Rencana Pemprov DKI Jakarta yang akan mengadakan seleksi terbuka untuk jabatan lurah dan camat mendapat beranggam tanggapan dari para calon pesertanya. Banyak yang mengaku siap, namun tak sedikit juga yang justru menjadi risau karena takut gagal dalam proses seleksi terbuka. Terlebih, banyak pejabat seperti lurah dan camat yang hingga kini masih belum menguasai penggunaan komputer dan internet alias gaptek.
Hal ini mengemuka saat sosialisasi seleksi terbuka jabatan lurah dan camat yang berlangsung di Kantor Walikota Jakarta Selatan. Pada kesempatan itu, banyak peserta sosialisasi yang seperti keberatan dengan tata cara proses seleksi terbuka terutama mengenai pendaftaran yang dilakukan secara online. "Mesin ATM saja memberi kesempatan hingga tiga kali kalau salah memasukan pin. Masa ini untuk seleksi terbuka kalau salah masukin data langsung gagal," ujar Edi Suherman, Camat Tebet, saat sosialisasi seleksi terbuka jabatan lurah dan camat di Kantor Walikota Jakarta Selatan, Jumat (5/4).
Hal yang sama juga dikatakan Lurah Gandariautara, Lukmansyah. Menurutnya, saat ini masih banyak pejabat yang kurang mengerti penggunaan komputer. Sehingga untuk melakukan pendaftaran maupun tes secara online yang diterapkan dalam seleksi terbuka tampaknya akan banyak menyulitkan pesertanya. "Saya yakin banyak teman-teman yang juga tidak mengerti penggunaan komputer online. Jadi bagusnya ada yang mendampingi," harapnya.
Sebelumnya Kepala Bidang Pengembangan Karir Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Chaidir mengatakan, yang paling utama diperhatikan dalam proses ini adalah pengisian data administrasi. Sebab, jika ada kesalahan pengisian, maka bisa langsung dinyatakan gagal. "Harus lebih teliti memasukan data di seleksi administrasi online. Karena kalau salah input data akan gagal, jangan sampai ceroboh. Setelah lolos administrasi, baru masuk uji kompetensi," katanya.
Dikatakan Chaidir, dalam uji kompetensi tersebut, para peserta akan mengikuti serangkaian tes. Tes-tes yang ada berhadapan langsung dengan komputer. "Ini pilihan ganda mengerjakannya di komputer. Nanti lokasi tes ada di Mabes Polri, lab komputer sekolah di DKI yang ditunjuk, atau di gedung Telkom. Ada sekitar 100 soal yang harus dikerjakan dalam 60 menit," katanya.
Meskipun sistem seleksi ini yang pertama, namun Chaidir mengingatkan para peserta untuk tetap tenang dan fokus. "Jangan terlalu galau, kalau ikut lalu tidak lolos. Karena akan ada pertimbangan lain, nanti akan dicocokan ke posisi yang eselon dan golongannya sama," tandasnya.
No comments:
Post a Comment