Showing posts with label Jakarta Fair. Show all posts
Showing posts with label Jakarta Fair. Show all posts

Monday, June 10, 2013

"Di PRJ Bayar Rp 5 Juta, di Kemang Hanya Rp 50.000"


Bang Amu, penjual kerak telor di Festival Palang Pintu yang digelar di Jalan Kemang, Bangka, Mampang Prapatan, mengaku hanya membayar uang kebersihan Rp 50.000. Dia mengaku tidak sanggup membayar Rp 5 juta untuk berjualan di Jakarta Fair.

"Mau jualan di sana (Jakarta Fair) mahal. Di sana kami, para penjual kerak telor, harus bayar Rp 15 juta satu titik untuk tiga orang, masing-masing Rp 5 juta," kata Amu saat ditemui di Festival Palang Pintu, Minggu (9/6/2013).

Menurutnya, harga Rp 5 juta tersebut paling murah. Jika ingin mendapat tempat yang bagus, penjual diminta harus membayar lebih mahal lagi.

"Kalau di sini (Festival Palang Pintu) hanya diminta uang kebersihan dua hari Rp 50.000. Ini yang namanya pesta rakyat sebenarnya. PRJ mah kejem. Itu mah namanya buat orang kaye doang. Buat bisnis kalau di sana," keluh Amu.

Amu menuturkan, para pedagang kerak telor di Jakarta Fair biasanya masuk melalui seseorang yang mengoordinasi dengan membayar sejumlah uang yang telah ditentukan.

Di FPP, Amu menjual kerak telornya Rp 15.000. Pada hari pertama, Sabtu (8/6/2013), Amu mendapat Rp 1,5 juta. Sementara modalnya hanya Rp 500.000.

"Alhamdulillah jualannya bagus kalau di sini," ujar Amu bersyukur.

"Kalau hari biasa, saya muter-muter aja dari satu pameran ke pameran yang lain. Kalau lagi ramai, per hari bisa mendapat Rp 500.000 dengan modal Rp 300.000. Kalau di acara ini bisa lebih, bahkan naik sampai tiga kalinya," tutur Amu lagi sambil tersenyum.

Monday, June 3, 2013

Jokowi Ingin PRJ Dikembalikan ke Rakyat

Joko widodo

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ingin mengembalikan acara Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair pada tujuan awal, yakni sebagai ajang mempromosikan usaha mikro yang berbasis pada budaya.

"Kita tidak mau memindahkan (lokasi PRJ), tapi yang penting PRJ kembali pada tujuan semula," kata Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, Senin (3/6/2013).

Mantan Wali Kota Surakarta ini menyampaikan, ada usulan yang mengemuka terkait perubahan lokasi penyelenggaraan PRJ dari Jakarta International Expo, Kemayoran, ke Monumen Nasional. Meski demikian, Jokowi belum mengambil keputusan terkait lokasi penyelenggaraan PRJ. Menurut dia, yang terpenting adalah acara tahunan itu benar-benar bisa dinikmati oleh rakyat, memberikan ruang untuk promosi usaha mikro, dan dapat menambah pemasukan kas daerah.

Jokowi menambahkan, ada juga usulan agar PRJ digelar tidak terlalu komersial. Terlebih jika pihak penyelenggara tidak imbang dalam memberikan dividen atau pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki.

"Jangan sampai pameran di sana didominasi yang gede-gede, termasuk dividen. Ada usulan tiket masuk digratiskan, tapi harus ada kalkulasinya," ujar Jokowi.