Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang membuka lelang jabatan camat dan lurah. Proses pendaftaran secara online bakal dibuka besok 8 April hingga 22 April 2013.
Program lelang jabatan camat dan lurah yang digadang-gadang Gubernur Joko Widodo (Jokowi) itu diharapkan dapat dilakukan secara transparansi dan independensi. Namun demikian, tidak ada jaminan jika lelang jabatan itu terhindar dari proses titip-menitip seperti halnya penerimaan CPNS.
"Jaminannya apa? Kenyataan hari ini lurah harus dipaksa transparan baru mau terbuka masalah anggaran, karena ada instruksi disuruh tempel," kata Anggota Komisi A DPRD Taufiqurrahman saat dihubungi, Jakarta, Minggu (7/4).
Politisi Partai Demokrat itu memang berharap tidak ada titip-titipan dalam proses lelang jabatan camat dan lurah. Termasuk, intervensi dari partai politik yang ada.
Anggota Komisi A DPRD Jakarta itu menilai jika program lelang jabatan camat dan lurah yang digadang Jokowi adalah program dadakan. Dan program ini tidak pernah dibahas sebelumnya dalam RAPBD.
"Jaminannya apa? Walaupun katanya online dan transparan. Juga mengenai dana yang digunakan, tidak boleh pakai dana CSR," tandasnya.
Sunday, April 7, 2013
Anggota DPRD DKI khawatirkan lelang jabatan rawan titipan
[caption id="" align="alignleft" width="324"]
Anggota DPRD DKI khawatirkan lelang jabatan rawan titipan[/caption]
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment