Showing posts with label bantaran Waduk Pluit. Show all posts
Showing posts with label bantaran Waduk Pluit. Show all posts

Thursday, May 16, 2013

Warga Waduk Pluit: Ganti Rugi Rp 3 Juta Per Meter

[caption id="" align="aligncenter" width="504"]Warga Waduk Pluit: Ganti Rugi Rp 3 Juta Per Meter Warga Waduk Pluit: Ganti Rugi Rp 3 Juta Per Meter[/caption]

Warga Muara Baru yang tinggal di bantaran Waduk Pluit setuju rumah mereka dibongkar. Tetapi, mereka minta uang kerahiman Rp 3 juta per meter.

Asna, warga Muara Baru RT 19 RW 17, Penjaringan, Jakarta Utara, mengatakan, dirinya tidak menginginkan perelokasian ke rumah susun yang sudah ditawarkan oleh Pemprov DKI. "Percuma kalau di rumah susun, bayar-bayar juga," ujarnya di Waduk Pluit, Kamis (16/5/2013).

Ibu yang sudah dikaruniai dua anak ini mempunyai rumah di bantaran Waduk Pluit seluas 30 meter. "Nanti uangnya mau saya belikan rumah yang bersertifikat sekalian. Biar tidak repot kaya gini," kata Asna.

Rumah Asna yang berupa rumah semipermanen dengan menggunakan seng sebagai atap tidak mempunyi surat-surat, seperti PBB dan lainnya. Wanita berusia 42 tahun ini hanya mempunyai surat pembelian rumah yang sudah ditempatkannya sejak 16 tahun silam.

Saat ini, sejumlah perwakilan warga Muara Baru sedang berada di kantor Komnas HAM di Jalan Latuharhari, Jakarta Pusat, guna berdialog dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk meminta penjelasan tentang masalah ini. Sementara itu, sejumlah warga Muara Baru masih bertahan di sebuah bangunan yang dijadikan posko warga.

Alat-alat berat masih berada di bantaran waduk tersebut, tepatnya di depan posko warga, tetapi belum terlihat ada kegiatan yang dilakukan dengan alat-alat berat itu. Sejumlah polisi dan Satpol PP juga terlihat masih berjaga di sekitar lokasi.

Monday, May 13, 2013

Pembongkaran Rumah Warga di Utara Waduk Pluit Distop Sementara

[caption id="" align="aligncenter" width="630"]Pembongkaran Rumah Warga di Utara Waduk Pluit Distop Sementara Pembongkaran Rumah Warga di Utara Waduk Pluit Distop Sementara[/caption]

Permukiman warga di bantaran Waduk Pluit sebelah Utara, dekat Pos Polisi Pluit Timur, belum digusur karena menunggu rusun yang tepat untuk warga. Saat ini, Tim Penanggulangan Pasca Banjir Waduk pluit konsentrasi membenahi dan mengeruk waduk yang sudah bersih dari permukiman warga.


"Yang di belakang Pospol belum dibongkar karena masih mencari rusun yang tepat untuk warga," kata Heryanto, Koordinator Program Normalisasi Kawasan Waduk Pluit di Waduk Pluit, Selasa (24/5/2013).

Heryanto mengungkapkan, untuk Waduk Pluit bagian barat terdapat 998 bangunan. Bangunan yang sudah dibongkar sebanyak 720 bangunan, sedangkan 278 bangunan belum dilakukan pembongkaran karena warga masih mempertahankan supaya tidak dibongkar.

Untuk bagian di sebelah utara, kata dia, terdapat beberapa warga yang bersikeras mempertahankan bangunannya. Salah satunya adalah Tedy, pengusaha alat berat di bagian utara Waduk Pluit. Dia menguasai lahan seluas 8.000 meter. Dia juga tidak mau kalau usahanya dibongkar oleh pemerintah.

"Kita sudah berikan dia SP (Surat Peringatan) 4. Katanya masih minta waktu 3 hari. Kalau 3 hari belum bongkar, nanti kita serahkan kepada P2B supaya mereka yang bongkar," kata Heryanto.

Pihaknya sebagai koordinator lapangan normalisasi Waduk Pluit memang masih menunggu informasi dari Dinas Perumahan Pemprov DKI mengenai kesiapan rusun. Pihaknya akan melakukan pembongkaran kembali setelah mendapat lampu kuning dari Dinas kalau rusun untuk warga sudah siap.