dibawa dari Pasar Minggu... di sana banyak penjualnya... di kota banyak pembelinya....