Persaingan untuk menduduki jabatan di lingkungan Pemprov DKI kini semakin kompetitif. Di Jakarta Utara saja terdapat 31 lurah dan 6 camat yang diketahui akan mengikuti proses lelang jabatan tersebut. Jumlah ini kemungkinan akan bertambah, karena pendaftaran lelang secara resmi baru dibuka pada 8 April mendatang.
Nantinya mereka akan mengisi sejumlah jabatan yang sedang kosong, termasuk 3 jabatan lurah yang sedang lowong, yaitu Lurah Pejagalan, Lurah Rorotan, dan Lurah Tanjungpriok yang sampai saat ini masih dijabat oleh pelaksana tugas.
Rencananya pendaftaran lelang jabatan lurah dan camat itu akan ditutup pada 22 April mendatang. Namun, Walikota Jakarta Utara, Bambang Sugiyono, berharap para camat dan lurah di jajarannya agar tidak khawatir atas keputusan lelang tersebut.
"Jangan ada camat dan lurah yang justru kasak-kusuk, seperti berkelompok atau berdemo dengan adanya lelang ini. Kalau ada yang berkelompok untuk melakukan demo, lebih baik mengundurkan diri saja. Karena itu bukan bagian dari pegawai Pemprov DKI Jakarta," tegas Bambang, pada acara Penjelasan Teknis Seleksi Terbuka Camat dan Lurah di Lingkungan Pemkot Administrasi Jakarta Utara, Jumat (5/4).
Menurutnya, jika sejak dahulu para camat dan lurah sudah menerapkan sistem kerja sesuai yang ditetapkan, maka tidak perlu kaget dengan lelang jabatan ini. "Lurah dan camat juga jangan komplain dengan adanya seleksi terbuka ini. Sebab, seleksi ini merupakan program Pemprov DKI Jakarta yang mewajibkan camat dan lurah sebelumnya harus mengikuti pendaftaran, karena bila tidak mengikuti akan dianggap mengundurkan diri," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Kepegawaian Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Slamet menuturkan, seluruh camat dan lurah yang kini masih menjabat atau disebut camat dan lurah definitif, diharuskan mendaftar dan mengikuti proses lelang lurah dan camat terbuka yang akan dimulai pada 8 April nanti. Jika para lurah dan camat definitif itu tidak mendaftar, maka akan dinyatakan mundur dari jabatannya yang sekarang. "Mereka akan menjalani beberapa langkah ujian, seperti tes administrasi, tes kompetensi, tes manajerial, tes kesehatan, dan verifikasi dokumen," tutur Slamet.
Namun, ia meminta peserta seleksi untuk hati-hati dan waspada dengan aksi penipuan dari sejumlah orang yang mengaku bisa memuluskan upaya untuk mendapatkan jabatan tersebut. "Kemarin kami mendapatkan laporan dari salah satu kelurahan di Jakarta Barat, bahwa ada yang menerima SMS dari seseorang yang mengaku bisa membantu untuk memuluskan lelang jabatan. SMS ini dikirim dari sebuah ponsel dengan nomor terakhir 555. Saya harap agar berhati-hati atas munculnya SMS tak bertanggung jawab itu. Abaikan saja," tandasnya.
No comments:
Post a Comment