Tuesday, April 2, 2013

Iriana Minta Posyandu Antisipasi Gizi Buruk

[caption id="" align="alignleft" width="322"] Iriana Jokowi[/caption]

Keberadaan posyandu yang tersebar di wilayah DKI Jakarta diharapkan dapat mengantisipasi dan mendeteksi penderita gizi buruk. Dengan begitu, diharapkan penderita gizi buruk bisa segera dideteksi dan dapat dicegah sedini mungkin.


"Saya belum bisa mengatakan tentang peran PKK maupun Posyandu dalam menangani gizi buruk di Jakarta. Sementara saya baru empat bulan menjabat sebagai Ketua TP PKK DKI. Karenanya, saya terus berkeliling meninjau posyandu untuk memastikan pelayanan yang diberikan posyandu," ujar Iriana Joko Widodo, Ketua TP PKK DKI Jakarta saat mengunjungi Posyandu Dahlia, Jl Nipah XII No 1, Kelurahan Petogogan, Kecamatan Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Selasa (26/2).


Dalam kunjungannya yang didampingi Wakil Ketua I TP PKK DKI Jakarta, Veronica Basuki T Purnama, Iriana juga mendapati satu bayi yang menderita gizi buruk akibat kelahirannya yang prematur. "Alhamdulillah sekarang kondisinya semakin membaik. Terlebih di tiap posyandu ada dokternya, sehingga dokter itu dapat mengawasi perkembangan bayi tersebut," katanya.


Pada kesempatan itu, Iriana juga menyempatkan diri memberikan imunisasi kepada para balita di Posyandu Dahlia serta memberikan bantuan kepada pengurus posyandu berupa alat makan, alat memasak, timbangan dan makanan seperti, biskuit, telur ayam serta kacang hijau.


Sementara itu, Ketua TP PKK Kelurahan Petogogan, Henny Hendrita Kuswara menuturkan, penderita gizi buruk yang dimaksud bernama Hanif (18 bulan) warga RT 06/01 Kelurahan Petogogan, putra pasangan Aan (25) dan Rohmat (27). "Hanif memang lahir prematur. Baru usia tubuh bulan kandungan, dia sudah lahir. Dan berat badannya waktu itu cuma 1,5 kilogram. Tapi sekrang beratnya sudah 8 kilogram.


Ditambahkan Henny, selama ini, PKK di wilayahnya selalu berkoordinasi dan bekerjasama dalam penanganan gizi terhadap balita. Setiap bulannya, seluruh posyandu yang ada di Kelurahan Petogogan rutin memberikan imunisasi, pemberian makanan tambahan serta memonitor berat badan balita.  "Selain itu, para kader pun secara rutin menggelar penyuluhan baik secara terbuka maupun mendatangi orang tua balita secara personal," tandasnya.

No comments:

Post a Comment