Sunday, May 5, 2013

Jokowi: Kalau camat-lurah tak keroyok MRT, ya nggak selesai

[caption id="" align="alignleft" width="324"]Jokowi: Kalau camat-lurah tak keroyok MRT, ya nggak selesai Jokowi: Kalau camat-lurah tak keroyok MRT, ya nggak selesai[/caption]

Pembangunan proyek angkutan massal, Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta sudah dimulai. Gubernur Joko Widodo meminta semua pihak baik yang terkait langsung atau tidak dalam masalah ini turun tangan agar pembangunan lancar tanpa kendala.

"Kegiatan besar sudah dimulai. Saya minta agar semua wilayah yang dilewati dan dinas berkaitan mulai bergerak. Jadi mentang-mentang bukan kerjaannya, tidak ikut membantu proyek ini, semua ikut di sini," tegas Jokowi saat memberikan pembekalan di depan seluruh SKPD dan saat camat di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (6/5).

Karena koridor I, Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia, akan melintasi daerah pemukiman penduduk di Fatmawati, Jokowi meminta semua pejabat di daerah itu bisa turut andil. Terutama dalam memberikan pemahaman dan penjalasan akan pentingnya proyek ini.

"Di titik fase pertama, harus siap semua untuk beri dukungan pada PT MRT agar nantinya kontrak road udah mulai, lapangan udah siap. Ini hanyalah masalah penjelasan ke masyarakat, pendekatan harus dimulai," tambahnya.

Bahkan kalau komunikasi pada warga buntu, Jokowi dan Ahok siap turun langsung melakukan mediasi. Jokowi menegaskan, pesannya ini bukan sekadar imbauan kosong, karena tiap jam dia akan mengecek perkembangan di lapangan.

"Kalau ada problem besar yang memerlukan saya dan wagub masuk, saya yang masuk. Seperti di daerah Fatmawati, tolong didekati. Saya akan pantau tiap jam," ucap mantan wali kota Solo ini.

Jokowi yakin pendekatan humanis dan penjelasan yang utuh akan membuat warga mengerti. "Karena saya jamin mereka setuju, ini kan masalah penjelasan aja. Bukan masalah lain. Jangan sampai penolakan seperti itu, karena nggak semua dinas SKPD, camat, lurah nggak mengeroyok semua itu. Ya nggak selesai," beber Jokowi.

Dalam kesempatan yang sama, Jokowi juga meminta Dinas Perhubungan mulai membuat sketsa rekayasa lalu lintas selama proyek ini dikerjakan. Jokowi tidak ingin semua persiapan untuk menyambut pengerjaan proyek ini dadakan, dan tak siap.

"Dishub saya minta untuk manajemen transportasinya. Kalau terowongan di HI udah dimulai, nanti akan dialihkan ke sini-sini. Jadi semua udah siap dan saya ngga perlu kejar-kejar lagi," tandasnya.

No comments:

Post a Comment